Rabu, 18 Desember 2019

BPBD Jateng Sudah Sosialisasi Ancaman Bencana di Tiap Desa

Sudaryanto
Kalahar BPBD Jateng
Semarang-Sebagai aksi cepat tanggap jika terjadi bencana alam, BPBD Jawa Tengah telah menyiagakan posko kebencanaan. Posko-posko kebencanaan itu didirikan di lokasi rawan bencana, dan terus melakukan sosialisasi potensi ancaman kebencanaan kepada warga setempat.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Sudaryanto mengatakan guna aksi cepat tanggap jika terjadi bencana, pihaknya memang sudah melakukan pemetaan terhadap potensi kebencanaan di provinsi ini. Sehingga, tidak sampai mengganggu jalannya perayaan Natal dan malam pergantian Tahun Baru.

Menurutnya, peringatan Natal dan pergantian malam Tahun Baru ini bertepatan dengan peralihan musim atau pancaroba dan biasanya memicu terjadinya cuaca ekstrem.

Oleh karena itu, jelas Sudaryanto, pihaknya sudah bekerja sama dan berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau pergerakan cuaca dan curah hujan jika terjadi hujan lebat. Karena, prediksinya puncak musim hujan terjadi pada Januari-Februari 2020 mendatang.

"Bahwa peta rawan bencana itu menjadi penting, untuk disampaikan kepada kepala desa dan relawan. Karena kabupaten/kota sudah punya peta rawan bencana, baik itu tanah longsor, banjir dan sebagainya. Jadi, ketika ada informasi dari BMKG hujan di mana sudah bisa diinformasikan. Kemudian di kabupaten/kota di setiap desa itu dari 7.809 desa, sekitar 300 desa sudah dilatih desa tangguh bencana," kata Sudaryanto, Rabu (18/12).

Lebih lanjut Sudaryanto menjelaskan, sepanjang Januari hingga Desember 2019 ini sudah terjadi 2.179 bencana alam. Bencana terbesar adalah kebakaran dengan 645 kasus, disusul angin puting beliung 572 kasus, tanah longsor 504 kasus dan banjir 151 kasus.

"Dampak dari bencana alam di Jateng itu menyebabkan 1.200 rumah rusak berat, 1.832 rusak sedang dan 8.670 rusak ringan. Sesuai peraturan, para korban bencana alam juga sudah menerima santunan," tandasnya. (K-08)

Pastikan Natal Aman, Panglima TNI dan Kapolri Cek Pengamanan Gereja di Semarang

Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahtjanto didampingi Kapolri Jenderal
Idham Aziz memberi pengarahan kepada anggota yang bertugas di
Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci, Rabu (18/12).
Semarang-Dalam upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Nasrani melaksanakan ibadah Natal, Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahtjanto dan Kapolri Jenderal Idham Aziz melakukan pengecekan pengamanan di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Semarang, Rabu (18/12). 

Saat melakukan peninjauan ke Katedral, panglima dan kapolri sempat berdialog dengan sejumlah personel TNI/Polri yang bertugas melakukan penjagaan. Tinjauan singkat kurang dari satu jam itu, panglima dan kapolri berpesan untuk memberikan rasa aman kepada umat Nasrani saat menjalankan ibadah Natal.

Kabag Ops Polrestabes Semarang AKBP Iga Nugraha mengatakan untuk pengamanan Natal 2019 ini, pihaknya menempatkan personel-personel gabungan dari TNI/Polri serta instansi samping dan Banser serta Pramuka. Para personel itu disebar, di sejumlah titik yang menjadi fokus pengamanan ibadah umat Nasrani.

Untuk pengamanan ibadah Natal, jelas Iga, pihaknya memberi perhatian dengan menempatan personel lebih banyak di tiga gereja besar di Kota Semarang. Yakni di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci, Gereja Marina dan Gereja Karang Panas.

Menurutnya, seluruh personel juga telah siap untuk pengamanan di tempat-tempat ibadah umat Nasrani.

