Kilas9.com

Media merupakan perantara, atau pengantar pesan dalam sebuah proses komunikasi. Media online merupakan hal yang berkaitan dengan komunikasi, terutama pesan yang ingin disampaikan ke pembacanya. Harapannya, kehadiran kilas9.com bisa menambah informasi kepada masyarakat sebagai pembacanya. Salam.

Stok Vaksin Langsung Dikirim Pusat ke Kabupaten/Kota

Vaksin kiriman dari Bio Farma saat berada di gudang milik 
Dinkes Jateng, belum lama ini.
    Semarang-Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan saat ini proses distribusi vaksin dari pemerintah pusat, tidak lagi mampir ke provinsi untuk dibagikan ke kabupaten/kota. Namun, pendistribusian vaksin langsung dari pusat ke kabupaten/kota dan terpantau melalui aplikasi SMILE. Pernyataan itu dikatakan Yulianto menjawab pertanyaan wartawan soal ketersediaan vaksin di Jateng secara virtual, kemarin.

    Yulianto menjelaskan, pemerintah pusat menggunakan Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik Elektronik (SMILE) untuk memantau lalu lintas distribusi vaksin hingga ke peserta vaksinasi di daerah. SMILE akan memantau secara real time, logistik rantai dingin vaksin dan penyimpanannya di seluruh titik penyedia vaksin. 

    Menurut Yulianto, untuk kecepatan vaksinasi di setiap kabupaten/kota tergantung pada ketersediaan vaksin yang dikirimkan pemerintah pusat. Pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan Kementerian Kesehatan, berkaitan dengan ketersediaan stok vaksin di kabupaten/kota. 

    "Untuk sekarang itu prinsipnya tiap minggu dikirim dari pusat langsung ke kabupaten/kota. Dan yang dikirim itu adalah yang logistiknya menipis, dan itu dipantau dari SMILE namanya. Jadi dari situ bisa dilihat, kabupaten mana yang stok vaksinnya menipis lalu dikirim gitu. Kalau dia cepat melakukan vaksinasi dan stoknya menipis, maka akan dikirimkan," kata Yulianto.

    Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, dari 35 kabupaten/kota se-Jateng yang terus didorong progres vaksinasinya adalah Kabupaten Brebes. Sebab, dari sasaran peserta vaksinasi yang ada itu target vaksinasinya masih di bawah 20 persen.

    "Untuk tahap pertama dan kedua dengan jumlah 5,2 juta orang, saat ini sudah tercapai 37 persen," pungkasnya. (K-08)
Share on Google Plus

About kilas9.com

0 komentar:

Posting Komentar