Rabu, 17 Juli 2019

Pemprov Sebut Daerah Timur di Jateng Paling Sedikit Curah Hujannya

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air dan Penataan Ruang
Jateng Eko Yunanto (kiri) menjelaskan peta kekeringan di sejumlah
kabupaten.
Semarang-Jawa Tengah ada beberapa daerah yang langganan kekeringan, setiap memasuki musim kemarau. Di antaranya Kabupaten Wonogiri, Rembang dan Grobogan. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Jateng Eko Yunanto mengatakan setiap memasuki musim kemarau, daerah-daerah langganan ini selalu mengalami kekeringan. Sehingga, warganya kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Menurutnya, rerata curah hujan di wilayah Jateng tidak lebih dari 70 milimeter. Kecuali daerah Baturaden di Banyumas, yang paling tinggi curah hujannya.

Yunanto menjelaskan, karena curah hujan yang tidak sama di sejumlah wilayah di Jateng itu menyebabkan ketidakseimbangan tampungan air di saat musim kemarau. Ditambah lagi, beberapa tahun ke belakang juga sedang terjadi perubahan iklim secara global. 

"Curah hujan kita paling tinggi adalah di sekitar Baturaden. Jadi, karakteristiknya kalau hujan lebih duluan sana dan kalau tidak hujan juga terakhir di sana. Kalau yang kurang beruntung ada di wilayah timur itu di Kabupaten Grobogan, Rembang dan Blora. Daerah itu memang hujan tahunannya relatif kecil dibanding lainnya. Variasinya adalah 750 milimeter sampai 2.500 milimeter per tahun," kata Yunanto di sela diskusi mengenai "Ayo Panen Air" di Hotel Noormans Semarang, Rabu (17/7).

Yunanto lebih lanjut menjelaskan, dengan curah hujan yang tidak merata di 35 kabupaten/kota di Jateng, maka perlu adanya upaya penanggulangannya. Terutama, untuk mengatasi kekeringan di masa kemarau.

Menurutnya, upaya pembuatan embung dan waduk di wilayah Jateng sudah dilakukan untuk menangkap dan menampung air hujan.

"Ada beberapa waduk yang sudah selesai dibuat tahun kemarin, misal Logung di Kudus. Tahun ini yang on progress ada di Karanganyar. Waduk dalam skala besar dan embung dalam skala kecil ini diperlukan, untuk menampung air hujan dan bisa digunakan di musim kemarau," jelasnya.

Dirinya juga berharap, masyarakat Jateng bisa memanfaatkan air hujan dengan membuat penampungan air di sekitar rumahnya. Sehingga, ketika masuk musim kemarau tidak kesulitan mendapatkan air. (K-08)

Kemenpora Siapkan Bonus Beasiswa Bagi Atlet Peraih Medali

Menpora Imam Nahrawi memberi penjelasan kepada media
terkait target juara umum di ASEAN School Games.
Semarang-Kementerian Pemuda dan Olahraga akan menyiapkan bonus khusus, bagi para atlet yang meraih medali di ASEAN School Games (ASG) XI 2019. Hal itu dikatakan Menpora Imam Nahrawi ketika memberi pembekalan kepada atlet di Patra Convention and Hotel, Rabu (17/7).

Imam Nahrawi mengatakan bonus yang disiapkan kepada para atlet ASG 2019, akan berbeda dengan atlet senior. Karena, atlet ASG 2019 masih berusia pelajar.

Menurutnya, bonus yang disiapkan bukan berupa uang tunai atau pekerjaan tetap di instansi pemerintahan sama dengan atlet senior.

Imam menjelaskan, bonus yang disiapkan itu berupa beasiswa untuk jenjang pendidikan lebih tinggi. Sehingga, atlet pelajar itu bisa terus meningkatkan jenjang pendidikannya lebih tinggi.

"Pada level pelajar itu tidak seperti level senior yang diberi bonus. Level pelajar itu apresiasinya belajar beasiswa di sekolah, atau penjenjangan lebih lanjut. Pemerintah akan menjaga mereka setelah ASEAN School Games ini. Pemerintah akan memberikan perhatian lewat pengiriman ke single-single event, baik level ASEAN, Asia dan dunia. Tentu, harus dibekali dengan pendekatan sain," kata Imam.

Imam lebih lanjut menjelaskan, para atlet yang berprestasi akan terus dikawal dan dipantau perkembangannya. Karena, pemerintah tidak akan lepas tangan terhadap para atlet muda berprestasi.

"Pemerintah akan memberikan perhatian lebih kepada mereka yang berprestasi. Misalnya, dengan mengikutkan atlet ke pertandingan tingkat dunia," jelasnya.

