Kilas9.com

Media merupakan perantara, atau pengantar pesan dalam sebuah proses komunikasi. Media online merupakan hal yang berkaitan dengan komunikasi, terutama pesan yang ingin disampaikan ke pembacanya. Harapannya, kehadiran kilas9.com bisa menambah informasi kepada masyarakat sebagai pembacanya. Salam.

17 Ribu Perempuan di Jateng Jahit Masker Kain

Gubernur Ganjar Pranowo melihat salah satu pekerja perempuan yang
sedang menjahit masker di salah satu pabrik garmen kecil di wilayah
Kabupaten Semarang.
Semarang-Sebanyak 17 ribu perempuan yang ada di Jawa Tengah, diberdayakan untuk membuat masker kain. Sasarannya perempuan kepala keluarga, dan perempuan rentan lainnya yang terdampak COVID-19. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan KB (DP3AP2KB) Jateng Retno Sudewi mengatakan 17 ribu perempuan yang dikaryakan membuat masker kain itu, dibagi dalam 1.700 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri 10 orang. Selain perempuan sebagai kepala keluarga, yang dilibatkan adalah penyandang disabilitas, korban kekerasan,  pekerja migran Indonesia, IRT dengan ODHA dan kader PKK.

Retna menjelaskan, masyarakat yang ingin mengikuti program tersebut bisa mendaftar di dinas yang membidangi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) kabupaten/kota setempat. Proses pekerjaan menjahit masker, akan dimulai pada awal hingga pertengahan Mei 2020.

"Mereka kami berdayakan, sebagai bagian dari jaring pengaman ekonomi untuk membantu masyarakat melewati masa krisis ini. Kelompok yang sudah terdaftar, akan mendapat kiriman kain sebagai bahan masker. Ongkos jahit akan diberikan, apabila pekerjaan sudah selesai. Tiap kelompok, ditarget menghasilkan 450 buah masker," kata Retno, kemarin.

Terpisah, Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan dengan memberdayakan perempuan memproduksi masker kain, maka ada dua tujuan utama bisa dicapai. Yakni target Gerakan 35 Juta Masker di Jateng, dan membantu ekonomi masyarakat di tengah wabah pandemi.

"Saat kondisi seperti ini, semua harus bergerak bersama. Pengusaha garmen bisa berkreasi dengan memproduksi masker atau hazmat. Kalau misal perlu menggandeng masyarakat sekitar, kita bisa bantu lewat jaring pengaman sosial dengan pemberdayaan perempuan di Jateng," ujar Ganjar. (K-08)
Share on Google Plus

About kilas9.com

0 komentar:

Posting Komentar