Kilas9.com

Media merupakan perantara, atau pengantar pesan dalam sebuah proses komunikasi. Media online merupakan hal yang berkaitan dengan komunikasi, terutama pesan yang ingin disampaikan ke pembacanya. Harapannya, kehadiran kilas9.com bisa menambah informasi kepada masyarakat sebagai pembacanya. Salam.

Pancaroba, Hati-hati Penyebaran Penyakit Demam Berdarah

Semarang-Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan memasuki musim pancaroba, peralihan dari musim hujan ke musim kemarau harus diantisipasi munculnya penyebaran demam berdarah.

Sebab, pada awal Januari 2019 kemarin, di provinsi ini ada lima kabupaten/kota yang ditetapkan waspada demam berdarah. Hal itu terjadi, karena penderita demam berdarah yang meninggal dunia cukup banyak.

Menurutnya, masyarakat harus mulai menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. Terutama, tempat-tempat yang bisa dijadikan sebagai sarang nyamuk bertelur.

Yulianto menjelaskan, musim yang hangat sekarang ini merupakan waktu paling cocok bagi nyamuk-nyamuk bertelur dan berkembang biak. Sehingga, upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus terus ditingkatkan.

"Pancaroba kalau sekarang ini dari musim hujan ke kemarau, dan yang harus kita waspadai adalah demam berdarah. Begini, dari musim hujan ke kemarau itu pertama cuacanya hangat dan perindukan nyamuk itu cocok. Kadang hujan dan kadang tidak itu memunculkan genangan-genangan air, yang dipakai sebagai tempat perindukan nyamuk. Sehingga, kita harus tetap waspada dengan demam berdarah," kata Yulianto, baru-baru ini.

Yulianto lebih lanjut menjelaskan, mencegah penyebaran demam berdarah dengan melakukan fogging tidak efektif. Sebab, tidak hanya membunuh nyamuk dewasa, namun jika salah dosisi menyebabkan nyamuk menjadi kebal. Selain itu, asap dari fogging juga berbahaya bagi kesehatan.

"Pengendalian demam berdarah tidak cukup hanya dilakukan pemerintah saja, tapi yang penting adalah menciptakan kesadaran masyarakat untuk menekan pertumbuhan nyamuk. Yakni, dengan melakukan Gerakan 3 M Plus. Menguras tempat penampungan air, menutup rapat bak penampungan air agar tidak jadi tempat bertelur nyamuk. Serta, mendaur ulang barang bekas agar tidak menumpuk. Dan satu lagi plusnya, menanam tanaman penolak nyamuk dan memakai krim penolak nyamuk sebagai upaya pencegahan gigitan nyamuk," tandasnya. (K-08)
Share on Google Plus

About kilas9.com

0 komentar:

Posting Komentar