Selasa, 14 Januari 2020

Cegah Banjir, Gerakan Penghijauan Harus Kembali Digalakkan

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza mengawali gerakan menanam
pohon yang dilakukan di halaman RS Bhayangkara Semarang.
Semarang-Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahnial menyatakan pada tahun ini pihaknya menargetkan bisa menanam 1,5 juta pohon. Terdiri dari tanaman keras berupa pohon Jati dan Trembesi, serta tanaman buah-buahan berupa bibit pohon mangga dan rambutan.

Pohon-pohon yang ditanam itu, jelas Kapolda, tersebar di sejumlah tempat. Termasuk, di kantor polisi yang ada di wilayah Jateng.

"Yaitu Gerakan Polri Peduli Penghijauan, Polri peduli kepada lingkungan dan sudah dilaksanakan pada November 2019 kemarin. Program dari Polda Jawa Tengah ini, kemudian diangkat menjadi program nasional. Kami, bercita-cita di tahun 2020 bisa menanam 1,5 juta pohon. Mudah-mudahan tercapai 1,5 juta pohon. Mari kita galakkan kegiatan menanam dan merawat pohon," kata kapolda, baru-baru ini.

Sudaryanto
Kalahar BPBD Jateng
Kalahar BPBD Jateng Sudaryanto menyatakan, memasuki musim hujan merupakan waktu yang cocok untuk melaksanakan program penanaman hutan kembali atau reboisasi. Sehingga, pada saat memasuki musim hujan tahun depan sejumlah lahan kritis sudah teratasi dengan penanaman pohon kembali.

Menurutnya, masyarakat Jateng harus didorong untuk bisa menyukseskan program penanaman pohon kembali di daerah lahan kritis.

"Prinsipnya adalah bagaimana menghijaukan kembali menjadi ijo royo-royo, dan memakmurkan rakyat. Jadi, kalau gak pernah ditanami lagi ya tetep gundul. Kalau masyarakat itu diajak, tentunya mereka akan mau ikut memelihara. Karena kepentingannya kan di samping secara ekologi, juga secara ekonomi akan mendapat hasilnya. Ini kan jangka panjang," ujar Sudaryanto, kemarin. (K-08)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar