Senin, 12 Agustus 2019

Pemprov Apresiasi Masyarakat Jateng Tak Gunakan Plastik Untuk Bungkus Daging Kurban

Panitia kurban Masjid Baiturrahman Semarang sedang menimbang da
ging kurban dan memasukkan ke wadah anyaman bambu.
Semarang-Pembagian daging kurban Idul Adha tahun ini tidak menggunakan plastik, mendapat apresiasi dari Pemprov Jawa Tengah. Sehingga, upaya pengurangan penggunaan plastik bisa ditekan.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari sejumlah panitia kurban lewat aplikasi media sosial, jika pembagian daging kurban tidak menggunakan plastik. Beberapa menggunakan wadah ramah lingkungan, semisal tempat yang terbuat dari anyaman bambu atau bungkus daun jati.

Menurutnya, imbauan tidak menggunakan plastik sebagai pembungkus daging kurban sebenarnya sudah diinformasikan jauh hari.

Ganjar menjelaskan, dengan menggunakan pembungkus ramah lingkungan selain dari plastik akan mendorong upaya pengurangan limbah plastik. Sehingga, ke depan tidak ada lagi pemakaian plastik di setiap momentum tertentu di masyarakat.

"Kita tidak menggunakan plastik. Maka mulai pakai besek atau daun, agar kita bisa mengurangi penggunaan plastik dengan baik. Kita mulai, dan hal yang kecil," kata Ganjar, kemarin.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, pemprov terus mengampanyekan gerakan bebas sampah plastik kepada masyarakat.

Sementara, di Masjid Baiturrahman Semarang panitia kurban menerima 15 ekor sapi dan seekor kerbau serta 24 ekor kambing. Untuk membagikan daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan, panitia menyiapkan lima ribu tempat makan dari anyaman bambu. (K-08)

Purnawirawan TNI/Polri Siap Kokohkan Nasionalisme Indonesia

Ketua Umum Bravo 5 Jend (Purn) Fachrul Razi siap merangkul semua
elemen untuk memerkokoh rasa nasionalisme.
Semarang-Purnawirawan TNI/Polri di wilayah pantura Jawa Tengah siap membantu pemerintah, untuk memerkokoh dan memerkuat rasa nasionalisme di tengah masyarakat. Karena, dengan nasionalisme yang kuat akan menjadikan modal dasar bagi bangsa Indonesia meraih kemajuan.

Ketua Umum Bravo 5 Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi mengatakan para purnawirawan TNI/Polri yang ada di tengah masyarakat, akan menggalang semua kekuatan dan komponen bangsa. Sehingga, Indonesia betul-betul menjadi negara yang maju dan sejajar dengan bangsa lainnya di dunia.

Menurutnya, para purnawirawan TNI/Polri ini memiliki pengalaman yang cukup di dalam merangkul seluruh potensi kekuatan di sekitarnya. Terutama, untuk meningkatkan rasa nasionalisme kebangsaan.

Fachrul menjelaskan, dengan memerkokoh rasa nasionalisme juga akan menangkal paham radikali yang marak akhir-akhir ini. 

"Yang paling utama kami kokohkan banget mengenai masalah nasionalisme. Nasionalisme belakangan ini kayaknya ada sedikit goyang, kita pahamlah. Itu adalah tugas teman-teman Bravo 5, untuk memersatukan nasionalisme. Kemudian, kita juga mencoba membantu di sektor pembangunan pertanian. Teman-teman juga mencoba memotorinya," kata Fachrul di sela Silaturahim Kebangsaan Menuju Indonesia Maju di Semarang, kemarin.

Lebih lanjut Fachrul menjelaskan, pihaknya mengajak seluruh elemen bangsa dan negara untuk melupakan Pemilu 2019 yang cenderung membuat masyarakat Indonesia terkotak-kotak. Bahkan, saling menghujat dan menjelekkan satu dengan yang lain.

"Sekarang saatnya bangkit dan melupakan, kita bangun bangsa Indonesia lebih baik lagi," jelasnya.

Ketua Bravo 5 Pantura Brigjend Pol (Purn) Tri Agus Heru Prasetyo menjelaskan, pihaknya siap merangkul semua elemen bangsa di wilayah Jawa Tengah. Utamanya, untuk persatuan dan kesatuan bangsa.

"Modal yang paling besar bagi bangsa kita adalah persatuan dan kesatuan," ucap Tri Agus. (K-08)

Dinas Peternakan dan PDHI Jateng Nyatakan Tidak Ada Temuan Daging Kurban Tak Layak Konsumsi

Kepala Dinakkeswan Jateng Lalu M Syafriadi (kanan) saat memeriksa
hewan kurban.
Semarang-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bekerja sama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Tengah I selama Hari Raya Idul Adha, menyebar dokter hewan ke 35 kabupaten/kota di provinsi ini. Tujuannya, untuk memantau dan memastikan hewan kurban sebelum dibagikan ke masyarakat dalam keadaan aman dan layak konsumsi.

Ketua Cabang PDHI Jawa Tengah I, Theresia Ana Ekawati mengatakan pengawasan tidak hanya dilakukan di rumah pemotongan hewan kurban, tapi juga ke sejumlah masjid di provinsi ini. Hal itu untuk memastikan daging kurban aman, sehat, utuh dan halal atau ASUH.

Menurutnya, dengan kondisi daging kurban layak konsumsi akan mencegah penularan penyakit dari hewan ke manusia.

"Untuk yang Jawa Tengah I ini ada 51 dokter hewan terjun ke lapangan. Sebelumnya, sudah dilatih tentang pemeriksaan hewan. Mereka menyebar di seluruh wilayah Jawa Tengah I. Sampai saat ini, semua masih aman dalam kondisi baik," kata Theresia, kemarin.

Theresia lebih lanjut menjelaskan, para petugas dokter hewan yang terjun ikut pengawasan itu sudah mendapat pelatihan tentang memerlakukan hewan kurban dengan baik.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng Lalu Muhammad Syafriadi menyatakan, setidaknya ada dua ribu petugas gabungan yang disebar ke sejumlah wilayah untuk memantau penyembelihan hewan kurban hingga proses pendistribusiannya.

"Pemotongan hewan kurban itu diawasi dengan benar, untuk menjaga kualitas dagingnya. Dari segi kesehatan dan keamanan juga tetap terjaga," ucap Lalu.

Lalu juga mengapresiasi masyarakat tidak lagi menggunakan plastik, untuk membungkus daging kurban. Karena, pemerintah sudah mengampanyekan menggunakan bahan ramah lingkungan. (K-08)

Dinporapar Jateng Segera Urus Sertifikasi GOR Jatidiri

Seorang pekerja terlihat sedang menyiram rumput di lapangan stadion
Jatidiri Semarang.
Semarang-Meskipun saat ini pekerjaan renovasi GOR Jatidiri sudah mencapai 80 persen, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah tidak ingin terburu-buru mengurus sertifikasi pusat olahraga terbesar di provinsi ini.

Kepala Dinporapar Jateng Sinoeng Rachmadi mengatakan pekerjaan renovasi GOR Jatidiri sudah dimulai pada 2016, dan saat ini pekerjaan terus berjalan hingga 2020 akhir bisa digunakan. 

Menurutnya, Dinporapar Jateng juga akan segera mengurus sertifikasi kelayakan dari GOR Jatidiri.

Sinoeng menjelaskan, sertifikasi lapangan sepak bola sudah diajukan ke PSSI untuk mendapatkan pengakuan layak pakainya. Bahkan, untuk bisa memenuhi kriteria dalam sertifikasi lapangan sepak bola, rumput yang digunakan adalah jenis Zoysia Japonica. Rumput itu diklaim sesuai dengan kondisi cuaca di Kota Semarang. Sedangkan untuk sertifikasi lintasan atletik, juga akan segera disusulkan.

"Jadi, begitu pekerjaan tinggal pekerjaan finishing proses administratif sertifikasi itu harus berproses juga. Sehingga, layak operasionalnya dan layak dipakai bisa didapat bersamaan," kata Sinoeng, kemarin.

Lebih lanjut Sinoeng menjelaskan, pada awal 2020 mendatang pekerjaan yang tersisa dari renovasi GOR Jatidiri adalah finishing. Baik finishing di dalam, maupun di luar stadion.

"Kalau sertifikasi tidak diurus, nanti tidak bisa digunakan di ajang olahraga resmi. Kami di awal 2020 bersama PSSI, akan mengurus sertifikasinya," jelasnya.

Diketahui, pekerjaan renovasi GOR Jatidiri terbagi dalam empat tahap. Dibutuhkan sekira Rp400 miliar, untuk pembiayaan pekerjaan renovasi dengan dana murni dari APBD Jateng. (K-08)