"Setiap gereja sudah kita cek, melalui kapolsek-kapolsek masing-masing. Seluruh gereja sudah kita cek, semuanya sudah memiliki cctv. Sehingga, memudahkan kita untuk melakukan pengamatan. Patroli mobile juga sudah dilakukan sejak dari seminggu ini, dilaksanakan Operasi Cipta Kondisi. Sehingga, nanti saat pengerahan personel pengamanan di tanggal 23 Desember-1 Januari Operasi Lilin dimulai. Diharapkan, kondisi sudah relatif kondusif," kata Iga.

Lebih lanjut Iga menjelaskan, khusus untuk Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci disiapkan 980 personel gabungan. Terdiri dari unsur TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Banser dan Pramuka. Sedangkan untuk pengamanan Tahun Baru, juga telah disiapkan personel untuk pengamanan di titik konsentrasi masyarakat.

"Kita sudah tempatkan personel di lokasi obyek wisata, misalnya wisata air di Waduk Jatibarang. Jadi, sudah ada personel yang siaga di lokasi-lokasi keramaian masyarakat," pungkasnya. (K-08)

Dinas PU Jateng Minta Pemudik Waspadai Aquaplaning di Jalan Tol

Hanung Triyono
Kepala Dinas PUBMCK Jateng
Semarang-Jalan-jalan milik provinsi dalam kondisi siap, untuk menghadapi arus mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Baik jalan nasional, provinsi maupun jalan kabupaten/kota dalam kondisi yang baik dan layak dilalui.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah Hanung Triyono mengatakan seluruh ruas jalan dalam kondisi baik, dan siap digunakan untuk arus mudik Natal dan Tahun Baru. Jalan nasional, jalan tol dan jalan pantura serta jalur selatan dalam kondisi baik.

Menurutnya, untuk jalur-jalur alternatif yang tersebar di berbagai daerah di Jateng juga sudah siap dilewati. Sehingga, jalan itu bisa digunakan untuk pengalihan arus jika terjadi penumpukan kendaraan di jalur tol ataupun jalan utama pantura.

Namun demikian, jelas Hanung, pihaknya mengimbau kepada para pengguna kendaraan untuk berhati-hati ketika terjadi hujan lebat. Terlebih lagi, bagi pengguna jalan tol untuk tidak memacu kecepatan kendaraan di atas batas aman.

"Pesan saya, hati-hati kalau lewat tol. Kan ada fenomena aquaplaning, terlebih di jalan tol. Karena, biasanya pengendara sering memacu kecepatan kendaraan di tol. Aquaplaning itu antara jalan dan ban kehilangan traksi, bahayanya kendaraan bisa terlempar. Itu hati-hati saja saat musim hujan, karena ada yang lebat dan ada yang ringan. Jadi, masyarakat harus hati-hati dengan fenomena aquaplaning," kata Hanung, Rabu (18/12).

Hanung lebih lanjut menjelaskan, yang akan diperhatikan adanya bencana tanah longsor dan kemudian menutup akses jalan. Sehingga, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Jateng untuk upaya antisipasi bencana longsor yang menutup akses jalan bagi para pemudik. (K-08)

Dishub Jateng Perkirakan Puncak Arus Mudik Natal 2019 Pada 21 Desember

Satriyo Hidayat
Kepala Dishub Jateng
Semarang-Dinas Perhubungan Jawa Tengah memprediksikan arus kendaraan yang masuk di wilayah Jawa Tengah selama Natal 2019 dan Tahun 2020, ada 424.374 kendaraan melalui jalan tol maupun non-tol. Sedangkan kendaraan yang melintas jalan tol dari arah Jakarta, ada 243.445 unit.

Kepala Dishub Jateng Satriyo Hidayat mengatakan kendaraan yang masuk ke provinsi ini pada saat libur Natal dan Tahun Baru, paling banyak adalah kendaraan pribadi. Yakni, 399.362 unit kendaraan dan bus hanya 25.012 unit.

Satriyo menjelaskan, untuk prediksi puncak arus mudik Natal 2019 terjadi pada 20-21 Desember antara 65.969 unit hingga 74.711 unit. 

Menurutnya, kondisi yang menjadi perhatian adalah pintu tol Pejagan setelah dibukanya jalan tol elevated dari Jakarta menuju Cikampek. Sehingga, Dishub Jateng akan menempatkan personel untuk mengatur pergerakan arus lalu lintas jika terjadi kepadatan.

