Gubernur Ganjar Pranowo bersama Wagub Taj Yasin saat memimpin rapat evaluasi penanganan COVID-19 mingguan. |
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pemerataan zona merah semakin luas, karena terus ditemukannya kasus positif lewat pemeriksaan tes COVID-19 yang masif di sejumlah daerah. Pemprov Jateng meminta kabupaten/kota tidak lengah, dan terus mengedukasi warganya soal bahaya COVID-19.
Ganjar menjelaskan, pemeriksaan tes COVID-19 yang dilakukan secara masif dengan target 4.991 tes setiap hari itu akan memudahkan dalam menemukan kasus positif di masyarakat. Sehingga, upaya penanganan sejak dini bisa dilakukan.
Menurutnya, mengejar target 4.991 tes setiap hari bukan perkara mudah karena membutuhkan kerja sama semua pihak. Sehingga, upaya tracing dan testing bisa dilakukan untuk penanganan selanjutnya.
"Kita sudah tes, dan kita cek sendiri gitu kan. Jadi, kita enggak boleh lengah. Maka saya ingatkan kepada bupati/wali kota, untuk semuanya aware. Jangan takut soal citra, dan yang daerahnya sudah mulai menguning atau grafik memutih atau menuju hijau jangan senang dulu. Karena sebenarnya, pemerataan ke merah hampir merata begitu. Saya langsung WA pada kawan-kawan bupati/wali kota, karena angka Reproduksi efektif atau Rt-nya di Jawa Tengah minggu ke-31 meningkat bila dibanding minggu ke-30. Dan ini merupakan peningkatan secara terus menerus dalam empat minggu terakhir," kata Ganjar, Rabu (5/8).
Ganjar lebih lanjut menjelaskan, saat ini kondisi kabupaten/kota di Jateng terkait penyebaran dan penularan COVID-19 mengalami peningkatan. Sedangkan wilayah Jepara menjadi daerah tertinggi Rt-nya, dan disusul Solo Raya serta Eks Karesidenan Kedu. (K-08)
0 komentar:
Posting Komentar