Sabtu, 27 Juli 2019

Hino Kenalkan Truk Hydrant Dispenser

Hino New Dutro 130 MDL, truk hydrant dispenser.
Semarang-Pesatnya perkembangan di dunia otomotif sekarang ini, memacu produsen untuk membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Salah satunya produk truk hydrant dispenser, yang digunakan untuk pengisian bahan bakar pesawat secara efisien melalui sistem hidran di bawah tanah.

Direktur Penjualan dan Promosi Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo mengatakan Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah memakai sistem dispenser, untuk pesawat yang akan mengisi bahan bakar. Pengisian BBM untuk pesawat tidak memakai mobil tanki (refuelling).

Menurutnya, melalui truk hydrant dispenser ini akan memudahkan pengisian BBM ke pesawat.

Santiko menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pertamina berkaitan dengan standar kualitas dan keamanan. Sehingga, pihaknya menghadirkan Hino New Dutro 130 MDL sebagai armada untuk pengisian bahan bakar pesawat yang memenuhi standar kualitas dan keamanan industri penerbangan internasional. 

"Hino Dutro 130 MDL sangat sesuai sebagai truk hydrant dispenser, dengan ruang kargo yang lebih panjang membuatnya bisa digunakan untuk beragam aplikasi dan daya angkut yang besar. Mesinnya bertenaga 130 PS/2.700rpm, dengan torsi maksimal hingga 38 kgm/1.800 rpm dan gross vehicle weight 7.5 ton," kata Santiko dikutip dari rilis.

Lebih lanjut Santiko menjelaskan, pihaknya juga memberikan edukasi dan pelatihan secara berkala kepada pengemudi truk bahan bakar Pertamina. Yakni berupa keamanan dalam mengemudi, dan perawatan kendaraan sehari-hari.

"Pelatihan diberikan kepada distributor bahan bakar Pertamina di antaranya Elnusa, Pertamina Patra Niaga dan Pertamina Aviasi. Pelatihan ini sebagai bentuk total support Hino yang tidak hanya menyediakan produk berkualitas, tapi turut mengembangkan SDM yang terlibat di dalamnya," tandasnya.

49 Penyelam Polda Jateng Dikirim Ikuti Manado Fiesta 2019

Para penyelam Polda Jateng sedang berlatih formasi rantai manusia di
kolam renang Manunggal Jati, Sabtu (27/7).
Semarang-Sebanyak 49 personel Polda Jawa Tengah terdiri dari13 personel polisi pria dan 36 polwan, akan mengikuti pemecahan rekor dunia menyelam di Pantai Megamas pada 1 Agustus di Manado Fiesta 2019. Para penyelam akan didampingi seorang rescue diver, dan dua tenaga kesehatan lapangan.

Dirpolairud Polda Jateng Kombes Pol Risnanto mengatakan persiapan untuk mengikuti kegiatan pemecahan rekor dunia menyelam itu, sudah dilakukan sejak jauh hari. Bahkan, para penyelam yang merupakan pemula dan polisi muda itu sudah mengantongi sertifikat menyelam.

Menurutnya, sebelum menuju ke Manado, para penyelam berulang kali melakukan pemantapan di perairan Karimunjawa Jepara dan kolam renang Manunggal Jati Semarang.

Risnanto menjelaskan, kegiatan penyelaman itu direncanakan akan memecahkan tiga rekor dunia sekaligu. Yakni penyelam terbanyak, rantai manusia berpegangan tangan di bawah air dan pembentangan bendera Merah Putih.

"Nanti mereka akan membentuk formasi di kedalaman sembilan meter 12 menit, untuk memecahkan rekor dunia penyelaman yang saat ini masih di angka 2.465 meter. Insya Allah kemungkinan akan diikuti lebih dari tigu penyelam. Para personel ini sudah dipersiapkan sejak dua bulan lalu, dan telah mengantongi sertifikasi penyelaman. Inisiatornya adalah ibu kapolri," kata Risnanto saat memantau persiapan para penyelam di kolam renang Manunggal Jati, Sabtu (27/7).

Risnanto lebih lanjut menjelaskan, sebagai perwakilan dari Polda Jateng dirinya meminta kepada para penyelam untuk memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negaranya. (K-08)

Jateng Siap Fasilitasi KPK Buat Perwakilan di Daerah

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah
Semarang-Pemprov Jawa Tengah akan memberikan fasilitasi bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk membuka perwakilannya di daerah. Sehingga, perwakilan KPK di daerah bisa melakukan mitigasi untuk upaya pencegahan tindak pidana korupsi.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan sejak dirinya memimpin Jateng pada 2013 lalu, sebenarnya sudah mengusulkan ada perwakilan KPK di daerah. Dengan adanya perwakilan KPK di daerah, akan sangat penting untuk melakukan mitigasi korupsi dan pemerintah daerah setempat juga bisa melakukan koordinasi supervisi pencegahan praktik korupsi.

Menurutnya, pencegahan praktik korupsi yang ada di Jateng tidak pernah berhenti dimitigasi. Tidak hanya kepala daerah yang sempat bersekolah antikorupsi di KPK, tetapi juga para pejabat struktural hingga eselon.

"Saya usulkan mesti ada perwakilan KPK di daerah, itu harus ada. Jawa Tengah siap memfasilitasi, minimal untuk proses-proses pencegahan dan supervisi pencegahan yang dilakukan. Kudus ini bagian yang saya ingatkan betul, karena Kudus ini unik. Bupati terpilihnya juga pernah mengalami hal serupa. Jadi, kalau begini ya residivis mengulang perbuatan yang sama," kata Ganjar, Sabtu di Wonosobo (27/7).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, khusus untuk OTT Bupati Kudus Thamzil merupakan tindakan memalukan dan bisa dikatakan perbuatan nekat. Padahal, kepala daerah sekarang ini diawasi delapan institusi dan masyarakat. 

"Bupatinya sekarang ini kan juga pernah mengalami hal serupa. Kalau seperti ini, dia jadi residivis," pungkasnya. (K-08)