Minggu, 02 Juni 2019

Jelang Lebaran, BI Minta Masyarakat Jateng Waspadai Peredaran Uang Palsu

Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Soekowardojo menunjukkan uang
pecahan yang biasa dicari masyarakat saat Lebaran.
Semarang-Menjelang Hari Raya Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu. Terutama, yang memanfaatkan kelengahan masyarakat dalam rangka memersiapkan kebutuhan Lebaran.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Soekowardojo mengatakan peredaran uang palsu di tengah masyarakat, bisa ditemukan di momentum-momentum tertentu. Selain momentum pesta demokrasi, juga perayaan hari-hari keagamaan dimanfaatkan para pengedar uang palsu untuk beraksi.

Menurutnya, sepanjang Januari hingga April 2019 kemarin pihaknya mendapatkan 1.029 lembar uang palsu. Kebanyakan adalah pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu.

Soekowardojo menjelaskan, masyarakat terutama para pedagang bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu itu. Di antaranya, dengan selalu melakukan pengecekan uang yang diterima dari pembeli ketika melakukan transaksi.

"3 D itu penting. Dilihat, diraba dan diterawang. Lakukan transaksi di tempat terang jangan di malam hari, serta jangan terburu-buru. Kalau kita sudah dapat uang palsu, maka kita yang rugi karena uang palsu tidak bisa ditukarkan di perbankan," kata Soekowardojo belum lama ini.

Soekowardojo lebih lanjut menjelaskan, apabila melakukan transaksi dengan nominal besar, maka disarankan menggunakan transaksi nontunai atau via transfer. Selain itu, menghindari melakukan transaksi jual beli pada malam hari.

"Yang tidak kalah penting adalah penukaran uang di pinggir jalan tuh, kan banyak ketika momen Lebaran kayak gini. Kita sarankan jangan menggunakan jasa mereka, siapa tahu jumlahnya tidak pas atau malah terselip uang palsu. Yang rugi tentu saja masyarakat sendiri," jelasnya.

Perbankan khususnya BI, lanjut Soekowardojo, tidak bisa melayani penukaran uang palsu meskipun alasannya menjadi korban penipuan.

"Bank Indonesia hanya melayani penukaran uang yang kondisinya rusak, dan keutuhan uang lebih dari 75 persen. Jadi, kalau punya uang sobek di pinggir tukarkan saja di BI," pungkasnya. (K-08)

Ganjar Doakan Ibu Ani Yudhoyoni Bersama Pemudik

Gubernur Ganjar Pranowo ketika memimpin upacara Hari Pancasila di
TMII dan mengajak pemudik asal Jateng mendoakan Ani Yudhoyono.
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku terkejut mendengar kabar meninggalnya Ani Yudhoyono, istri dari Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (1/6) kemarin. Padahal, sebelum melepas puluhan ribu pemudik asal Jateng di Museum Purna Bhakti Pertiwi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta sempat mengajak pemudik untuk mendoakan Ibu Ani Yudhoyono tersebut.

Ganjar Pranowo mengatakan dirinya sudah melakukan komunikasi dengan rekan-rekan dan juga kerabat di Jakarta, namun belum sempat menghubungi Agus Harimurti Yudhoyono dan juga Edhi Baskoro Yudhoyono.

"Saya terkejut, ini lagi nonton televisi ada breaking news. Padahal, pagi saya melepas pemudik itu juga mendoakan untuk Ibu Ani untuk kesembuhan. Ternyata, Tuhan berkata lain," kata Ganjar.

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, pihaknya akan datang untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Ani Yudhoyono.

Diwartakan sebelumnya, Ani Yudhoyono sejak Februari 2019 dirawat di National University Hospital, Singapura karena sakit kanker darah. Dalam beberapa hari terakhir, kondisi Ani Yudhoyono menurun. Hingga pada Sabtu (1/6) istri dari Presiden Indonesia ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono itu tutup usia pukul 10.50 waktu setempat. (K-08)

Ganjar Lepas 213 Bus Mudik Gratis Dari TMII

Gubernur Ganjar Pranowo saat melepas keberangkatan pemudik dari
TMII Jakarta, kemarin.
Semarang-Sebanyak 213 bus mudik gratis yang disiapkan Pemprov Jawa Tengah dan 35 kabupaten/kota serta Bank Jateng berangkat dari Museum Purna Bhakti Pertiwi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu (1/6) kemarin. Ratusan bus mudik gratis yang disediakan itu, memberangkatkan 10.781 pemudik asal Jateng.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pendaftaran mudik gratis yang difasilitasi pemprov itu, sudah dibuka sejak 24 April 2019 di Jalan Prapanca II Nomor 11 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Program mudik gratis ini memang terus diadakan setiap tahun, dan merupakan hasil gotong royong antara pemprov dengan seluruh pemkab/pemkot di Jateng.

Menurutnya, dengan program mudik gratis ini akan mengurangi kepadatan di jalur pantura Jateng dan juga di jalan tol Trans Jawa. Karena, masyarakat tidak perlu menggunakan kendaraan pribadinya untuk mudik ke kampung halaman.

"Jadi, masyarakat Jawa Tengah di perantauan ini sangat guyub. Terutama di Jakarta, ikatan komunikasinya luar biasa. Setiap eks karesidenan itu mereka kompak dan saling tolong menolong. Maka, setiap tahun kita adakan mudik gratis ini dan antusiasmenya luar biasa," kata Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, mudik gratis yang difasilitasi pemprov tidak hanya menggunakan angkutan bus saja. Pemprov Jateng juga menyediakan mudik gratis dengan kapal laut dan kereta api.

Untuk kapal laut, jelas Ganjar, sudah lebih dulu tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (31/5) kemarin dengan membawa 1.900 pemudik beserta kendaraannya.

"Hari ini, saya juga melepas pemudik yang menggunakan kereta api dari Stasiun Senen. Saya akan ikut di rangkaian yang terakhirnya," pungkasnya. (K-08)