Jumat, 30 Agustus 2019

Pancaroba, Waspadai Angin Kencang fi Wilayah Pegunungan

Prakirawan BMKG Klimatologi Semarang menjelaskan soal potensi
angin kencang saat masa pancaroba.
Semarang-Peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau pada saat pancaroba, yang perlu diwaspadai adalah terjadinya angin kencang atau angin puting beliung. 

Kepala BMKG Ahmad Yani, Achadi Subarkah Raharjo mengatakan musim pancaroba sekarang ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi terjadinya angin kencang atau angin puting beliung.

Achadi menjelaskan, informasi terkini terkait dengan perkiraan cuaca akan terus disampaikan kepada daerah-daerah yang memiliki potensi kebencanaan. Baik angin puting beliung maupun tanah longsor.

Menurutnya, penyampaian informasi yang berkaitan dengan perubahan cuaca akan diberikan per kecamatan. Sehingga, masyarakat bisa mengetahui perkiraan cuaca antara 3-7 hari ke depan.

"Yang perlu diwaspadai, memang nantinya akan ada potensi beberapa daerah yang mempunyai karakteristik lokal terjadi angin puting beliung. Itu yang memang perlu diwaspadai. Insya Allah, kami akan update terus informasi antara 3-7 hari. Kita juga akan sampaikan prakiraan cuaca yang ada di daerah rawan longsor, dan updatenya per kecamatan," kata Achadi, Jumat (30/8).

Achadi lebih lanjut menjelaskan, dengan memberikan informasi terkini terkait dengan perkiraan cuaca ini akan memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai keadaan sekitarnya. Terutama, saat terjadi hujan deras atau pergerakan angin kencang.

Diketahui, wilayah Jateng yang akan masuk musim hujan pada pekan pertama Oktober adalah sebagian wilayah Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas dan Purbalingga yang umumnya di pegunungan. Daerah lainnya yang memasuki musim hujan mulai November hingga Desember. Sedangkan puncak musim hujan, terjadi pada Januari sampai Februari 2020. (K-08)

Ganjar Temani Raja Malaysia Piknik ke Candi Borobudur

Gubernur Ganjar Pranowo menyaksikan Raja Malaysia memotret mini-
atur Candi Borobudur di Kompleks Candi Borobudur, kemarin.
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemani Raja Malaysia,Yang di-Pertuan Agong XVI Al-Sultan Abdullah Al-Mustafa Billah Shah Ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta'in Billah dan keluarganya, berwisata ke Kawasan Wisata Candi Borobudur Magelang, Rabu (28/8).

Ganjar Pranowo mengatakan melalui kunjungan keluarga Kerajaan Malaysia itu, diharapkan bisa membuka kerja sama pariwisata dengan Pemprov Jawa Tengah. Terutama, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asal Malaysia ke Jateng.

Terkait bentuk kerja sama pariwisata dengan Kerajaan Malaysia, lanjut Ganjar, pihaknya siap berkolaborasi. Hanya saja, hal itu menjadi ranah dari Kementerian Pariwisata RI.

"Luar biasa dari cerita mengagumi arsitekturnya, dan tentu siapa yang datang ke sini apakah eksis atau tidak. Jadi, luar biasalah tanggapannya tadi. Saat ini, kami belum ada pembicaraan lanjutan tapi kalau dari Kementerian Pariwisata sudah ada pembicaraan karena juga sudah ketemu dengan presiden. Untuk Jawa Tengah hanya sebatas jadi host saja," kata Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, rombongan Kerajaan Malayasia sangat ramah dengan masyarakat sekitar Borobudur dan menyapa serta memberi salam ucapan terima kasih kepada warga.

Menurutnya, dari rombongan keluarga kerajaan yang pernah berkunjung ke Borobudur adalah permaisuri. Namun, kunjungan itu terjadi 30 tahun yang lalu.

"Keluarga Kerajaan Malaysia sangat kagum dengan keindahan Candi Borobudur dan mengaku terpesona dengan peninggalan Dinasti Syailendra itu," pungkasnya. (K-08)

Banyak Elpiji Subsidi Tidak Tepat Sasaran, Ini Kata Pertamina

Unit Manager Comm & CSR Pertamina MOR IV Andar Titi Lestari saat
menjadi pembicara soal distribusi elpiji bersubsidi.
Semarang-Penggunaan elpiji yang tidak tepat sasaran, disinyalir banyak masyarakat mampu ikut menikmatinya. Di antaranya adalah para pemilik rumah makan dan peternak ayam di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Para pelaku usaha berskala besar, diduga ikut menggunakan elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram. 

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV Andar Titi Lestari mengatakan yang paling banyak adalah pemilik rumah makan dan peternak ayam, diketahui banyak menggunakan elpiji bersubsidi. Pihaknya bersama sejumlah pihak terkait, terus melakukan inspeksi mendadak ke beberapa titik yang dicurigai memanfaatkan elpiji bersubsidi. 

Andar menjelaskan, rumah makan yang diketahui memakai elpiji melon dan tidak mau beralih ke nonsubsidi akan ditempeli striker penanda tidak berhak menggunakan elpiji bersubsidi.

Menurutnya, sejak April sampai pertengahan Agustus 2019 pihaknya menemukan 245 tabung ukuran tiga kilogram yang dipakai masyarakat tidak berhak atau kalangan mampu. Terutama, pemilik rumah makan dan peternakan ayam.

"Rumah makan dan usaha peternakan ayam itu, memang sering kedapatan menggunakan elpiji bersubsidi. Kami menemukan ada di daerah Boyolali, kemudian di Sragen dan Wonogiri. Selain itu, pelaku usaha non-UKM juga banyak yang kedapatan memakai gas bersubsidi, misalnya usaha laundry. Jadi, pada saat kita sidak itu teman-teman dari Hiswana sudah menyiapkan tabung 5,5 kilogram buat sosialisasi trade in," kata Andar di sela diskusi mengenai mekanisme distribusi elpiji bersubsidi tepat sasaran di Hotel Grand Artos Magelang, Kamis (29/8).

Ketua Hiswana Migas Eks Karesidenan Kedu, Sutarto Murti Utomo menambahkan, memang diakui banyak masyarakat mampu yang masih mengonsumsi elpiji bersubsidi. Bahkan, jumlahnya bisa lebih banyak dari masyarakat miskin. Akibatnya, masyarakat yang berhak menggunakan elpiji bersubsidi kesulitan mendapatkan elpiji melon itu karena habis diborong kalangan mampu.

"Kita mencoba mendidik masyarakat untuk menjadi orang-orang yang sadar, barang-barang bersubsidi itu adalah miliknya orang-orang miskin. Kita mendidik masyarakat mampu untuk tidak pakai itu lagi. Ini tugas kita bersama, istilahnya membantu pemerintah," ucap Sutarto.

Dirinya berharap, dengan semakin banyak masyarakat mampu yang sadar tidak menggunakan elpiji bersubsidi, maka tidak akan ada lagi informasi kelangkaan elpiji ukuran tiga kilogram di tengah masyarakat. (K-08)

Gelar Operasi Patuh Candi 2019, Ini Pesan Dari Dirlantas Polda Jateng

Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Rudy Antariksa meminta warga
untuk mematuhi aturan selama Operasi Patuh Candi 2019.
Semarang-Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah menggelar Operasi Patuh Candi 2019 selama 14 hari, mulai 29 Agustus hingga 11 September.

Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Rudy Antariksa mengatakan Operasi Patuh Candi 2019 merupakan operasi keselamatan dan keamanan lalu lintas, untuk meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.

Polda Jateng, jelas Rudy, menetapkan delapan prioritas penindakan selama pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2019. Di antaranya adalah pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, dan pengemudi roda empat atau lebih tidak menggunakan sabuk pengaman. 

Rudy menjelaskan, pihaknya tidak segan menindak pengendara kendaraan yang kedapatan melebihi batas maksimal kecepatan dan pengendara motor masih di bawah umur. Karena, selama pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2019, 60 persennya adalah penindakan atau penilanga.

"Pelanggaran yang mendominasi adalah pelanggaran yang sering dijumpai. Misalnya tidak menggunakan helm, melawan arus, melanggar rambu lalu lintas dan termasuk juga balapan liar. Jadi, untuk lebih menaati dan mematuhi aturan lalu lintas. Gunanya, untuk mencegah kemacetan dan kecelakaan lalu lintas," kata Rudy, kemarin.

Lebih lanjut Rudy menjelaskan, keselamatan dalam berkendara menjadi yang terutama dalam berlalu lintas. Namun, keselamatan berlalu lintas masih sering diabaikan masyarakat dan bahkan dianggap tidak penting.

"Dari hasil evaluasi pada Operasi Patuh Candi 2018 tercatat korban meninggal dunia mencapai 3.622 orang. Artinya, ada 11 orang yang meninggal dunia per harinya karena kecelakaan lalu lintas," tandasnya. (K-08)

Kamis, 29 Agustus 2019

BEI Semarang Catat Ada Penambahan 16 Ribu Investor Baru di Semester I 2019

Seorang investor muda sedang melihat pergerakan saham di lantai
bursa efek.
Semarang-Hingga Juli 2019 kemarin, tercatat ada 16 ribu investor baru di wilayah Jawa Tengah. Jumlah itu melebihi target yang ditetapkan Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Semarang, dan lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya.

Kepala BEI Semarang Fanny Fifqi mengatakan pada 2018 kemarin, penambahan investor baru hanya 11 ribu saja. Padahal, di semester pertama 2019 ini pihaknya hanya menargetkan penambahan sembilan ribu investor baru.

Fanny menjelaskan, dengan penambahan investor baru yang melebihi target itu mengindikasikan jika masyarakat di Jateng mulai melek investasi. Sehingga, dampaknya berpengaruh pada penambahan jumlah investor baru.

Menurutnya, program dan sosialisasi tentang menabung saham yang selama ini dilakukan sudah membuahkan hasil.

"Jadi, kalau dihitung dari tahun 2018 akhir sampai awal Juli 2019 ada sekitar penambahan 16 ribu investor di Jawa Tengah. Sebelumnya di Jawa Tengah itu ada 81.400 investor, yang tersebar di 32 kabupaten/kota. Jadi, Januari sampai Juli 2019 kita dapat 16 ribu investor baru. Jadi, naik menjadi 97.500 investor," kata Fanny, Kamis (29/8).

Lebih lanjut Fanny menjelaskan, selama ini pembukaan sekolah pasar modal dan keberadaan galeri investasi yang ada di sejumlah perguruan tinggi di Semarang dan sekitarnya turut memberi andil terhadap penambahan jumlah investor baru.

"Tiap bulan kami menggelar sekolah pasar modal, agar jumlah investor baru terus bertambah," ujarnya.

Sementara, lanjut Fanny, saat ini di wilayah Jateng baru ada 24 sekuritas dengan jumlah transaksi berbeda. Dengan penambahan investor baru, diharapkan jumlah transaksi di setiap sekuritas juga semakin meningkat. (Bud)

Jateng Masuk Musim Hujan Diperkirakan Pada Awal Oktober 2019

Seorang prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Semarang menunjuk-
kan potensi awal masuk musim hujan di wilayah Jateng.
Semarang-BMKG memerkirakan, musim hujan di wilayah Jawa Tengah baru dimulai pada Oktober 2019. Dengan kata lain, musim hujan mengalami pemunduran waktu antara 1-2 dasarian atau 20 hari karena pengaruh suhu perairan.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Tuban Wiyoso mengatakan musim hujan pada tahun ini, memang diprediksi mengalami pergeseran. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisa data serta perkembangan kondisi fisis atmosfer regional maupun global, memengaruhi kondisi iklim di wilayah Jateng.

Tuban menjelaskan, awal musim hujan paling awal diperkirakan terjadi pada Oktober 2019 dasarian I. Hanya saja, hujan baru turun merata di seluruh wilayah Jateng pada November 2019.

Menurutnya, wilayah Jateng yang memasuki musim hujan paling akhir adalah sebagian wilayah Kabupaten Jepara dan sebagian wilayah Demak hingga Kudus.

"Hujannya mundur sekitar 1-2 dasarian. Dari sifatnya, umumnya normal. Normal itu artinya curah hujannya sama, atau hampir sama dengan rata-ratanya. Ada yang di bawah normal, tapi tidak terlalu banyak hanya sebagian. Jadi, sebagian besar normal. Pada 2018 juga umumnya, tapi juga ada yang di bawah normal," kata Tuban, Kamis (29/8).

Tuban lebih lanjut menjelaskan, untuk sifat hujan di wilayah Jateng diperkirakan normal. Yakni, antara 85-115 persen terhadap reratanya. Namun, ada juga wilayah di Jateng yang sifat hujannya di bawah normal sekira 21,8 persen terhadap reratanya.

"Kalau puncak musim hujannya, diperkirakan baru terjadi pada Desember 2019. Tapi masih sebagian kecil di wilayah selatan Cilacap. Sementara lainnya, puncak musim hujan baru terjadi antara Januari-Februari 2020," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Tuban, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Jateng untuk mewaspadai potensi angin kencang dengan disertai petir saat hujan lebat. (K-08)

Kenalkan Program Kegiatan Diplomat, Kemenlu Gelar Diplofest di Semarang

Perwakilan dari Kemenlu memaparkan Diplomacy Festival yang diada-
kan di Semarang.
Semarang-Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menggelar Diplomacy Festival atau Diplofest di Semarang, Kamis-Jumat (29-30/8). Tujuannya, untuk menginspirasi generasi muda mengenal dan menjadi bagian dari Diplomasi Indonesia.

Direktur Informasi dan Media Kemenlu, Listiana Operananta mengatakan ada sejumlah materi dan kegiatan tentang diplomasi luar negeri di antaranya public lecture, Edu Fair & Friends of Indonesia dan talkshow bersama menteri luar negeri. Khusus untuk public lecture, sejumlah pejabat eselon I di Kemenlu atau setingkat direktur jenderal akan memberikan kuliah umum di sejumlah perguruan tinggi di Kota Semarang dan sekitarnya.

Menurutnya, kegiatan Diplofest ini menyasar pada generasi muda usia pelajar hingga mahasiswa untuk bisa mengenal dan terlibat aktif untuk menyelami diplomasi Indonesia secara langsung.

Listiana menjelaskan, yang menarik di acara Diplofest ini adanya simulasi sidang di Dewan Keamanan PBB di areal soft skill. Sehingga, para pelajar dan mahasiswa bisa ikut merasakan menjadi wakil Indonesia membahas isu perdamaian dunia. 

