Sabtu, 15 Juni 2019

Mau Booking Service Mudah, Unduh Dulu Nasmoco Apps

Tampilan antar muka di Nasmoco Apps. 
Semarang-Ada banyak cara atau upaya yang dilakukan perusahaan otomotif dalam memberikan pelayanan lebih kepada masyarakat, tidak terkecuali Nasmoco Group. Yakni, dengan mengenalkan Nasmoco Web dan juga Nasmoco Apps kepada para pelanggannya.

Customer Relations and Marketing Communication Department Head Nasmoco Group Hari Setyawan mengatakan perkembangan teknologi informasi dewasa ini yang memberikan banyak kemudahan di berbagai aspek kehidupan manusia, menjadi pemacu pihaknya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan Toyota.

Menurutnya, kemajuan teknologi informasi yang berada di genggaman tangan sudah menjadi konsumsi sehari-hari bagi masyarakat hanya dengan gawainya.

Diler resmi Toyota di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, jelas Hari, memerkenalkan situs Nasmoco Web dan Nasmoco Apps yang berbasis aplikasi ponsel kepada masyarakat. Selain memberikan kenyamanan kepada pelanggan Nasmoco, web dan aplikasi tersebut juga memberi kemudahan sejumlah fasilitas yang bisa diakses para pelanggan di mana saja berada.

"Refreshment Nasmoco Web dan Nasmoco Apps sebagai salah satu bentuk komitmen Nasmoco di era digitalisasi, dengan kebutuhan pelanggan yang semakin beragam. Tampilan situs web www.nasmoco.co.id dan aplikasi Nasmoco Apps terbaru ini, didesain untuk memberikan kemudahan pelayanan sesuai kebutuhan pelanggan. Melalui Nasmoco Web dan Nasmoco Apps, pelanggan bisa mengetahui info terupdate dari Nasmoco. Misalnya price list, simulasi kredit, booking service, lokasi cabang Nasmoco di seluruh Jateng dan DIY, hotline Nasmoco Emergency Assistance (NEA), tips perawatan mobil hingga permintaan test drive unit Toyota terbaru," Hari di sela halal bihalal dengan media di Restoran Pesta Keboen Semarang, Jumat (14/6).

Lebih lanjut Hari menjelaskan, Nasmoco juga memberikan sejumlah keuntungan bagi pelanggan yang mengakses Nasmoco Web dan Nasmoco Apps untuk melakukan booking service. Yakni, pemilik Toyota tidak perlu antre saat servis kendaraannya hingga bermacam diskon.

"Pemilik mobil Toyota juga bisa menikmati diskon jasa sebesar 15 persen, diskon parts 7,5 persen dan voucher next service up to 20 persen. Sesuai semangat Lets Go Beyond Toyota, ke depan tentunya kami ingin memberikan pelayanan melebihi harapan pelanggan dengan selalu melakukan perbaikan ke arah lebih baik lagi," tandasnya. (K-08)

Soal Kasus Keracunan Masal di Wonogiri, Dinkes Jateng Masih Tunggu Hasil Lab

Yulianto Prabowo
Kadinkes Jateng
Semarang-Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan sampai dengan saat ini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium terkait kasus keracunan masal di Kabupaten Wonogiri akhir Mei 2019 kemarin. 

Pihaknya juga belum bisa memastikan, jenis kuman yang menyebabkan warga Wonogiri itu mengalami keracunan makanan secara masal. Namun demikian, sampel makanan dan sisa makanan sudah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.

Menurut Yulianto, pihaknya mencurigai keracunan itu akibat dari salah satu bahan makanan yang digunakan tidak bersih dan tidak berkualitas.

"Memang bahan yang dicurigai ini sudah kita temukan, namun demikian penyebab pastinya kita belum bisa pastikan. Sudah diperiksa laboratorium, tapi kita masih menunggu hasil penyelidikan selanjutnya apa karena kuman atau karena penyebab lainnya. Yang dicurigai ada bahan makanan yang tidak sehat, antara lain adalah acarnya itu yang dicurigai," kata Yulianto, Sabtu (15/6).

Lebih lanjut Yulianto meminta kepada masyarakat, agar mengolah makanan secara benar dan sesuai dengan kaidah kesehatan. Terutama, saat memasak dalam jumlah besar.

