Senin, 18 November 2019

Borobudur Marathon 2019 Berjalan Sukses Diikuti 11 Ribu Pelari

Gubernur Ganjar Pranowo terlihat di antara para pelari yang mengikuti
Borobudur Marathon 2019, kemarin.
Semarang-Kepala Disporapar Jawa Tengah Sinoeng Rachmadi mengatakan sebanyak 11 ribu lebih peserta lari mengikuti Borobudur Marathon 2019, yang diadakan Minggu (17/11) kemarin. Belasan ribu pelari dari dalam dan luar negeri itu, mengikuti ajang lari marathon terbesar di Indonesia.

Sinoeng menjelaskan, Borobudur Marathon 2019 ini mengusung tema "Synergy & Harmony" itu memberi arti yang mendalam tidak hanya bagi peserta lari tetapi juga masyarakat sekitar. Karena, perbedaan event Borobudur Marathon dengan yang lain adalah interaksi bersama masyarakat sebagai penonton supaya tidak mengganggu rute orang berlari. 

"Kemarin itu kan didominasi pelari dari Amerika dan Afrika. Ini menjadi ajang sparing, bahwa ada prestasi-prestasi luar negeri yang kita tertinggal jauh. Tapi paling tidak, untuk tingkat Asia Tenggara dan Asia kita masih bisa berbicara. Dengan adanya para pelari internasional hadir dan berpartisipasi di sini, bisa kita jadikan ukuran untuk level Asia dan internasional," kata Sinoeng, kemarin.

Sementara, Gubernur Ganjar Pranowo yang juga ikut menjadi salah satu peserta lari Borobudur Marathon 2019 mengaku senang dan bangga. 

Menurutnya, semakin banyak pelari mancanegara ikut akan memberikan motivasi kepada penyelenggara untuk menjadikan Borobudur Marathon sekelas Tokyo Marathon ataupun Boston Marathon.

"Gimmick-gimmick seperti itu penting untuk mereka bisa menikmati satu event yang menyenangkan. Keistimewaannya lokasi, terus kemudian tentu keterkenalan dari Borobudur dan tentu saja hadiahnya," ujar Ganjar. (K-08)

Ganjar: Masyarakat Bisa Mengungsi Jika Merapi Kembali Meletus

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah
Semarang-Gunung Merapi meletus dan mengakibatkan kolom letusan setinggi 1.000 meter dari puncak, Minggu (17/11) kemarin. Dua desa dikabarkan terdampak hujan abu tipis, akibat dari letusan Gunung Merapi.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada, serta mematuhi instruksi dari pemerintah daerah setempat dan personel di lapangan. Selain itu, para relawan pengurangan risiko bencana yang ada di sekitar Merapi juga diminta untuk melakukan sosialisasi soal jalur evakuasi.

Ganjar menjelaskan, masyarakat di sekitar Gunung Merapi harus diedukasi mengenai pengurangan risiko bencana. Sehingga, jika nanti kondisi kedaruratan di sekitar Merapi meningkat bisa melakukan penyelamatan.

"Kepada masyarakat, ikuti apa yang diperintahkan pemerintah setempat. BPBD sudah kita minta untuk siaga. Sebenarnya, beberapa yang lalu sudah dipantau pergerakannya. Mudah-mudahan seperti biasa, kawan-kawan dari pengurangan risiko bencana di sana segera bergerak untuk menberikan sosialisasi penanganan. Jika nanti kondisi meningkat, segera mengungsi," kata Ganjar, kemarin.

Sementara, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut, letusan Gunung Merapi terjadi Minggu (17/11) kemarin pukul 10.46 WIB. Letusan Merapi tercatat di Seismogram dengan amplitudo maksimal 77 milimeter, dan durasi selama 155 detik. 

Asap kolom letusan Merapi berwarna kelabu itu, mengarah ke barat. Sedangkan dua desa terdampak hujan abu tipis, yaitu Desa Sumber dan Keningar, di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Diketahui, status Gunung Merapi sampai saat ini berada di Level II atau Waspada. Merapi beberapa kali meletus dan mengeluarkan asap tebal, dan pada 14 Oktober 2019 kemarin kolom asap setinggi 3.000 meter dari puncak. (K-08)

Dana Desa Jadi Klinik kesehatan, Ganjar Beri Apreasiasi

Gubernur Ganjar Pranowo ketika meninjau Klinik Pratama BUMDes
Sehat di Kecamatan Tlogowungu, belum lama ini.
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya mendorong kepada semua desa di provinsi ini, untuk bisa mengelola dana desa yang diterima setiap tahunnya. Oleh karenanya, inovasi pengelolaan dana desa diserahkan kepada masyarakat sekitar untuk mendatangkan manfaat dalam mendongkrak perekonomian desa.

Ganjar menjelaskan, salah satu inovasi pengelolaan dana desa yang dinilai berhasil dan bisa ditiru adalah Klinik Pratama BUMDes Sehat Kecamatan Tlogowungu, di Kabupaten Pati. Klinik tersebut merupakan bagian dari PT Maju Berdikari Sejahtera Pati, yang dimiliki 159 desa di sekitar Kecamatan Tlogowungu.

Menurutnya, banyak masyarakat desa yang kebingungan ketika menerima dana desa dengan jumlah begitu besar. Klinik Pratama BUMDes Sehat yang dikelola di sekitar Kecamatan Tlogowungu ini, diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola dana desa. 

"Ya saya kira ini bagian yang menarik, dari kreativitas anak-anak muda. Tadi 159 desa, dan mereka menjadi pemegang saham. Per desa setorannya Rp50 juta-Rp100 juta, dan kemudian mereka punya unit-unit usaha. Pilihannya adalah poliklinik, dan saya kira bagus. Pilihannya relatif bermanfaat, karena pelayanan kesehatan. Mereka bisa mendekatkan fasilitas kesehatan, dan terjangkau harganya. Kedua, mereka bisa membantu pemerintah dalam hal politik kesehatan," kata Ganjar, Senin (18/11).

Ganjar Lebih lanjut berharap, Klinik Pratama BUMDes Sehat akan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jateng dalam mengelola dana desanya. (K-08)

Ganjar: Jateng Jadi Provinsi Paling Inovatif di 2019

Gubernur Ganjar Pranowo mengecek kualitas lintasan atletik yang ada
di Stadion Manahan Solo, belum lama ini.
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan provinsi yang dipimpinnya, dinobatkan sebagai provinsi paling inovatif tahun ini dalam gelaran yang diadakan Kementerian Dalam Negeri setiap tahunnya. Jateng mengalahkan Jabar dan DKI Jakarta, karena mampu menyajikan inovasi paling bervariasi.

Menurutnya, setiap inovasi yang dilahirkan harus mengandung tiga filosofi. Yakni mudah, murah dan cepat dalam segala hal pelayanan kepada masyarakat di samping akuntabilitas dan transparansi.

Ganjar menjelaskan, inovasi yang dibuat di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) maupun kabupaten/kota bisa dipertanggungjawabkan dan sumber daya manusia semakin baik. Sehingga, masyarakat bisa terlayani dengan baik.

"Bagian dari apa yang didorong oleh KemenPAN-RB, agar setiap instansi membuat satu inovasi per tahun. Maka, kita terjemahkan di provinsi satu OPD satu inovasi. Maka, kabupaten/kota melakukan itu dan kita akan punya stok inovasi yang cukup banyak. Inovasi menjadi tradisi, dan itulah yang kemudian membanggakan karena masyarakat akan mendapat kemudahan-kemudahan dari inovasi itu. Maka, sebenarnya itu bagian dari rangsangan atau stimulan kita kepada seluruh instansi yang ada di Jawa Tengah. Termasuk, kelompok masyarakat untuk membiasakan merespon persoalan masyarakat dengan membuat inovasi, agar masyarakat mendapatkan kemudahan," kata Ganjar, Senin (18/11).

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, ada banyak inovasi yang dibuat di Jateng dan memberi manfaat bagi banyak pihak. Misalnya aplikasi Sakpole yang membantu masyarakat, dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor. (K-08)