Rabu, 04 September 2019

Batas Transfer di Perbankan Bisa Sampai Rp1 Miliar

Kepala KPw BI Jateng Soekowardojo (depan dua dari kanan) memberi
penjelasan soal peningkatan dana transfer dari Rp500 juta menjadi Rp
1 miliar.
Semarang-Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Soekowardojo mengatakan dalam menyempurnakan kebijakan operasi perbankan, pihaknya ingin memastikan efektivitas pengendalian moneter dan stabilitas sistem keuangan. Termasuk, kelancaran sistem pembayaran dan mendukung inklusi keuangan.

Melalui penyempurnaan kebijakan operasi perbankan itu, jelas Soekowardojo, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri dengan memerhatikan perlindungan kepada nasabah. Karena, dalam penyempurnaan kebijakan itu meningkatkan layanan tranfer dana dan layanan pembayaran reguler.

Menurutnya, dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat itu akan menyelesaikan transaksi yang cepat dan efisien.

"Dulu Rp500 juta, sekarang dapat sampai dengan Rp1 miliar. Jadi, lebih longgar dan lebih banyak. Nah, harapannya ini untuk menampung dan meningkatkan transkasi ritel di masyarakat. Selain itu juga, untuk menurunkan biaya, sehingga kegiatan nontunai dan inklusi keuangan dari masyarakat dengan menggunakan perbankan itu semakin meningkat. Ini sudah berlaku sejak 1 September 2019 untuk diketahui masyarakat," kata Soekowardojo, kemarin.

Lebih lanjut Soekowardojo menjelaskan, peningkatan batas maksimal transaksi ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap penyediaan sarana penyelesaian transaksi yang semakin besar. (K-08)

Banyak Peminat, Tapi Pengembang Rumah Mewah Tak Minat Naikkan Harga

Seorang sales memberikan penjelasan tentang produk properti yang di
jual kepada calon konsumen.
Semarang-Penjualan rumah mewah di Kota Semarang terus mengalami peningkatan, dan potensi penjualannya terus menunjukkan tren positif. Terakhir, tercatat ada 23 unit rumah mewah laku terjual.

Ketua Property Expo Semarang Dibya Hidayat mengatakan meskipun penjualan rumah mewah bisa dikatakan mengalami peningkatan, namun para pengembang belum ada niatan untuk menaikkan harganya. Sebab, meski rumah mewah banyak dicari dan potensi penjualannya cukup stabil tetapi menaikkan harga jual bukan pilihan yang tepat.

Dibya menjelaskan, para pengembang di Kota Semarang terus berupaya menjaga kondisi pasar properti segmen rumah mewah. Sehingga, properti di Kota Semarang pada semester kedua tahun ini bisa pulih kondisinya. 

Menurutnya, yang saat ini dilakukan para pengembang adalah menjaga kestabilan penjualan rumah agar kondisinya membaik.

"Mungkin belumlah, karena kemarin teman-teman ini banyak yang masih memerjuangkan omzet. Jadi, kita pasti lebih senang dapat omzet daripada menaikkan harga. Karena, akan semakin berat nanti untuk mendapatkan prospeknya. Ya kami harapkan, semakin hari pasarnya akan semakin pulih. Kita belum bisa bicara soal membaik, tapi harapannya bisa membaik dalam kondisi normal," kata Dibya, Rabu (4/9).

Lebih lanjut Dibya menjelaskan, stabilnya dan membaiknya penjualan rumah mewah ini juga tidak lepas dari daya beli masyarakat menengah ke atas juga cukup stabil.

"Suku bunga bank yang cukup banyak bersaing ini, juga turut menyumbang membaiknya kondisi penjualan rumah mewah. Suku bunganya di bawah 10 persen, atau single digit," pungkasnya. (K-08)

Pakai Pertamax, Pertamina Beri Hadiah ke Konsumen di Hari Pelanggan Nasional

Pertamina MOR IV memberikan hadiah bagi konsumen yang membeli
produk Pertamax di Hari Pelanggan Nasional, Rabu (4/9).
Semarang-Memeringati Hari Pelanggan Nasional, Pertamina MOR  IV memberikan apresiasi kepada masyarakat yang menggunakan produk Pertamax Series di SPBU Sultan Agung Semarang, Rabu (4/9). 

Penjabat sementara GM Pertamina MOR IV Rahman Pramono Wibowo mengatakan di Hari Pelanggan Nasional yang diperingati setiap tanggal 4 September ini, pihaknya memberikan apresiasi kepada masyarakat pengguna produk BBM nonsubsidi. Kegiatan itu dilakukan di tiga titik SPBU, yaitu dua di Kota Semarang dan satu di Yogyakarta.

Rahman menjelaskan, dengan sejumlah promo program yang digulirkan dan dilakukan Pertamina, diharapkan bisa memberi pemahaman kepada masyarakat untuk menggunakan produk nonsubsidi. Karena, dari sisi ekonomi akan memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap performa mesin kendaraan. 