Imam berharap, para atlet yang masih berusia pelajar itu bisa menunjukkan prestasinya kepada seluruh warga Indonesia dan mengharumkan nama bangsa. (K-08)

Menpora Pesan ke Atlet Indonesia Berikan Terbaik Bagi Bangsa


Menpora Imam Nahrawi menerima rangkaian bunga dari atlet pelajar
usai pemberian pembekalan di Patra Convention and Hotel.
Semarang-ASEAN School Games (ASG) XI 2019 yang dilangsungkan di Kota Semarang, hari ini sudah mulai memertandingkan sejumlah cabang olahraga. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta kepada para atlet Indonesia, untuk bisa membawa nama baik bangsa dan mengharumkan Indonesia tanpa menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan.

Menpora Imam Nahrawi mengatakan para atlet maupun pelatih dan juga official Indonesia, bisa menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu-tamu ASEAN. Sehingga, untuk meraih kemenangan harus dengan cara yang sportif guna mencapai target juara umum. 

Menurutnya, para atlet yang merupakan pelajar dari sejumlah daerah di Tanah Air harus bisa menunjukkan semangat sportivitas dan jujur dalam bertanding. Termasuk, menjunjung tinggi rasa persaudaraan dengan sesama pelajar di kawasan Asia tenggara.

Imam menjelaskan, para atlet bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negaranya untuk menjadi juara umum di ASG 2019. 

"Tentu, kita betul-betul sudah menyiapkan diri sebaik mungkin lewat pelatnas yang sudah diselenggarakan kurang lebih setengah bulan di Semarang. Ditangani pelatih-pelatih yang handal, dan pernah menjadi juara dunia maupun Asia dan ASEAN. Saya berharap, momentum ASEAN School Games bisa menjadi pintu masuk bagi mereka untuk berkarir atau menapaki jenjang yang lebih tinggi lagi," kata Imam saat mengukuhkan dan melepas kontingen Indonesia di Patra Convention and Hotel Semarang, Rabu (17/7).

Lebih lanjut Imam menjelaskan, ASG 2019 merupakan langkah awal bagi para atlet muda untuk menjajaki tingkat lebih. Bahkan tidak mungkin, ASG 2019 bisa menjadi pintu masuk untuk menjadi juara dunia.

"Saya yakin, ASEAN School Games ini bisa menjadi pintu masuk bagi mereka. Jadi, terus berlatih sampai menjadi juara di olimpiade," jelasnya.

Diketahui, kontingen Indonesia terdiri dari 183 atlet dan 38 pelatih serta 20 official. ASG 2019 memertandingkan sembilan cabang olahraga di antaranya renang, atletik, tenis dan sepak takraw. (K-08)

Pertamina Tambah Elpiji Bersubsidi ke Wonogiri Secara Fakultatif

Guna mencegah kelangkaan elpiji bersubsidi di Wonogiri, Pertamina
menambah pasokan sebanyak 40.320 tabung pada bulan ini.
Semarang-Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV Andar Titi Lestari mengatakan pihaknya menjamin ketersediaan pasokan elpiji tiga kilogram, bagi warga di Kabupaten Wonogiri. 

Andar menyatakan, penambahan pasokan elpiji bersubsidi secara fakultatif sebanyak 40.320 tabung itu sebagai bentuk tindak lanjut dari isu kelangkaan di tengah masyarakat. 

Menurutnya, terbatasnya stok elpiji bersubsidi di wilayah Wonogiri lebih disebabkan karena permintaan masyarakat yang memang meningkat. 

"Kami telah menyiapkan tambahan yang sifatnya fakultatif, sebanyak 40.320 tabung pada periode 15-20 Juli ini. Sebagai contoh, hari Selasa kemarin diberikan penambahan 8.960 tabung dan ditambah alokasi normal sebanyak 24.080 tabung, Sehingga, total penyalurannya sudah mencapai 35.840 tabung," kata Andar, Rabu (17/7).

Lebih lanjut Andar menjelaskan, sebelumnya juga telah digelontorkan tambahan fakultatif elpiji tiga kilogram sebanyak 8.960 tabung. Sehingga, selama dua hari warga Wonogiri mendapat tambahan fakultatif sebanyak 17.920 tabung.

"Sebenarnya, alokasi normal untuk elpiji bersubsidi di Wonogiri adalah 649.040 tabung per bulannya. Pada bulan ini, Pertamina akan menyalurkan 689.360 tabung elpiji tiga kilogram untuk wilayah Wonogiri," jelasnya.

Andar menyatakan, Pertamina selalu siap untuk menyediakan kebutuhan elpiji bersubsidi bagi masyarakat. Karena, kebijakan penerapan distribusi elpiji bersubsidi berbeda dengan non-PSO. Sehingga, Pertamina mengikuti Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG. (K-08)