"Cuma yang kita takutkan adalah Pejagan, karena sudah muncul tol elevated. Yang dulunya menuju Pejagan itu empat jam, sekarang tidak sampai tiga jam sudah sampai. Sekarang pilihannya lewat bawah atau atas, dan itu akan mempercepat ke Pejagan. Sehingga, konsepnya dari Korlantas pada saat antrean di Pejagan cukup panjang, sebelum Pejagan akan dikeluarkan di Cirebon. Dan kami harus siap, yang dari pantura masuk lagi di tol Brebes barat," kata Satriyo, Rabu (18/12).

Lebih lanjut Satriyo menjelaskan, yang perlu diwaspadai adalah curah hujan di sepanjang hari menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Selain itu juga, pada saat libur Natal dan Tahun Baru akan ada penurunan jumlah kendaraan roda dua di jalan raya.

"Masyarakat yang biasanya bepergian naik motor, akan memilih menggunakan mobil atau kendaraan umum," pungkasnya.

Dukung Pengembangan Wisata Kota Lama, KPw BI Jateng Serahkan Satu Unit Mobil Golf ke Pemkot Semarang

Kepala KPw BI Jateng Soekowardojo (depan kiri) bersama Wakil Wali
Kota Serang Hevearita Gunaryanti mencoba mobil golf, Rabu (18/12).
Semarang-Kawasan Kota Lama Semarang saat ini sedang berbenah, untuk menyambut wisatawan domestik dan mancanegara berkunjung ke Little Nedherland. Sehingga, pembenahan dan revitalisasi Kota Lama harus mendapat dukungan dari semua pihak.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Soekowardojo mengatakan pihaknya juga ingin berkontribusi aktif, di dalam pembenahan dan revitalisasi Kota Lama. Salah satunya, dengan menyumbang satu unit mobil golf yang bisa digunakan wisatawan berkeliling Kota Lama.

Penyerahan bantuan Program Sosial Bank Indonesia berupa satu unit mobil golf untuk kawasan Kota Lama, jelas Soekowardojo, sebenarnya merupakan rencana yang sudah cukup lama tetapi mengalami perubahan. Dari semula bantuan berupa sepeda, tetapi yang dibutuhkan di Kota Lama adalah mobil golf.

Menurutnya, karena sesuai dengan rencana pengembangan Kota Lama yang melarang kendaraan bermotor melintas, maka pilihan moda transportasi jatuh kendaraan listrik jenis mobil golf.

Dengan semakin cantik Kota Lama dan fasilitas tersedia sudah lengkap, akan membuat roda perekonomian tumbuh dan menambah wisatawan datang ke Kota Semarang.

"Kenapa kok mobil golf dan bukan otoped? Seperti kita ketahui bahwa pariwisata adalah salah satu sumber pertumbuhan baru, karena selama ini adalah pertanian dan perdagangan serta perindustrian. Tapi itu tetap kita kembangkan, dan kita juga mengangkat pariwisata. Dan kebetulan, Kota Lama sedang revitalisasi, sehingga pas untuk menambah semangat kita," kata Soekowardojo usai penyerahan mobil golf di Gedung Oudetrap, Rabu (18/12).

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyatakan, bantuan mobil golf dari Kantor Perwakilan BI Jateng untuk Kota Lama akan membantu pengembangan wisata. Dampaknya, pariwisata di Kota Lama bisa semakin meningkat. Karena, pemkot tidak hanya menyasar wisatawan domestik saja tapi juga mancanegara. 

Menurutnya, Kota Lama bisa bebas kendaraan bermotor asal sudah disediakan fasilitas pengganti. 

"Memang harus ada jumlah tertentu di dalam penyediaan golf car, sehingga bantuan dari Bank Indonesia ini sangat membantu mengurangi batasan yang harus disiapkan dari mobil golf itu. Dan kami berharap, ini bisa menjadi salah satu supporting kepada perusahaan-perusahaan yang lain," ujar Mbak Ita.

Mbak Ita berharap, nantinya di Kota Lama akan ada minimal 10 unit mobil golf yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara gratis di bawah kewenangan Dinas Perhubungan Kota Semarang. Termasuk, nantinya akan dibuatkan shelter bagi masyarakat yang ingin naik mobil golf menikmati pemandangan Kota Lama. (K-08)