Senin, 29 April 2019

Jateng Tawarkan Energi Gas Alam Bagi Investor Yang Akan Masuk

President Director Pertamina Gas Wiko Migantoro (tengah) menjelas-
kan tentang kesiapan infrastruktur jaringan pipa gas di wilayah Jawa
Tengah.
Semarang-Para calon investor yang akan berusaha di Jawa Tengah, sebentar lagi akan memiliki pilihan energi bagi pabriknya. Yakni, dengan masuknya jaringan pipa gas dari Petragas Niaga dan Pertamina Gas ke wilayah Jateng.

Kepala Dinas ESDM Jateng Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan selama ini, para pengusaha di provinsi ini masih mengandalkan pasokan batu bara dalam berproduksi. Sebab, batu bara masih dianggap energi yang murah dan terjangkau bagi pengusaha.

Menurutnya, para pengusaha akan mendapatkan suplai energi gas alam yang dibangun Petragas Niaga dan Pertamina Gas akhir 2019 nanti.

"Untuk penggunaan gas di Jawa Tengah se-Pulau Jawa ini termasuk yang terbelakang. Kalau Jawa Barat, Surabaya dan Jakarta sudah oke. Kita berterima kasih karena Petragas sudah menyelesaikan pembangunan jaringannya 98 persen. Jangkauan awal ini akan mengarah ke seputaran Kota Semarang, timur ke Demak dan sampai Kudus. Kalau ke barat itu di Kendal," kata Sujarwanto, usai penandatanganan keyterm perjanjian jual beli gas antara Petragas Niaga dengan delapan industri di Jateng di Hotel PO Semarang, Senin (29/4).

Lebih lanjut Sujarwanto menjelaskan, dengan pasokan suplai gas alam dari Petragas Niaga dan Pertamina Gas ke Jateng akan membuat iklim investasi makin ke provinsi ini semakin terbuka. Pengusaha akan mendapat pilihan energi yang akan digunakannya, tidak hanya minyak dan batu bara tapi juga gas alam.

President Director Petragas Niaga Linda Sunarti menambahkan, pihaknya pada tahap awal nanti akan menyuplai kebutuhan gas bagi pengusaha di Jateng. Pihaknya juga akan menyediakan sarana infrastrukturnya berupa pipa dengan diameter 28 inci.

Saat ini, jelas Linda, pemenuhan gas yang dilakukan Petragas Niaga diperoleh dari Mother Station CNG di Jawa Timur. Sehingga, di tahap awal harga gas di Jateng akan lebih mahal bila dibanding di Jatim.

"Bahwa saat ini memang harga gas di Jawa Tengah itu saya akui cukup tinggi, di atas US$12. Kenapa? Karena kami menyupali menggunakan CNG dari Jawa Timur. Jadi, ada biaya kompresi gas dan biaya transportasi dari Surabaya, gresik ke Jawa Tengah. Ini yang membuat harga gas di Jawa Tengah cukup tinggi," jelas Linda.

Namun demikian, Linda menjamin jika harga gas di Jateng akan lebih murah dan sama dengan Jatim dalam beberapa waktu depan. Sebab, setelah pipa distribusi selesai dibangun maka harga akan menyesuaikan. (K-08)

Ganjar: Pemkab Kebumen Diminta Bisa Lakukan Reformasi Birokrasi Secara Utuh

Gubernur Ganjar Pranowo melantik Arif Sugianto sebagai Wakil
Bupati Kebumen yang baru, Senin (29/4)
Semarang-Pemkab Kebumen diharapkan bisa segera melakukan reformasi birokrasi, dan mencegah tindakan pelanggaran hukum yang bisa berujung pada masalah pidana. Hal itu dikatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketika melantik Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugianto, Senin (29/4).

