|

Rumah Subsidi Banyak Tak Laku, Pengembang Upgrade Jadi Rumah Komersial

Seorang penjaga stan perumahan melayani pengunjung di atrium Mal
Paragon Semarang.
Semarang-Ketua Property Expo Semarang Dibya Hidayat mengatakan pengembang rumah subsidi atau FLPP mengeluhkan, karena kuota untuk FLPP sudah habis sejak Agustus 2019 kemarin. Padahal, stok rumah murah yang ada di pengembang masih cukup banyak dan siap jual ke calon pembeli.

Dibya menjelaskan, keluhan dari para pengembang rumah subsidi belum mendapat tanggapan dari pemerintah. Karena kuota kredit FLPP dari pemerintah sudah habis, mengharuskan pengembang menghentikan jualan dan berhenti membangun rumah murah. Ditambah lagi, pihak perbankan juga tidak mau bekerja sama kepada pengembang yang saat pembangunan rumah murah tidak mengambil kredit konstruksi di tempatnya. 

Oleh karena itu, lanjut Dibya, jalan yang ditempuh para pengembang rumah FLPP adalah melakukan upgrade produk jualannya. Yakni, dengan meningkatkan spesifikasi bahan bangunan yang dipakai dan berpengaruh pada harga jual rumah setara dengan rumah menengah.

"Sekarang banyak yang diupgrade, terus dijual ke komersial. Tapi, tujuan dari FLPP tidak tercapai. FLPP kan ada batasan harganya, kalau sekarang diupgrade bangunannya jadi komersial tentu harganya berubah," kata Dibya di sela pembukaan pameran Property Expo Semarang VIII di Atrium Mal Paragon Semarang, Rabu (13/11).

Lebih lanjut Dibya menjelaskan, kondisi berbanding terbalik dengan akhir tahun kemarin karena selalu mencatatkan penjualan rumah lebih baik. 

"Sampai saat ini, teman-teman yang membangun rumah FLPP belum mendapatkan fasilitas FLPP lagi," tandasnya. (K-08)

Posted by kilas9.com on Jumat, November 15, 2019. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

0 komentar for "Rumah Subsidi Banyak Tak Laku, Pengembang Upgrade Jadi Rumah Komersial"

Leave a reply

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added