Menurutnya, sampai saat ini masih ada sekira 20 persen masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta yang menggunakan produk BBM bersubsidi atau Premium.

"Bahwa kita mengapresiasi lebih kepada konsumen potensial, yang sudah menggunakan produk-produk nonsubsidi. Demikian juga yang di elpiji, kami berharap masyarakat sudah menggunakan produk-produk elpiji yang nonsubsidi. Saat ini, posisi yang di konsumen SPBU sebagian besar sudah beralih ke nonsubsidi. Produk Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo sudah mencapai 80 persen," kata Rahman.

Rahman menjelaskan, untuk konsumsi BBM produk Pertamax dalam dua bulan terakhir ini mengalami peningkatan sebesar 4,8 persen. Yakni dari 1.813 Kilo Liter (KL), menjadi 1.900 KL. (K-08)

Setwan Atur Ruang Fraksi Untuk DPRD Jateng

Gubernur Ganjar Pranowo memberi ucapan selamat kepada anggota
DPRD Jateng yang baru dilantik.
Semarang-Karena jumlah anggota dewan sekarang dengan sebelumnya terjadi penambahan, sehingga diperlukan penataan ruangan kerja. Khususnya di ruang fraksi-fraksi.

Sekwan DPRD Jawa Tengah Urip Sihabudin mengatakan jika periode sebelumnya anggota DPRD sebanyak 100 orang, di periode 2019-2024 ini jumlahnya bertambah menjadi 120 orang. Sehingga, diperlukan penataan ruangan untuk mendukung kinerja anggota dewan.

Menurutnya, penataan ruangan yang tidak terlalu mencolok adalah ruang sidang paripurna karena hanya menambah 10 meja saja.

Urip menjelaskan, penataan ruangan yang paling kentara adalah di ruang Fraksi PDIP dan PKB. Sebab, kedua partai itu diketahui jumlah anggotanya bertambah cukup banyak. Untuk PDIP saja dari 27 anggota menjadi 42 orang, dan PKB dari 13 menjadi 20 anggota. 

"Untuk ruangan yang komisi, kita hanya setting di penataan meja saja karena memang di ruang-ruang komisi tidak memungkinkan untuk kita tata ruangannya. Berikutnya di ruang-ruang fraksi, ini yang ahak sedikit dominan untuk perbaikannya. Misalnya Fraksi PDIP kan tambahannya cukup banyak. Rombakannya agak total, dan yang kedua Fraksi PKB ruangannya kita rombak agak luas. Karena, memang sekali lagi ada penambahan jumlah anggota," kata Urip, Rabu (4/9).

Urip lebih lanjut menjelaskan, untuk ruang komisi di Gedung Berlian sementara ini tidak mungkin diperluas. Penataan dilakukan hanya pada penyesuaian meja dan kursi, sesuai dengan kebutuhan. (K-08)

Masuk RTRW Jateng, Tol Semarang-Kendal Akan Disambungkan ke KIK

Peni Rahayu
Asisten Ekbang Setda Jateng
Semarang-Pemprov Jawa Tengah akan menyandingkan ruas jalan tol Semarang-Kendal, dengan Kawasan Industri Kendal (KIK).

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng Peni Rahayu mengatakan dengan menyandingkan jalan tol Semarang-Kendal menuju ke KIK, maka KIK akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hal itu sejalan dengan pengajuan pemprov ke pemerintah pusat, untuk membuat kawasan industri prioritas.

Peni menjelaskan, dengan menyambungnya ruas jalan tol Semarang-Kendal dengan KIK diharapkan akan membantu menumbuhkan ekonomi nasional. Karena, Presiden Joko Widodo sudah meminta Jateng untuk membantu meningkatkan ekonomi nasional hingga tujuh persen.

"Sekarang kita ingin menyambungkan yang Semarang-Kendal. Semarang-Kendal ini ingin kita sambungkan ke KIK, dan nanti exitnya menuju ke Kawasan Industri Kendal. Masih dibicarakan dengan Kota Semarang, karena pergeseran trasenya. Trasenya akan dipepetkan ke arah laut yang tadinya agak jauh dari laut. Kita sudah dengan Kementerian PUPR dan Kota Semarang berbicara, agar ini bisa menjadikan Kota Semarang tidak banjir. Sehingga, kita ingin agar lebih banyak ke tanggul lautnya," kata Peni, Rabu (4/9).

Peni lebih lanjut menjelaskan, tol Semarang-Kendal nantinya juga akan membantu Pemkot Semarang dan Pemkab Kendal di dalam menanggulangi permasalahan banjir. Sebab, jalan tol itu akan berfungsi sebagai tanggul laut. 

"Semarang-Kendal masih proses lelang, dan jalan tol ini juga sudah masuk di RTRW kita yang sudah dievaluasi Kemendagri," tandasnya. (K-08)