Selasa, 07 Januari 2020

Patra Semarang Gelar Wedding Expo Terbuka Untuk Umum

GM Patra Semarang Hotel & Convention I Gusti Made Juniarta (tengah)
menjelaskan kegiatan Patra Wedding Dream Festival ke media, Selasa
(7/1).
Semarang-Memasuki 2020, Patra Semarang Hotel & Convention menggelar Wedding Expo dengan tema Patra Wedding Dream Festival yang berlangsung pada 10-12 Januari di Grand Rama Shinta Ballroom. 

General Manager Patra Semarang Hotel & Convention I Gusti Made Juniarta mengatakan pihaknya menggelar expo wedding, dalam upaya mendeklarasikan hotelnya sebagai tempat pernikahan di Kota Semarang dan sekitarnya. Dengan menggandeng sejumlah wedding organizer yang berkualitas, pihaknya memberi gambaran tentang konsep pernikahan yang bisa dipilih masyarakat atau calon pengantin di tahun ini.

Menurutnya, setiap tahun pasti memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri dalam perhelatan pesta pernikahan.

"Expo kita adakan tiga hari dalam wedding expo festival ini. Selain vendor, kami juga menyiapkan talk show dan beberapa pagelaran busana. Paketnya adalah, para calon konsumen bisa mendapatkan berbagai informasi tentang paket pernikahan. Itu yang ingin kita sampaikan ke calon konsumen. Karena, pada 2020 ini pasti juga akan ada trennya," kata Juniarta, Selasa (7/1).

CEO Sultan Entreprise Oki Sasongko Adi menambahkan, pada tahun ini konsep yang masih diminati masyarakat dan calon pengantin adalah tradisional. Namun, ada juga yang modern dan menggabungkan antara tradisional dengan modern. 

Khusus untuk pengantin milenial, jelas Oki, mereka memiliki segmentasi sendiri dan lebih menggambarkan suasana kekinian.

"Pengantin milenial itu, kita harus bisa mengakomodir permintaan dari mereka. Karena kalau kita murni tradisional, itu sudah berbeda zamannya. Di tahun ini, sepertinya akan ada sebuah sentuhan. Artinya, tidak murni tradisional tapi ada sentuhan modernnya. Misal dari sisi dekorasinya, kemasan hiburannya dan lain sebagainya," kata Oki.

Pengantin milenial, lanjut Oki, lebih menyukai konsep pernikahan yang simpel. Sehingga, kondisi demikian dan keinginan dari calon pengantin milenial menjadi tantangan bagi para penyelenggara pernikahan. (K-08)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar