Jumat, 22 Maret 2019

Soal Kematian Hiu Karimunjawa, Kapolda: Kita Tunggu Hasil Laboratorium 15 Hari Lagi

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono bertanya kepada anggota yang
siap mengamankan pelaksanaan kampanye terbuka Pemilu 2019.
Semarang-Kematian ratusan hiu yang ada di penangkaran Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa sampai saat ini masih menimbulkan tanda tanya dan misteri. Pihak kepolisian juga masih bergerak, untuk melakukan penyelidikan guna menentukan penyebab kematian ikan-ikan tersebut.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan jajarannya sudah menurunkan tim khusus, gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng dan Polres Jepara. Termasuk, tim Labfor Cabang Semarang.

Menurutnya, kepolisian telah mengambil sampel darah dan juga daging dari ikan hiu yang mati serta air kolam dan air laut sekitar kolam. 

Condro menjelaskan, sampel tersebut sudah diperiksa di laboratorium dan hasilnya baru bisa diketahui 15 hari kemudian. Sehingga, nantinya bisa diketahui apakah benar ikan-ikan mati diracun atau tidak.

"Hasil lab akan keluar kurang lebih 15 hari lagi. Kemarin hasil lab dari Jepara, tapi belum bisa dan dikirim ke Yogya. Tim labfor juga sudah dikirim ke sana. Langkah awal kita adalah melakukan klarifikasi kepada pemilik penangkaran itu, izin-izin penangkaran ada atau tidak sedang kita klarifikasikan," kata kapolda, Jumat (22/3).

Condro lebih lanjut menjelaskan, pihaknya akan bekerja maksimal di dalam mengungkap kasus kematian ratusan ikan hiu di penangkaran Karimunjawa tersebut.

Sementara, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengaku akan merangkul masyarakat di Karimunjawa, terutama para pemilik penangkaran hiu. Sehingga, kasus serupa tidak terjadi lagi.

"Maka kita mengimbau kepada pengelola penangkaran hiu, untuk selalu menjaga keamanan. Itu yang pertama. Yang kedua, bagaimana wisatawan tertarik datang, tapi ada ketaatan hukum dari pemilik penangkaran. Jadi, kita dorong supaya mereka bisa taat hukum dan mengurus izinnya," ujar Yasin.

Diwartakan sebelumnya, sebanyak 110 ekor ikan hiu dan puluhan ikan jenis lainnya mati mendadak di penangkaran Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, Kamis (7/3). Penjaga kolam menemukan ratusan ikan sudah mati mengambang di kolam. (K-08)

Polisi Tangkap Pelaku Pengrusakan Tempat Ibadah di Banyumas

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono memberi ucapan semangat ke
personel TNI yang akan membantu tugas kepolisian menjaga Pemilu
2019 tetap aman dan kondusif.
Semarang-Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan jajarannya sudah menangkap pelaku pengrusakan, yang terjadi di Desa Buniayu, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Kamis (21/3) kemarin. Saat ini, polisi masih memeriksa intensif pelaku pengrusakan tersebut.

Menurutnya, dari pemeriksaan sementara terhadap pelaku yang diduga melakukan pengrusakan itu ada dugaan mengarah ke gangguan kejiwaan.

Condro menjelaskan, pihaknya juga telah membawa pelaku ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan pemeriksaan intensif. Terutama, untuk memastikan kejiwaan pelaku apakah memang terganggu atau tidak. 

"Ya itu sudah terungkap. Tadi malam sudah tertangkap pelakunya yang melakukan penebangan pohon di pondok, dan mengacak-acak pondoknya. Itu motifnya adalah pelakunya ingin mondok di sana. Saat ini sedang didalami psikologisnya, karena kelihatannya ada istilahnya 4.4. Masih dicek di rumah sakit jiwa," kata kapolda, Jumat (22/3).

Lebih lanjut Condro menjelaskan, masyarakat tetap diminta tidak mudah terprovokasi dengan kasus tersebut dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

Diketahui, pada Kamis (21/3) dini hari terjadi peristiwa pengrusakan di dalam Masjid Daarussalam Desa Buniayu, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. Dari keterangan saksi menyebutkan, keadaan di dalam masjid kondisinya kotor dengan tanah dan karpet masjid dibuang di pinggir jalan. Sementara, ditemukan banyak sandal di tempat imam.

Polres Banyumas mencatat, ada enam titik lokasi pengrusakan selain di Masjid Daarussalam. Yakni di kebun milik Pondok Pesantren Miftahul Falah, serta beberapa tempat lainnya. 

Akibat dari aksi pengrusakan tersebut, sebanyak 23 pohon jati, durian dan albasia milik ponpes ditebang. (K-08)

Polda Jateng Prioritaskan Pengamanan Wilayah Solo Raya Selama Kampanye Pemilu 2019

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI M. Effendi (kiri) bersama Kapolda
Jateng Irjen Pol  Condro Kirono memeriksa pasukan pengamanan yang
akan diterjunkan di kampanye terbuka Pemilu 2019, Jumat (22/3).
Semarang-Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan masa kampanye rapat umum terbuka dimulai pada 24 Maret hingga 13 April 2019, sehingga partai politik (parpol) diperbolehkan melakukan mobilisasi massa ke lokasi kampanye.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan salah satu tahapan Pemilu 2019 yang menjadi perhatian pengamanan, adalah kampanye rapat umum terbuka. Hal itu dikatakan kapolda usai memimpin apel gelar pasukan di Lapangan Simpang Lima Semarang, Jumat (22/3).

Menurutnya, karena tahapan kampanye rapat umum terbuka sudah dimulai, maka pihaknya harus melakukan antisipasi pengamanannya.

Condro menjelaskan, jajarannya akan mengerahkan 23 ribu lebih personel dengan dibantu 12 ribu lebih personel dari Kodam IV/Diponegoro. Sebab, pengamanan kampanye pemilu tahun ini akan berbeda dan menyita perhatian serta tenaga. Karena, kampanye rapat umum terbuka akan dilakukan setiap dua hari sekali.

Khusus pengamanan kerawanan wilayah, lanjut kapolda, akan diprioritaskan di wilayah Solo Raya, Banyumas dan juga Kedu.

"Jawa Tengah masuk kategori wilayah yang aman. Namun, dari situasi yang aman tersebut, kami tidak under estimed. Kita melihat dinamika kampanye yang sudah berjalan intensif, dan kegiatan paling banyak di Solo Raya. Jadi, kami tempatkan wilayah Solo Raya sebagai perhatian," kata kapolda.

Lebih lanjut Condro menjelaskan, jajarannya siap mengamankan setiap pelaksanaan kampanye rapat terbuka di wilayah Jateng. Terutama, yang mengerahkan massa dengan jumlah besar.

"Kalau konsentrasi massa di lapangan terbuka itu menyesuaikan aturan di masing-masing daerah. Jika bupati/wali kota melarang tempat umum di daerah yang berpotensi kerusakan, harus ditaati. Kayak di Simpang Lima kan tidak boleh dipakai, sesuai aturan pak wali kota," jelasnya.

Terpisah, Wakil Gubernur Taj Yasin meminta masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu yang bisa memecah belah persatuan. Terutama, tiga hari menjelang hari pemungutan suara.

"Kita yakin Jawa Tengah aman dan tenang. Tapi, kita tidak perlu resah dan mari kita jaga iklim kondusif," ujar Yasin. (K-08)