"Pilih bahan makanan yang berkualitas, bersih dan segar. Terus, saat mengolah juga harus diperhatikan higienitas makanan sebelum disajikan," jelasnya.

Diketahui, Dinas Kesehatan Wonogiri menetapkan kasus keracunan masal ayam kremes di Baturetno sebagai kejadian luar biasa (KLB). Tercatat, ada 93 warga yang menjadi korban dan satu di antaranya meninggal dunia.

Kasus keracunan masal itu bermula, saat acara kenduri memeringati 40 hari meninggalnya anggota keluarga Edi Mukhayat di Dusun Duwet Kidul, Desa Baturetno akhir Mei 2019 kemarin. Warga menyantap nasi kotak berisi menu ayam kremes, lalapan dan sambal. Selain itu juga ada snack sosis basah, kroket, lemper ketan, kerupuk dan jeruk. (K-08)

RFB Bidik Kalangan Menengah Atas Semarang Jadi Nasabah Potensial

Salah satu pimpinan Rifan Financindo Berjangka Kota Semarang saat
menjelaskan tentang prospek bisnis perdagangan bursa berjangka.
Semarang-Kepala Cabang Rifan Financindo Berjangka Semarang Mia Amalia Malepee mengatakan Kota Semarang merupakan kota kelima terbesar di Indonesia, diyakini memiliki potensi cukup besar sebagai lahan berinvestasi. Terutama, investasi di produk-produk berjangka.

Meskipun potensinya masih belum menandingi Jakarta dan Surabaya, jelas Mia, namun banyak calon nasabah potensial ada di Kota Semarang. Ditambah lagi, pertumbuhan ekonomi Kota Semarang juga cukup tinggi.

Menurutnya, calon-calon nasabah yang digaet perusahaan berjangka di Kota Semarang menyasar kalangan middle to up atau kalangan menengah ke atas.

Mia menjelaskan, dengan jumlah penduduk Kota Semarang yang mencapai sekira 1,5 juta jiwa dan bisa mengambil 10 persennya saja sebagai calon investor potensial, maka prospek menjanjikan bagi perusahaan berjangka menawarkan produknya. 

"Semarang merupakan kota yang potensial digarap, karena bagaimana pun Semarang adalah kota kelima terbesar di Indonesia. Jadi, potensinya cukup tinggi. Ditambah lagi, daya beli masyarakat dan juga kota pendukung cukup tinggi. Namanya daya beli, maka harus ada yang dibeli. Di sini (Semarang) tempat untuk belanja (mal) masih sedikit, sehingga animo untuk berinvestasi akan jauh lebih tinggi. Kota Semarang memang belum terlihat, tapi sebetulnya potensinya masih tersembunyi," kata Mia di sela edukasi media tentang seluk beluk dan potensi investasi produk derivatif index di perdagangan berjangka komoditi, Jumat (14/6).

Mia lebih lanjut menjelaskan, selain potensi pertumbuhan ekonomi Kota Semarang yang cukup baik, ternyata banyak calon pengusaha berminat membuka usaha atau bisnis. Hal itu didukung karena upah pekerja yang masih murah, sehingga keuntungan bagi pengusaha.

"Semarang menyimpan banyak potensi yang belum tergarap, dan banyak perusahaan berjangka mulai melirik Semarang untuk mengembangkan sayap bisnisnya," pungkasnya. (K-08)

Pengembangan Wisata Candi Borobudur Juga Perlu Libatkan Masyarakat Sekitar

Candi Borobudur ramai dikunjungi wisatawan.
Semarang-Dalam pengembangan kawasan wisata di Candi Borobudur, pemerintah sudah membentuk tim khusus yang melibatkan sejumlah instansi terkait. Baik dari kementerian terkait, maupun dari pemerintah daerah setempat.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Rudi Prawira mengatakan pihaknya terus berupaya, untuk menjadikan kawasan Candi Borobudur menjadi obyek wisata unggulan. Sebab, kawasan wisata Candi Borobudur merupakan satu dari empat destinasi pariwisata superprioritas nasional.

Menurutnya, pemerintah sangat serius menggarap Candi Borobudur sebagai destinasi wisata unggulan berskala dunia.