"Pertama memang memberikan pemahaman mengenai kegiatan Kementerian Luar Negeri. Terus juga tentang kerja diplomat, dan kegiatan seperti ini memberi kesempatan kepada masyarakat untuk ketemu dengan pelaku. Jadi, harapan kami diplomasi yang membumi menjadi prinsip kami bisa dilaksanakan," kata Listiana, kemarin.

Lebih lanjut Listiana menjelaskan, di Diplofest yang digelar juga diselenggarakan workshop keprotokolan luar negeri se-Jateng dan diikuti seluruh protokol dari 35 kabupaten/kota. Tujuannya, untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait sejumlah hal tentang diplomasi dan tata cara menerima tamu internasional.

"Peserta diajak memahami tata cara menerima tamu dari negara sahabat, sehingga tahu bagaimana berkomunikasi," jelasnya.

Diketahui, Diplofest sebelumnya diadakan di Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Padang dan Makassar. Semarang menjadi kota terakhir, penyelenggaraan Diplofest tahun ini. (K-08)

Rabu, 28 Agustus 2019

PUPR Ingatkan Instalasi Listrik di Pasar Johar Harus Aman Dari Bahaya Kebakaran

Sejumlah pekerja tampak menyelesaikan pengerjaan revitalisasi Pasar
Johar Semarang.
Semarang-Pembangunan Pasar Johar Semarang setelah terbakar hebat beberapa waktu lalu, saat ini sudah hampir selesai. Proyek revitalisasi pasar terbesar di Kota Semarang itu, saat ini sudah mencapai 94 persen.

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan pihaknya mengingatkan kepada kontraktor yang membangun Pasar Johar, untuk memerhatikan instalasi listrik. Sehingga, risiko terbakar karena masalah kelistrikan bisa dicegah.

Danis menjelaskan, PUPR memang ada tanggung jawab pekerjaan terhadap revitalisasi Pasar Johar. Yakni pembangunan di bagian tengah dan utara pasar, dengan nilai kontrak konstruksi sebesar Rp146,09 miliar.

Menurutnya, pekerjaan PUPR itu di antaranya adalah rehabilitasi bangunan, pekerjaan rangka atap lengkung, mekanikal elektrikal dan pemasangan paving block. 

"Kontraknya sampai akhir tahun ini, tapi progresnya sudah sekitar 94 persen. Artinya sudah beres, dan tinggal bersih-bersih serta pemasangan instalasi listriknya. Selain itu juga tempat pembuangan air. Jadi yang major, yang utama sudah selesai. Khusus instalasi listrik, saya bilang harus hati-hati, karena dulu terbakarnya karena itu. Jadi, saya ingin itu betul-betul menjadi perhatian," kata Dinis belum lama ini.

Danis lebih lanjut menjelaskan, renovasi Pasar Johar memerhatikan keselarasan lingkungan dan memertahankan kearifan lokal. Selain itu, juga mengutamakan prinsip pelestarian bangunan cagar budaya.

Diketahui, Pemkot Semarang memastikan penyelesaian revitalisasi Pasar Johar sesuai jadwal yang ditetapkan hingga akhir tahun. Bahkan, Pasar Johar akan dilengkapi teknologi untuk mencegah kebakaran. (K-08)

Menristekdikti Terus Jalin Kerja Sama Dengan Luar Negeri Untuk Tingkatkan Hasil Riset

Semarang-Kerja sama riset antara peneliti Indonesia dengan luar negeri terus dilakukan, dalam mendorong inovasi sains dan teknologi serta membangun hubungan dengan periset dari luar negeri.

Menristekdikti Muhammad Nasir mengatakan tujuan kerja sama riset dengan luar negeri adalah untuk memajukan sains dan teknologi, yang berguna bagi para peneliti muda berbakat. Sehingga, akan meningkatkan persepktif yang luas dalam lintas displin dari budaya berbeda.

Menurutnya, pemerintah terus meningkatkan kerja sama penelitian dengan lembaga penelitian asing. 

Penelitian yang dikerjasamakan itu, jelas Nasir, difokuskan pada bidang kesehatan dan obat-obatan. Sebab, kerja sama dengan peneliti asing akan mendatangkan banyak keuntungan bagi peneliti riset muda dalam negeri.  

"Saya bekerja sama dengan Inggris. Jadi, kolaborasi dalam riset yang menghasilkan inovasi antara Inggris dan Indonesia. Tahun 2018 saya kembangkan lagi dengan Amerika Serikat. Tahun ini, dikembangkan lagi dengan Amerika lewat MIT Indonesia Riset Assosiation. Bagaimana riset bersama antara Amerika Serikat (MIT) dengan Indonesia. Ini sudah berjalan dengan baik," kata Nasir belum lama ini.

Lebih lanjut Nasir menjelaskan, secara umum sejumlah kolaborasi antara periset dalam negeri dengan asing sangat penting. Terutama di bidang kesehatan.

"Sekarang problemnya adalah obat itu diimpor, dan ini jadi masalah. Produksinya dalam negeri tapi bahannya dari luar negeri," pungkasnya. (K-08)

Pemprov Akan Tambah Sekolah Gratis di Jateng

Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan pembangunan 15 SMK Negeri
Jateng yang baru akan dimulai tahun depan.
Semarang-Program sekolah gratis yang digagas Pemprov Jawa Tengah melalui SMK Negeri Jateng dengan sistem boarding school, saat ini masih ada tiga sekolah. Jumlah ini dianggap belum maksimal, dan akan ditambah mulai tahun depan.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pemprov akan menambah jumlah SMKN Jateng dari tiga sekolah menjadi 15 sekolah, dan diprioritaskan ada di wilayah zona merah kemiskinan. Pembangunan sekolah gratis di Jateng, akan dimulai pada tahun depan.

Ganjar menjelaskan, pembangunan sekolah gratis yang diprioritaskan di wilayah zona merah kemiskinan itu untuk mengurangi angka kemiskinan. Sebab, di Jateng masih ada 14 kabupaten yang masuk zona merah kemiskinan.

Menurutnya, dengan penambahan 15 SMKN Jateng baru di sejumlah kabupaten zona merah kemiskinan akan memberikan fasilitas pendidikan yang gratis kepada masyarakat.

"Ternyata eksperimen kita pada tiga sekolah SMK Jateng boarding school, yang gratis itu memang manfaat. Dan kita akan tambah 15 sekolah lagi, kita anggarkan tahun depan Rp1,6 triliun. Kalau bisa, harapan saya itu. Tapi saya tidak berhenti di situ, kemarin kami ada tamu dari Jerman dan ada kerja sama mengambil kurikulum Jerman. Dan ternyata, Jerman menarik. Cara mendapatkan siswa itu tidak ke sekolah. Daftarnya siswa ke perusahaan, dan perusahaan menyeleksi dan kemudian disekolahkan ke SMK," kata Ganjar, belum lama ini.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, selain menambah jumlah sekolah gratis, pemprov juga akan menjalin kerja sama dengan pemerintah Jermah. Bahkan, pemprov akan mengadopsi kurikulum sekolah vokasi dari Jerman untuk diterapkan di SMKN Jateng.

"Kurikulum Jerman itu sistemnya lima hari belajar, tiga hari di perusahaan dan dua hari di sekolah. Jadi, lulusannya benar-benar expert di bidangnya," jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri menambahkan, untuk pembangunan 15 SMKN Jateng yang baru bisa dilakukan pembelajarannya pada 2021 mendatang. (K-08)

Selasa, 27 Agustus 2019

Bawaslu Jateng Sebut Politik Uang Selama Pemilu 2019 Masih Cukup Banyak

Ketua Bawaslu Jateng Fajar SAKA membuka diskusi evaluasi kinerja
Bawaslu selama Pemilu 2019 di Hotel Patra Semarang, Selasa (27/8).
Semarang-Tahapan Pemilu 2019 sudah selesai, dan seluruh gugatan pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) juga telah selesai diputuskan. Dari seluruh tahapan itu, Bawaslu Jawa Tengah memberi catatan jika pelanggaran politik uang masih terjadi di Pemilu 2019.

Komisioner Bawaslu Jateng Rofiuddin mengatakan pelanggaran politik uang memang patut diduga banyak terjadi di lapangan, namun karena terbentur dengan keterbatasan jumlah anggota menjadi kendala tersendiri. Akibatnya, Bawaslu tidak bisa menjangkau secara keseluruhan. Pernyataan itu dikatakannya usai diskusi soal evaluasi Bawaslu Jateng tentang pelaksanaan Pemilu 2019 di Patra Convention & Hotel Semarang, Selasa (27/8).

Rofi menjelaskan, kendala lainnya dalam pengungkapan kasus politik uang adalah mengenai tidak banyak orang yang mau menjadi saksi. Termasuk, tidak ada orang yang mau melaporkan kasus politik uang kepada Bawaslu kabupaten/kota maupun provinsi.

Menurutnya, kasus politik uang akan menciderai proses demokrasi yang sedang dibangun.

"Kalau merujuk pada data penanganan pelanggaran, kasus politik uang itu masih cukup banyak. Dari 13 kasus pelanggaran, enam di antaranya dugaan politik uang. Tiga di antaranya diputus bebas, dan sisanya terbukti. Jadi, politik uang masih menjadi momok yang menurut saya harus kita perangi secara bersama-sama," kata Rofi.

Lebih lanjut Rofi menjelaskan, pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Jateng mendatang diharapkan masyarakat lebih agresif dan bersama Bawaslu untuk memerangi politik uang. Karena, sepragmatis apapun masyarakat jika tidak ada yang memberikan uang maka politik uang tidak akan terjadi.

"Oleh karena itu, butuh komitmen di tingkat masyarakat dan elite politik. Elite politik lebih bisa menjadi panutan, dan tidak melakukan politik uang," jelasnya.

Rofi menyatakan, untuk di wilayah Jateng, pihaknya menggelar Kampung Anti Politik Uang yang tujuannya untuk mencegah adanya praktik tersebut di pesta demokrasi rakyat. (K-08)

Berstandar Internasional, Bandara Ahmad Yani Semarang Dinilai ACI

Personel pemadam Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani saat
akan memamerkan kemampuannya dalam menjalankan tugas.
Semarang-Angkasa Pura I menggandeng Airport Council International (ACI) dan mitra bandara dunia lainnya, dalam rangka meningkatkan keamanan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Proses review keamanan bandara, dilakukan pada 26-29 Agustus 2019.

Direktur Operasi Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose mengatakan kegiatan review keamanan bandara atau on-site security review, merupakan rangkaian program Airport Excellence (APEX) in Security yang diinisiasi ACI.

Asrul menjelaskan, lewat keikutsertaannya pada program APEX in Security ini, bandara-bandara Angkasa Pura I bisa memelajari praktik terbaik terkait keamanan bandara dari para ahli di industri kebandarudaraan dunia. Termasuk, untuk meningkatkan tingkat kepatuhan dengan standar yang berlaku. 

Melalui program tersebut, jelas Asrul, lembaga kebandarudaraan dunia memberikan asistensi bagi anggota-anggotanya untuk bisa meningkatkan level keamanan bandara dan tingkat kepatuhan serta kesesuaian dengan standar International Civil Aviation Organization (ICAO).

"Untuk mewujudkan keunggulan dari sisi pelayanan dan operasional dan di dalamnya menjaga kepastian keamanan bandara, maka Angkasa Pura I melakukan berbagai upaya. Salah satunya, dengan ikut serta pada program APEX in Security ini untuk mewujudkan keunggulan operasional sebagaimana standar regulasi nasional dan internasional," kata Asrul, Senin (26/8).

Lebih lanjut Asrul menjelaskan, areal keamanan bandara yang dinilai meliputi organisasi, fasilitas, sumber daya manusia, prosedur dan manajemen kualitas. Pada areal organisasi, hal-hal yang dinilai meliputi kondisi organisasi, manajemen risiko, compliance dan dokumentasi. Sedangkan pada areal fasilitas, hal yang dinilai adalah perlindungan areal perimeter, desain terminal, pengawasan jalur akses dan pemeriksaan fasilitas serta perlengkapan.

"Operator bandara juga bisa belajar dalam membuat rencana strategi manajemen risiko dan mitigasi, serta bagaimana pengelolaan keamanan bandara dari operator bandara dunia lainnya dengan lingkungan operasional yang berbeda. Selain itu juga, bisa membuat key performence indicator yang berkualitas dan memilih alat ukur yang sesuai untuk mengukur kinerja keamanan," pungkasnya. (K-08)

BPJS Kesehatan Terus Sosialisasi Aplikasi Mobile JKN ke Masyarakat

Seorang warga menunjukkan aplikasi Mobile JKN.
Semarang-Kemudahan dan majunya era digitalisasi, harus bisa dimanfaatkan untuk pelayanan bagi penggunanya. Tidak terkecuali, layanan aplikasi milik BPJS Kesehatan. Yakni Mobile JKN.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Agus Purwono mengatakan pihaknya terus membuat terobosan, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat peserta JKN-KIS. Salah satunya, dengan mengajak masyarakat mengunduh aplikasi Mobile JKN di gawai yang dimilikinya.

Agus menjelaskan, Mobile JKN sudah dikenalkan sejak 2017 kepada masyarakat. Namun, belum banyak masyarakat peserta JKN-KIS yang belum mengunduh aplikasi tersebut. Padahal, aplikasi Mobile JKN ini memberikan kemudahan kepada masyarakat dengan tidak perlu repot membawa kartu BPJS Kesehatan setiap akan berobat. 

Menurutnya, pada zaman milenial ini kecepatan layanan dan informasi yang diberikan BPJS Kesehatan harus bisa diterima dan dimanfaatkan masyarakat dengan baik.

"Tentu zaman now orang lebih sederhana, sehingga bahasanya JKN ini dalam satu genggaman. Ini sangat individu, dan tidak bisa digunakan orang lain. Kenapa? Karena ini sifatnya privasi. Karena di situ ada riwayat pelayanan yang pernah diterima. Termauk skrining dan sebagainya," kata Agus, belum lama ini.

Agus lebih lanjut menjelaskan, pelayanan prima menjadi komitmen jajarannya untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat peserta JKN-KIS sesuai standar pelayanan. Dengan aplikasi Mobile JKN itu, diharapkan kepuasan masyarakay lebih meningkat.

"BPJS Kesehatan sekarang menjalin kerja sama dengan perbankan melalui aplikasi Mobile JKN, untuk kemudahan dan meningkatkan kolektibilitas iuran peserta JKN-KIS. Yaitu, ada fitur pembayaran iuran melalui autodebit bank khusus Bank Mandiri dan non-bank atau mobile cash," jelasnya.

Melalui autodebit di Mobile JKN ini, lanjut Agus, maka makin memudahkan peserta JKN-KIS di dalam melakukan pembayaran iuran bulanannya. (K-08)

Peralihan Musim, KSOP Tanjung Emas Minta Nelayan Waspadai Cuaca Ekstrem

Kapal-kapal nelayan bersandar di dermaga di sekitar Tambaklorok di
Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Semarang-Peralihan musim kemarau ke musim hujan sebentar lagi akan segera berlangsung, dan biasanya berdampak pada gelombang tinggi air laut dan angin kencang. Sehingga, para nelayan diimbau untuk waspada dan menghindari kecelakaan di perairan laut.

Kepala Bidang Lalu Lintas KSOP Kelas 1 Tanjung Emas Semarang Nanang Afandi mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan peringatan kepada para nelayan di wilayah Semarang dan sekitarnya, untuk mewaspadai cuaca ekstrem saat peralihan musim kemarau ke musim hujan. Tujuannya, agar para nelayan tetap aman ketika melaut dan tidak sampai terjadi kecelakaan di perairan.

Nanang menjelaskan, BMKG sudah memberikan perkiraan jika awal musim hujan tahun ini terjadi antara November dan Desember. Peralihan cuaca itu, biasanya memberi dampak pada perubahan gelombang dan angin di perairan.

Menurutnya, karena menimbulkan potensi yang membahayakan, maka nelayan dengan kapal-kapal berukuran kecil maupun kapal penyeberangan untuk memerhitungkan tinggi gelombang dan kecepatan angin sebelum melaut.

"Kita dalam pemberangkatan kapal, itu selalu mengutamakan keselamatan. Dan salah satu faktor yang kita perhatikan adalah cuaca. Untuk itu, kita selalu meng-update cuaca harian maupun mingguan dari BMKG. Jadi, mana kala dalam perkiraan BMKG itu ada daerah laut yang mengalami gelombang tinggi, maka sejak awal kita akan memberi sosialisasi atau pemberitahuan kepada para perusahaan pelayaran atau nahkoda kapal untuk menunda keberangkatan," kata Nanang, Selasa (27/8).

Lebih lanjut Nanang menjelaskan, biasanya KSOP selalu memberikan informasi terkini tentang prakiraan cuaca kepada nelayan sebelum melaut. Sehingga, ketika melaut disarankan untuk melihat informasi yang ada di kantor otoritas pelabuhan setempat.

"Jadi, ketika cuaca ekstrem ini maka kita akan lihat daerah laut mana yang gelombangnya tinggi. Kalau ada kapal yang melintasi daerah itu, maka kita akan upayakan untuk ditunda sementara," jelasnya.

Nanang berharap, para nelayan dan perusahaan pelayaran bisa selalu memantau perkembangan cuaca yang ada di perairan. (K-08)

Senin, 26 Agustus 2019

Wisata Budaya Wilayah Pakudjembara Akan Terus Digenjot

Seorang perajin batik Lasem sedang menyelesaikan pembuatan kain
batik.
Semarang-Enam daerah yang ada di wilayah pantura timur Jawa Tengah dan dikenal sebagai wilayah Pakudjembara, akan coba ditingkatkan potensi wisata budayanya. Keenam daerah di wilayah Pakudjembara itu adalah Pati, Kudus, Demak, Jepara, Rembang dan Blora.

Kepala Seksi Pengembangan Pasar Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jateng Tanti Apriani mengatakan Kabupaten Pati, Kudus dan Rembang selama ini menyimpan potensi wisata budaya yang menarik untuk ditampilkan sebagai daya tarik. Sehingga, wisatawan domestik atau mancanegara yang datang akan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru tentang wisaya budaya.

Tanti menjelaskan, ketiga daerah itu memiliki wisata budaya dan religi yang setipe dan layak dikemas menjadi paket wisata menarik. Mulai dari wisata religi wali songo maupun wisata religi kelenteng tertua, hingga wisata budaya setempat.

Menurutnya, dengan pengelolaan potensi wisata budayanya yang baik akan mendatangkan banyak wisatawan ke wilayah tersebut. 

"Rembang, Pati dan Kudus itu, kita tingkatkan untuk yang segmen budaya. Sehingga, ketika wisatawan diajak menikmati budayanya langsung terkesan. Sebab, mereka memang tidak ada punya budaya yang sama. Mereka sangat tertarik sekali. Hal-hal seperti itu juga mengena pada kepeminatan. Saya berharap, mereka akan viralkan di blognya masing-masing dan minimal bercerita ke keluarganya," kata Tanti belum lama ini.

Tanti lebih lanjut menjelaskan, para pegiat wisata di daerah itu harus bisa mengemas paket wisata budaya yang menarik. Ide atau gagasan yang menarik untuk mengemas paket wisata budaya sangat diperlukan, guna mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan.

"Kita beri dukungan ke mereka untuk mengemas paket kesenian atau budaya sekitar, yang perlu ditampilkan. Kita dorong mereka, karena ini segmennya sangat banyak peminat. Kalau menjual wisata alamnya, tentu akan kalah dengan daerah lain," jelasnya.

Tantri berharap, jumlah wisatawan domestik ataupun mancanegara ke wilayah pantura Jateng bisa terus meningkat dan dibarengi dengan inovasi paket wisata yang disajikan. (K-08)

REI Jateng Catat Penjualan Rumah Mewah di Semarang Cukup Bagus

Ketua DPD REI Jateng Prijanto (kiri) menyatakan jika potensi penjualan
rumah mewah di Kota Semarang cukup bagus.
Semarang-Potensi penjualan rumah menengah ke atas atau rumah mewah yang ada di Kota Semarang, mengalami tren peningkatan cukup bagus. Bahkan, selama pameran perumahan yang digelar Property Expo Semarang hingga Agustus 2019 ini menunjukkan tren positif.

Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Tengah Prijanto mengatakan penjualan rumah mewah di Kota Semarang memang bisa dikatakan ada peningkatan, bila dibandingkan sebelumnya. Bahkan, nilai penjualannya juga terus meningkat.

Menurutnya, pada pameran terakhir saja terjual 23 unit rumah mewah dengan total nilai mencapai Rp30 miliar.

Prijanto menjelaskan, peningkatan rumah mewah di Kota Semarang ini bisa jadi karena adanya peningkatan infrastruktur kota tersebut. Bahkan, keberadaan jalan tol Trans Jawa yang melintas di Semarang bisa jadi ikut mendongkrak penjualan rumah mewah.

"Saya pandang untuk marketing rumah menengah ini masih bagus. Jadi, kalau saya lihat memang di harga Rp300 juta sampai Rp1 miliar ini cukup menggembirakan untuk di Jawa Tengah. Kemudian di harga Rp1 miliar sampai Rp4 miliar juga masih bagus, dan bahkan yang harga Rp10 miliar peminatnya ada. Mungkin karena lokasi yang menjanjikan," kata Prijanto baru-baru ini.

Lebih lanjut Prijanto menjelaskan, perkembangan Kota Semarang cukup menjanjikan dengan adanya jalan tol. Dirinya juga berharap, tidak hanya rumah mewah saja yang mengalami peningkatan penjualan tapi juga menengah ke bawah.

"Memang kalau untuk rumah menengah ke bawah, pembangunannya terkendala dengan harga lahan yang terus naik. Tapi, saya kira daerah-daerah sekitar Semarang yang nanti akan bergeliat dengan pembangunan rumah menengah ke bawah karena jalan tol," jelasnya.

Prijanto menyebutkan, wilayah Kendal dan Demak serta Kabupaten Semarang akan menjadi lokasi strategis yang diburu pengembang untuk membangun rumah menengah ke bawah. Sebab, di daerah itu juga cukup banyak pabrik dengan jumlah pekerja sangat banyak. (K-08)

Pemprov Ajak Seluruh Stakeholder Keroyokan Atasi Kemiskinan di Jateng

Gubernur Ganjar Pranowo mengajak semua pihak untuk keroyokan di
dalam mengurangi angka Kemiskinan di Jateng.
Semarang-Upaya penanggulangan dan mengurangi angka kemiskinan di Jawa Tengah, terus dilakukan pemprov dengan berbagai cara. Mulai dari program pemberdayaan masyarakat desa, sampai dengan menggandeng perusahaan swasta atau BUMN/BUMD mendampingi masyarakat miskin.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya juga sempat menggelar high level gathering CSR, untuk penanggulangan kemiskinan di Jateng bersama seluruh stakeholder terkait. Karena, program penanggulangan dan pengentasan kemiskinan menjadi komitmen bersama yang terkontrol sesuai target.

Menurutnya, target penurunan angka kemiskinan di Jateng diupayakan bisa satu digit.

Pada tahun kemarin, kelas Ganjar, Jateng mampu menjadi yang terbaik di dalam penurunan angka kemiskinan secara nasional. Karena, pemprov secara optimal melakukan treatment di dalam mengurangi angka kemiskinan di Jateng.

"Satu adalah perbaikan data, setelah datanya jelas dikeroyok, mas. Jadi multisektor harus mengeroyok. Umpama gini, satu keluarga miskin dan anaknya ada yang sekolah apa engga? Maka itu dipastikan harus mendapat jaminan. Mereka punya masalah kesehatn juga engga, maka harus dijaminkan juga. Apakah juga tidak ada pekerjaan, sudah tua dan mungkin disabilitas? Maka provinsi membantu dengan Kartu Jateng Sejahtera. Mungkin ada RTLH yang harus dibangun, mungkin ada pemberdayaan dari sisi ekonominya. Jadi kita siapkan pendamping dan sebagainya. Saya kira Jawa Tengah yang kemarin angka penurunannya tertinggi, akan coba kita replikasi lagi," kata Ganjar belum lama ini.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, setiap tahun memang angka kemiskinan di provinsi ini mengalami penurunan cukup positif. Hal itu tidak lepas juga adanya proram satu dinas provinsi memberdayakan satu desa miskin, dan dibantu pemkab dan pemkot setempat. Sehingga, penyelesaian persoalan kemiskinan dilakukan secara holistik dengan membangun sistem.

"Ilmu keroyokan dengan mengajak semua pihak untuk mengatasi persoalan kemiskinan, akan terus kita dorong. Dan itu perlu campur tangan bupati dan wali kota, untuk ikut membantu. Jateng butuh percepatan dan layanan prima, untuk mengurangi angka kemiskinan," pungkasnya. (K-08)

Desa Lukis Payung Jadi Magnet Baru di Borobudur

Para pengunjung serius melukis payung di Desa Lukis Payung di Desa
Ngaran II, Kabupaten Magelang belum lama ini.
Semarang-Berwisata ke kompleks Candi Borobudur tidak akan lengkap, jika tidak sekalian menyempatkan singgah ke Desa Lukis Payung yang ada di Dusun Ngaran II, Desa Borobudur, Kabupaten Magelang. Desa Lukis Payung ini, mulai dilirik sejumlah wisatawan domestik maupun mancanegara yang kebetulan menginap di sejumlah homestay tak jauh dari Candi Borobudur.
Koordinator Desa Lukis Payung, Adi Pramuningtyas mengatakan jika munculnya Desa Lukis Payung berawal dari adanya Festival Payung Borobudur pada 2018. Namun, pada saat itu dirinya dan teman-teman desanya hanya sebatas sebagai relawan.
Adi menjelaskan, setelah acara Festival Payung Borobudur, muncul ide untuk mengembangkan sebagai destinasi wisata baru di sekitar Candi Borobudur. Karena, payung tradisional pasti banyak peminatnya dari wisatawan mancanegara.
Untuk bisa mewujudkannya, jelas Adi, tidak semudah yang dibayangkan. Kendala yang dihadapi bersama teman-temannya adalah dalam hal pembuatan payung tradisionalnya. Sebab, selama ini untuk mendapatkan payung tradisional harus membeli ke Kabupaten Klaten.
Oleh karenanya, pendampingan dan bantuan dari pemerintah daerah setempat sangat dibutuhkan untuk terus mengembangkan dan mengangkat Dusun Ngaran II sebagai destinasi Desa Lukis Payung.
"Sebenarnya kalau soal bahan, di sini semua ada. Cuma, teman-teman itu ada kendala di mesin bubut. Jadi, kalau pas membubutnya untuk pembuatan gagang tidak bisa. Terus terang, kita kendala di situ. Kami juga belum meminta ke pemerintah daerah, buat ngajari membubut. Harapan saya itu, kita para pemuda di Dusun Ngaran II ini punya harapan membangkitkan seni payung lukis. Jadi, harapnnya pemda bisa membantu untuk memberikan fasilitas tempat dan bantuan alat-alat buat payung lukis," kata Adi saat ditemui belum lama ini.
Lebih lanjut Adi menjelaskan, selama ini tamu yang datang ke Desa Lukis Payung di Dusun Ngaran II masih didominasi rombongan anak sekolah dan beberapa kelompok dari perusahaan. Sedangkan tamu yang menginap dan mengambil paket lukis payung tradisional, tidak terlalu banyak.
"Biasanya ramai pas liburan sekolah dan libur Lebaran. Sehari itu bisa mencapai 50-100 pengunjung yang datang," tandasnya. (K-08)

Madu Rambutan Asal Ngargoretno Jadi Obyek Wisata Khas Perdesaan

Mutrofin, ketua paguyuban, menunjukkan sarang madu yang siap untuk
dipanen.
Semarang-Ketua Paguyuban Kampung Madu Tegalombo Desa Ngargoretno, Mutrofin mengatakan banyaknya lebah atau tawon yang ada di desanya harus bisa dijadikan sebagai potensi ekonomi. Sehingga, mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat sekitar.
Menurutnya, Desa Ngargoretno di Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang yang berada di kawasan Bukit Menoreh menyimpan banyak potensi ekonomi unggulan. Salah satunya adalah produksi madu rambutan, dan hasil madunya sudah terjual hingga ke Sulawesi.
Mutrofin menjelaskan, di desanya ada sekira 15 orang yang membudidayakan tawon madu jenis cenara. Budidaya tawon madu cenara ini sudah dilakukan sejak 2016.
Sebelum membudidayakan tawon madu cenara di pekarangan rumah, jelas Mutrofin, tawon-tawon madu cenara itu membangun sarangnya di atas pohon.
Dengan banyaknya tawon madu cenara yang dibudidayakan, lanjut Mutrofin, juga mampu mendatangkan wisatawan ke desanya. Sebab, banyak kelompok wisata yang datang dan ingin mencicipi makan madu langsung dari kotak sarangnya.
"Sensasinya asyik kalau makan di sini, dan bisa menyaksikan panennya. Jadi, kepercayaan kita nomor satukan. Misalnya orang yang beli itu percaya madu asli itu harganya mahal, dan kita tidak berani untuk menjual madu yang dikemas. Ini jenis madu rambutan, dan tawonnya dari jenis cerana. Biasanya, tiga bulan baru panen," kata Mutrofin saat ditemui belum lama ini.
Sementara, jelas Mutrofin, untuk pemasaran produk madu beserta sarangnya dijual ke wilayah Kabupaten kebumen dan Purwokerto. Bahkan, pihaknya juga memenuhi permintaan sampai ke Sulawesi.
"Penjualannya dengan menggunakan jejaring media sosial, mas. Tapi kami tidak jual madu botolan," pungkasnya. (K-08)