Ganjar Pranowo mengatakan sebagai wakil bupati yang baru, maka Arif Sugianto harus bisa memerankan diri untuk melakukan tugas-tugas reformasi birokrasi di wilayahnya. Terlebih lagi, latar belakang Arif Sugianto yang merupakan anggota Polri bisa menjadi modal ikut menata Kebumen.

Menurutnya, dengan latar belakang pensiunan polisi itu juga bisa memberikan pemahaman hukum kepada jajarannya. Sehingga, tidak ada pejabat atau aparatur sipil negara (ASN) di Kebumen yang terjerat kasus hukum.  

"Ada yang bagus saya kira, saya pesankan kepada beliau. Pak Arif ini polisi. Dia punya pengalaman di bidang penegakan hukum yang bagus, sehingga kalau dia sebagai wakil bupati harus memerankan diri melakukan reformasi birokrasi dan tugasnya sama dengan pak wagub. Maka beliau pas, dan bisa bercerita pengalaman, apa itu pelanggaran hukum dan bagaimana pencegahannya," kata Ganjar.

Lebih Lanjut Ganjar menjelaskan, Selain penataan reformasi birokrasi, wakil bupati yang baru juga harus bisa memetakan penanganan kemiskinan di Kebumen. Termasuk, pengembangan dan pendampingan pelaku UMKM di daerahnya.

"Lakukan dengan cepat, bersama pak bupati sama-sama membangun Kebumen," jelasnya.

Diketahui, Arif Sugianto terpilih sebagai wakil bupati Kebumen hingga 2021 mendatang setelah mendapat 41 suara di rapat paripurna DPRD setempat. Arif tercatat merupakan bendahara PCNU Kebumen, dan duduk sebagai komisaris sebuah perusahaan. (K-08)

Kapolda Sebut Setiap Hari Ada 6 Laka Lantas di Jateng

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono memeriksa kesiapan anggota
yang akan bertugas selama operasi simpatik digelar, Senin (29/4).
Semarang-Kesadaran berlalu lintas di masyarakat terus ditingkatkan aparat kepolisian, dan yang paling sering adalah dengan menggelar operasi lalu lintas. Menjelang bulan puasa ini, Polda Jawa Tengah kembali menggelar operasi simpatik keselamatan berlalu lintas mulai 29 April sampai 12 Mei 2019.  

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan masalah keselamatan dan kecelakaan lalu lintas, menjadi perhatian semua pihak tidak hanya kepolisian tapi juga pemerintah daerah setempat. Sehingga, para pemangku kepentingan harus lebih bersinergi mengambil langkah-langkah bagaimana menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Menurut kapolda, kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi Jateng masih didominasi sepeda motor dan pengendara sepeda motor usia pelajar atau milenial paling banyak menjadi korban.

Condro menjelaskan, dengan digelar operasi simpatik ini ada harapan kesadaran masyarakat akan berlalu lintas bisa meningkat. Sehingga, rasa patuh berlalu lintas tidak hanya ketika ada petugas berjaga saja.

"Operasi ini mengedepankan tindakan-tindakan simpatik, yang bisa memberikan kesadaran kepada pengguna jalan untuk tertib berlalu lintaa. Tentunya juga, untuk mematuhi aturan-aturan lalu lintas dengan kesadarannya, dan meningkatkan disiplin berlalu lintas. Karena apa, untuk Jawa Tengah itu rata-rata setiap hari ada enam kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban ada enam orang meninggal dunia," kata kapolda

Lebih lanjut Condro menjelaskan, masyarakat juga diimbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang berlaku. Termasuk, saat masuk libur dan arus mudik balik Lebaran nanti.

"Sebentar lagi kita masuk Ramadan dan dilanjut Lebaran. Tentu ada Operasi Ketupat Candi 2019. Operasi pengamanan Lebaran dari sekarang harus betul-betul diperhatikan, angkutan-angkutan Lebaran akan menjadi target operasi dan dicek kesiapan laik jalannya," pungkasnya. (K-08)