Kilas9.com

Media merupakan perantara, atau pengantar pesan dalam sebuah proses komunikasi. Media online merupakan hal yang berkaitan dengan komunikasi, terutama pesan yang ingin disampaikan ke pembacanya. Harapannya, kehadiran kilas9.com bisa menambah informasi kepada masyarakat sebagai pembacanya. Salam.

BPS: Harga Telur Ayam Masih Sumbang Inflasi di Jateng

Penjual telur sedang menimbang barang dagangannya. 
Semarang-Kepala Bidang Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Sri Herawati mengatakan pada Juli 2018, terjadi inflasi sebesar 0,10 persen di provinsi ini. 

Menurutnya, inflasi tertinggi di Jateng terjadi di kelompok bahan makanan jadi. Yakni sebesar 0,65 persen.

Sri menyebutkan, penyebab utama inflasi di provinsi ini pada Juli 2018 adalah naiknya harga telur ayam ras yang paling tinggi. Yakni mencapai 0,1048 persen. Kemudian, disusul dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan cabai rawit.

"Kalau kita lihat andil dari makanan jadi itu tinggi, itu sekitar 0,13 persen. Kalau komoditas, karena harga pakan ternak naik sehingga juga menyebabkan telur ayam ras menjadi naik harganya. Dia itu menyumbang 0,1048 persen," kata Sri, kemarin.

Lebih lanjut Sri menjelaskan, meskipun ada komoditas yang menyebabkan terjadi inflasi di Jateng, masih ada beberapa komoditas turun harga dan menyebabkan deflasi. Yaitu turunnya tarf angkutan antarkota, bawang merah, cabai merah dan bawang putih.

"Komoditas yang turun itu di kelompok bahan makanan, sebesar 0,25 persen dan jasa transportasi serta komunikasi," ujarnya.

Sementara itu, dari hasil survei harga konsumen di Jateng, inflasi tertinggi terjadi di dua kota. Yakni Kabupaten Kudus dan Kota Semarang, masing-masing 0,11 persen. (K-08)
Share on Google Plus

About kilas9.com

0 komentar:

Posting Komentar