Modena Kenalkan Blender Bagi Penyuka Hidup Sehat

Seorang pengunjung memerhatikan penjaga stan Modena yang meng-
olah bahan makanan dengan vacuum blender terbaru.
Semarang-Masyarakat modern sekarang ini, mulai banyak yang menerapkan pola hidup sehat. Sehingga, kualitas asupan gizi yang seimbang untuk mendukung pola hidup sehat.
Modena Branch Manager Semarang Mochammad Alwi mengatakan budaya hidup sehat sekarang ini sedang tren di kalangan masyarakat, ditangkap pihaknya untuk menghadirkan produk home appliances yang sesuai. Masyarakat bisa menerapkan gaya hidup sehat, dan mengolah makanan sehat dengan peralatan pendukungnya. 
Lewat Vacuum Blender Modena seri VB 1530 V ini, jelas Alwi, konsumen bisa membuat beraneka macam jus buah hingga makanan pendukung air susu ibu (ASI). Nutrisi bahan yang diblender menggunakan VB 1530 V, akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan blender biasa.
"Vacuum blender ini dijual di harga Rp2,9 juta-Rp3,2 juta per unitnya. Pasarnya memang menengah ke atas, dan kedua adalah orang-orang yang peduli dengan kesehatan. Karena memang, segmen pasarnya yang lebih mengarah ke hidup sehat," kata Alwi di sela menggelar Cooking Demo Culinaria di Atlanta Electronics Semarang, Jumat (23/8).
Lebih lanjut Alwi menjelaskan, banyak keuntungan dari produk VB 1530 V ini yang cepat menghilangkan udara untuk mengurangi oksidasi pada percampuran ruang hampa. Jika biasanya minuman campuran dari blender biasa akan pecah dan berubah warna, namun tidak dengan VB 1530 V.
"Kelebihannya cukup banyak sekali, yang pertama adalah karena di situ ada vacuumnya. Jadi, sebelum dilakukan proses blender itu divacuum dulu supaya hasilnya lebih maksimal. Jadi, kandungan vitaminnya tidak akan berkurang sampai 36 persen dan warnanya sama dengan buah aslinya," pungkasnya. (K-08)

Tingkatkan Kemampuan Keselamatan, Bandara Ahmad Yani Gslar ARFF Smart Challenge

Seorang personel di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani dilatih
kemampuannya memindahkan roda yang berukuran cukup besar.
Semarang-Dalam rangka meningkatkan keselamatan penerbangan, PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menyelenggarakan ARFF Smart Challenge di areal gedung fire station bandara, kemarin. Kegiatannya meliputi physical, knowledge, team work dan skill para personel.
PTS. General Manager Agus Sina mengatakan setiap personel di bandara menampilkan keterampilan dan ketangkasan yang dimiliki, di antaranya adalah memindahkan ban kendaraan PKP-PK, halang rintang dan rakit BA Set serta gelar gulung selang.
Agus menjelaskan, dengan dilaksanakannya kegiatan ARFF Smart Challenge ini bisa membuat setiap anggota tim ARFF semakin kompak. Sebab, kebersamaan dan keselamatan adalah kunci dari keberhasilan sebuah tim dalam penanggulangan suatu keadaan darurat.
"Selain melatih knowledge, kegiatan ini juga diharapkan bisa memerkenalkan keberadaan ARFF kepada seluruh jajaran yang ada di bandara. Tahu tentang fungsi dan tugas ARFF," kata Agus.
Lebih lanjut Agus menjelaskan, ARFF Smart Challenge dilaksanakan juga dalam rangka persiapan di tingkat nasional yang akan diselenggarakan pada September mendatang.
"Besar harapan kami, kegiatan ini bisa mengasah kemampuan soft skill dan hard skill personel ARFF. Sehingga, mampu memersiapkan personel dan fasilitas yang handal," jelasnya.
Airport Security and Safety Senior Manager Dedy Sri Cahyono menambahkan, guna memerkuat dan meningkatkan koordinasi terkait pelaksanaan prosedur dan langkah-langkah keamanan penerbangan, pihaknya memang secara rutin melaksanakan Koordinasi Airport Security Committee Meeting. Tujuannya, untuk memastikan keamanan di wilayah bandara.
"Kegiatan Airport Excellence in Security ini bertujuan memberikan bantuan bagi anggota Airport Council International, untuk meningkatkan standar keamanan dan kepatuhan sesuai dengan standar ICAO. Selain itu, kegiatan ini bisa mengembangkan rencana manajemen risiko dan strategi mitigasi terhadap pencegahan gangguan keamanan di wilayah bandar udara," ujar Dedy. (K-08)

Jumat, 23 Agustus 2019

DPRD Jateng Sebut Penurunan Kemiskinan Tidak Hanya Bicara Soal Angka

Yudi Indras Wiendarto
Anggota Komisi E DPRD Jateng
Semarang-Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, hingga Maret 2019 warga miskin di Jawa Tengah berkurang lebih dari sejuta orang. Artinya, dari Maret 2014 sampai Maret 2019 penurunan kemiskinan mencapai 1,093.220 jiwa.

Anggota DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto mengatakan penurunan angka kemiskinan, tidak sekadar berbicara soal angka yang telah dicapai. Namun, melalui program-program atau pendekatan kepada masyarakat secara berkesinambungan.

Yudi menjelaskan, apa yang dianggap sebagai capaian pemerintah provinsi memang patut diapresiasi. Terlebih lagi, masa kepemimpinan Ganjar Pranowo kedua ini sudah mengarah kepada kesejahteraan masyarakat. 

Namun demikian, lanjut Yudi, capaian keberhasilan penurunan kemiskinan jangan hanya seputar angka saja. Penurunan kemiskinan di daerah-daerah zona merah kemiskinan, harus bisa dikerjakan secara masif untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau kita bicara kemiskinan dan penurunan angka kemiskinan, sebenarnya jangan hanya selalu berpegang pada angka. Karena kalau kita bicara kemiskinan dan penurunan angka kemiskinan, ini dinamis. Ada yang tadinya miskin, mungkin dengan treatment pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten itu sekarang mulai naik. Tetapi, ada juga yang hampir sekarang jadi miskin. Atau kemarin belum miskin, sekarang jadi miskin," kata Yudi, Jumat (23/8).

Yudi lebih lanjut menjelaskan, dalam upaya mengurangi kemiskinan di Jateng diperlukan program pemberdayaan masyarakat. Yakni, melalui variabel-variabel yang bisa diukur dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Kebijakan yang nyata dari pemerintah, melalui kebijakan anggaran," jelasnya.

Terpisah, Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan jika sejak menjabat sebagai gubernur Jateng pada September 2013 lalu penurunan angka kemiskinan selalu tinggi setiap tahunnya. Bahkan, pada 2018, Jateng menjadi provinsi dengan penurunan angka kemiskinan terbaik secara nasional.

"Yang bilang dari BPS. Kalau untuk sektor pendidikan, kami juga berhasil memberikan insentif kepada guru ngaji dan gaji guru honorer setara UMK," ucap Ganjar. (K-08)

Pemprov Jateng Siapkan Dana Rp1 Triliun Untuk Sekolah Gratis

Gubernur Ganjar Pranowo saat menerima kedatangan tamu-tamu cilik
di ruang kerjanya, belum lama ini.
Semarang-Pendidikan gratis yang digadang-gadang Pemprov Jawa Tengah, akan segera diwujudkan. Semua anak miskin yang ada di provinsi ini, akan mendapatkan pendidikan gratis pada tahun depan.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pemprov akan meningkatkan anggaran pendidikan hingga Rp1 triliun lebih, untuk menggratiskan biaya sekolah bagi siswa miskin. Saat ini, konsep sekolah gratis sedang dipersiapkan programnya.

Ganjar menjelaskan, pemprov akan menjamin anak-anak yang tidak mampu bisa mendapatkan pendidikan melalui sekolah gratis. Program sekolah gratis itu, akan dimulai pada 2020 mendatang.

Menurutnya, sekolah gratis yang digadang-gadang pemprov akan memprioritaskan kepada siswa miskin. 

"Kita akan menjamin setidaknya mereka yang miskin, kita pastikan sekolahnya gratis. Kira-kira dananya Rp1 triliun lebih sedikit. Dan saya berharap, yang tidak mampu prioritas dulu. Mosok siswa yang mampu dibantu dulu, kan ya tidak mungkin. Dan soal gurunya, bandingkan sama Jawa Timur dan Jawa Barat. Gurunya sudah UMK belum? Jawa Tengah sudah UMK semua," kata Ganjar, belum lama ini.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, Pemprov Jateng akan memerbaiki kualitas pendidikan tidak hanya pada siswanya saja tetapi juga tenaga pendidiknya.

"Anggaran pendidikan yang ditambah itu juga untuk mendukung program pemerintah, untuk memfavoritkan semua sekolah di Jawa Tengah. Sekolah-sekolah pinggiran dan sekolah di perkotaan, nanti sarana prasarananya akan setara," jelasnya.

Ganjar menyatakan, antara sekolah di daerah pinggiran dan perkotaan akan mendapatkan fasilitas yang sama. Mulai dari fasilitas perpustakaan, sampai pada akses sarana teknologi dan informasinya. (K-08)

BKIPM Terus Pantau Sumber Daya Ikan Indonesia Dari Upaya Penyelundupan

Petugas BKIPM Semarang dibantu Ditpolair Polda Jateng bersiap me-
lakukan penglepasliaran benih Lobster di Perairan Karimunjawa.
Semarang-Upaya penyelundupan ikan Indonesia masih terus terjadi, dan merugikan negara karena nilai dari penyelundupan itu cukup besar. Misalnya benih Lobster yang diselundupkan sejak 2015 sampai Juni 2019, nilai potensi kerugiannya bisa mencapai Rp1,37 triliun.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rina mengatakan kasus penyelundupan sumber daya laut Indonesia, terutama ikan masih terus terjadi. Padahal, sosialisasi dan operasi pengawasan terus dilakukan pemerintah.

Rina menjelaskan, para pelaku penyelundupan ikan dan hasil perikanan laut bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. 

Menurutnya, kasus penyelundupan yang sering terjadi adalah penyelundupan benih Lobster dan disusul kepiting bertelur serta benih ikan Arwana.  

"Kita bisa gagalkan penyelundupan, karena ini kan sumber daya ikan, plasma nutfah Indonesia. Harus kita kembalikan ke alam. Tentu saja, kita akan memilih lokasi yang cocok untuk dia hidup dan aman. Jangan sampai kami lepas pagi, nanti sore ada yang ngambil. Kita pilih lokasi yang ada pengawasannya, cocok untuk dia berkembang dengan baik dan masyarakatnya mau sama-sama menjaga," kata Rina, baru-baru ini.

Lebih lanjut Rina menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan patroli rutin dan pengawasan yang ditingkatkan. Sehingga, kasus penyelundupan tidak lagi terjadi.

Sementara, terkait dengan kelestarian sumber daya ikan, pihaknya menjalankan program sestocking di setiap unit pelaksana teknis (UPT) di seluruh wilayah di Indonesia. 

Belum lama ini, jelas Rina, pihaknya sudah menyebar benih-benih ikan di sejumlah waduk. Tujuannya, untuk mengoptimalkan kembali sumber daya ikan. Terutama ikan lokal.

"Bulan kemarin kita restocking 1,2 juta benih ikan lokal di Waduk Sremo, Kulon Progo, Yogyakarta. Terus di Semarang, juga restocking 300 ribuan ikan Tawes. Di Waduk Riam Kanan Kalimantan Selatan kita restocking 180 induk ikan Arwana Red Banjar," tandasnya. (K-08)

Kamis, 22 Agustus 2019

BMW Seri 3 Kembali Hadir Sapa Pecinta Otomotif di Semarang

Sejumlah pengunjung sedang mengamati sedan BMW Seri 3 di diler
Astra International Karangayu Semarang, Kamis (22/8).
Semarang-BMW sebagai salah satu produsen mobil premium, akan mengembalikan antusiasme para konsumen dari gempuran tren mobil SUV. Lewat BMW All New Seri 3, pecinta mobil sedan akan diajak nostalgia dengan kejayaan Seri 3.

BMW Sales Operation Manager PT Astra International Teguh Widodo mengatakan pasar mobil sedan premium, akan bisa menjadi tulang punggung bagi BMW kembali. Sebab, Seri 3 merupakan kendaraan paling ikonik.

Teguh menjelaskan, sebagai legenda, BMW Seri 3 merupakan inti dari jajaran kendaraan brand yang telah terjual lebih dari 15 juta unit di seluruh dunia. Karena, BMW Seri 3 generasi pertama lahir pada 1975 silam. 

Menurutnya, BMW tetap optimistis jika kelas sedan premium tetap bisa diterima pasar otomotif di Semarang dan sekitarnya.

"Harapannya, memang dengan kita keluarkan yang terbaru ini bisa makin mendongkrak lagi market share di Semarang khususnya dan Jawa Tengah-Yogya pada umumnya. Itu yang kita harapkan, karena selama ini Seri 3 ini dia market share untuk di internal BMW-nya kontribusinya kurang lebih 30-35 persen. Kalau Semarang, market share BMW itu bisa sampai 50 persen disusul Solo dan Yogya," kata Teguh saat mengenalkan BMW All New Seri 3 di Semarang, Kamis (22/8).

Teguh lebih lanjut menjelaskan, penjualan mobil BMW berbagai varian di wilayah Jateng setahun rerata mencapai 100 unit kendaraan.

"Seri 3 ini pasarnya 35 persen, kemudian disusul Seri X1 sekitar 30 persen dan sisanya berbagi antara Seri 5, X3, X5 dan Seri 7. Terakhir, kami kirim unit ke salah satu konsumen di Semarang itu yang membeli Seri 7 seharga Rp4,4 miliar," tandasnya. (K-08)