Rudi menjelaskan, saat ini pihaknya telah menyiapkan masterplan untuk pengembangan kawasan wisata Candi Borobudur. Dengan melibatkan masyarakat dan elemen lainnya di dalam membantu pengembangan kawasan Candi Borobudur sangat diperlukan, karena tidak hanya berbicara pembangunan infrastruktur saja tapi juga menyiapkan sumber daya manusia untuk menyambut dan melayani wisatawan yang datang.

"Kita bicara pariwisata tidak hanya bagaimana menyiapkan infrastrukturnya, bagaimana menarik orang untuk datang. Tapi, bagaimana menyiapkan masyarakat untuk betul-betul bisa melayani para wisatawan yang datang. Mendatangkan wisatawan kan perlu promosi yang bagus. Jadi, pariwisata itu satu potensi yang tidak akan bisa berkembang kalau tidak ada promosi yang bagus," kata Rudi, belum lama ini.

Lebih lanjut Rudi menjelaskan, selain infrastruktur dan SDM, promosi juga dianggap penting dalam pengembangan kawasan wisata Candi Borobudur. Sehingga, penataan dan pengembangan tidak hanya berpusat pada Candi Borobudur saja tapi juga kawasan di sekitarnya.

"Kawasan Joglosemar yang meliputi Yogyakarta, Solo dan Semarang menjadi sangat penting untuk pengembangan kawasan wisata Candi Borobudur," ujarnya.
Gubernur Ganjar Pranowo menyambut baik pelibatan masyarakat sekitar, dalam upaya pengembangan kawasan wisata Candi Borobudur. Sebab, dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai pendukung pariwisata sangat penting untuk kemajuan dunia usaha.

"Apabila masyarakat sekitar tidak memiliki kemampuan untuk mendukung pariwisata, maka akan sia-sia upaya mengembangkan kawasan Candi Borobudur. Beri pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat lokal, tentang bagaimana memberi pelayanan kepada wisatawan," ucap Ganjar. (K-08)

Kunjungan Wisatawan ke Jateng Naik 40 Persen Selama Libur Lebaran

Kadinporapar Jateng Sinoeng Rachmadi menyebutkan selama liburan
Lebaran kemarin jumlah kunjungan wisatawan naik 40 persen.
Semarang-Selama liburan Lebaran kemarin, banyak obyek wisata unggulan di Jawa Tengah yang ramai dikunjungi wisatawan. Terutama, wisatawan domestik yang kebanyakan merupakan pemudik.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jateng Sinoeng Rahmadi mengatakan banyak destinasi wisata di provinsi ini, yang ramai dipadati pengunjung atau wisatawan saat libur hari raya kemarin. Bahkan, mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang melebihi target.

Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan saat Lebaran kemarin mencapai 40 persen dibanding kunjungan saat hari biasa.

Sinoeng menjelaskan, sebelum masuk masa libur Lebaran dirinya sempat memerkirakan jika kenaikan jumlah kunjungan wisatawan Lebaran tahun ini sekira 25 persen. 

"Dari beberapa pantauan yang sudah kita lakukan di kabupaten/kota terutama destinasi unggulan di Jawa Tengah, misal di Solo, Magelang, Banyumas, Wonosobo dan Semarang mengalami peningkatan rata-rata melebihi dari target kami. Padahal, sebelum Lebaran atau pertengahan Ramadan kemarin kami memerkirakan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan lokal mencapai 25 persen dibanding hari biasa. Alhamdulillah, data sementara di tempat kami rata-rata di atas 40 persen," kata Sinoeng, Sabtu (15/6).

Lebih lanjut Sinoeng menjelaskan, kenaikan jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata di Jateng itu tidak lepas dari pembangunan infrastruktur. Yakni, akses jalan menuju obyek wisata.

"Selain itu juga, karena adanya perbaikan pelayanan di setiap destinasi wisata yang selalu kita pantau lewat media sosial. Misalnya soal tarif, boleh naik tapi wajar dan tidak sampai membebani wisatawan. Penjual kuliner atau makanan juga tidak lepas dari perhatian kami," jelasnya.

Menurut Sinoeng, kebanyakan wisatawan yang datang itu memilih destinasi wisata alam. Misalnya pegunungan, air terjun, pantai dan lainnya menjadi lokasi favorit.

Namun demikian, jelas Sinoeng, meski mengalami peningkatan jumlah pengunjung selama libur Lebaran, masih ada bahan evaluasi untuk perbaikan ke depannya. (K-08)