Senin, 30 April 2018

DJP Jateng I Tanamkan Kesadaran Pajak Sejak Dini

Kanwil DJP Jateng I bersama Kopertis Wilayah VI menggelar dialog
tentang inklusi perpajakan di kantor Kopertis Wilayah VI, Senin (30/4).
Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Bekerjasama dengan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Kopertis) Wilayah VI, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I menggelar inklusi kesadaran pajak di Gedung Serbaguna Kopertis Wilayah VI, Senin (30/4).

Dalam rilis yang diterima kilas9.comKepala Kanwil DJP Jawa Tengah I Irawan mengatakan tema dalam diskusi tersebut adalah "Mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang Cerdas dan Taat Pajak", dalam rangka menindaklanjuti nota kesepahaman antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). 

Tujuannya, untuk memberikan pemahaman kepada pemangku kepentingan tentang keuangan negara, kontribusi pajak dalam APBN, belanja pendidikan serta urgensi pembelajaran pajak pada pendidikan tinggi dalam rangka mewujudkan generasi emas Indonesia yang bermutu dan berkarakter.

Selain itu, jelas Irawan, kegiatan tersebut juga diharapkan memberikan kesadaran tentang program inklusi pajak di pendidikan tinggi. Sehingga, mahasiswa akan mendapatkan masukan tentang implementasi pembelajaran kesadaran pajak. 

"Pembangunan di Indonesia dibiayai APBN yang 72 persen sumber pembiayaannya berasal dari penerimaan pajak. Tapi, selama tujuh tahun terakhir ini penerimaan pajak belum pernah tercapai," kata Irawan. 

Masih rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak dan masih banyak potensi ekonomi yang belum tergali, lanjut Irawan maka perlu adanya penyamaan persepsi tentang pajak dan pembelajaran kesadaran pajak di perkuliahan. Sehingga, akan terwujud generasi emas Indonesia yang cerdas dan sadar pajak.

Kepala Kopertis Wilayah VI Soegiharto menambahkan, pihaknya menyambut baik kegiatan inklusi pajak yang diadakan DJP Jateng I. Sehingga, kegiatan tersebut membuka wawasan bagi kalangan akademisi tentang pentingnya peran pajak dalam pembangunan. 

"Kami akan membantu kegiatan edukasi tentang kesadaran pajak di seluruh wilayah Jateng," ujarnya. (K-08) 

Sudirman Ajak Pengusaha Ikut Kurangi Kemiskinan di Jateng

Cagub Sudirman Said menyalami komunitas perempuan yang siap
untuk memberikan dukungan di Pilgub Jateng 2018. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Target menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah sebesar enam persen selama lima tahun, menjadi cita-cita Calon Gubernur (Cagub) Sudirman Said ketika dipercaya memimpin Jateng bersama pasangannya, Ida Fauziyah.

Menurutnya, komitmen menurunkan kemiskinan menjadi enam persen dalam lima tahun dan menciptakan lima juta lapangan kerja harus mendapat dukungan dari semua pihak. Terutama dari kalangan pengusaha.

Mantan menteri ESDM itu menjelaskan, para pengusaha merupakan pelaku ekonomi yang bisa diajak dan dirangkul untuk mengurangi angka kemiskinan di Jateng. Bahkan, para pengusaha lewat pengembangan bisnisnya juga bisa mengurangi tingkat pengangguran di provinsi ini. Sehingga, pengusaha juga harus didukung di dalam pengembangan usahanya.

Sudirman menjelaskan, yang bisa ditawarkan kepada para pengusaha untuk ikut membangun Jateng dan mengurangi angka kemiskinan adalah melalui kemudahan berusaha atau berinvestasi. Selain itu, ketersediaan lahan membuka kawasan industri menjadi jaminan.

"Pengusaha itu adalah salah satu pilar yang membuat ekonomi kita jalan. Mereka pemberi kerja, pembuka lapangan kerja, membayar pajak dan juga mereka adalah pencipta nilai tambah bagi daerah. Jadi, sudah pasti kalau kiita mau mengurangi kemiskinan dalam tempo yang singkat dan menciptakan lapangan kerja, maka harus didukung upaya-upaya pengusaha yang ingin terus berkembang," kata Sudirman di Semarang.

Lebih lanjut Sudirman menjelaskan, berbagai upaya bisa dilakukan untuk mewujudkan pengurangan angka kemiskinan di Jateng dengan menggandeng pengusaha. 

Sementara, Ida Fauziyah menambahkan, penurunan kemiskinan angka enam persen bukan hal istimewa. Sebab, di masa kepemimpinan Gubernur Bibit Waluyo juga mampu menurunkan kemiskinan sebesar 5,7 persen.

"Pak Bibit dulu bisa menurunkan angka kemisknan sampai 5,7 persen. Jadi, angka enam persen bukan hal istimewa," ujarnya.

PPP Batang Siap Bawakan Kemenangan Mutlak Untuk Ganjar-Yasin

Paslon Ganjar-Yasin menggelar jumpa media ketika mengikuti debat
kandidat tahap pertama. 
Batang-DPC PPP Kabupaten Batang mengaku akan menyumbangkan 60 persen perolehan suara bagi pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin, di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018. Hal itu ditegaskan Ketua DPC PPP Batang Nur Faizin, ketika menyambut kedatangan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Taj Yasin, belum lama ini.

Menurutnya, untuk memeroleh target suara sebesar 60 persen bagi Ganjar-Yasin, pihaknya telah melakukan konsolidasi dengan pimpinan anak cabang (PAC) yang ada di Batang.

Lewat kader-kader PAC, jelas Nur Faizin, nantinya akan menjalin konsolidasi hingga ke tingkat ranting se-Kabupaten Batang. Sehingga, melalui langkah yang telah disusun itu PPP Batangg akan mengawal suara untuk Ganjar-Yasin.

Oleh karena itu, seluruh kader dan simpatisan bersama-sama bekerja keras mencapai target yang telah ditetapkan itu.

"Kita sudah menggerakkan mesin partai. Tiap bulan ada pertemuan rutin di tingkat PAC. Kita maksimalkan aparat PAC untuk memenangkan Gus Yasin. Kita juga seirama dengan partai pendukung lainnya di Batang. Untuk target kemenangan, paling tidak 60 persen," kata Nur Faizin di Batang.

Lebih lanjut Nur Faizin menjelaskan, pengalaman mengantarkan pasangan Wihaji-Suyono menjadi Bupati dan Wakil Bupati akan menjadi modal utama untuk bekerja memenangkan Ganjar-Yasin di Pilgub 2018. Terlebih lagi, di pilgub ada banyak partai di belakang pasangan nomor urut satu tersebut.

Sementara, Cawagub Taj Yasin mengaku optimistis jika target perolehan suara dari DPC PPP Batang bisa tercapai. Sebab, Batang juga merupakan basis dari para santri dan kiai serta para pengurus partai pengusung siap bekerja keras. (K-08)

Ponco: Perkembangkan Perbankan Syariah di Jateng Lebih Baik Daripada Konvensional

Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Hamid Ponco Wibowo menyebut,
perbankan syariah di provinsi ini mulai menunjukkan tren positif. 
Semarang-Dinamika perkembangan ekonomi syariah di Tanah Air menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, di Jawa Tengah ekonomi syariah terutama perbankan juga menunjukkan tren peningkatan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Hamid Ponco Wibowo mengatakan pihaknya terus menggenjot perkembangan ekonomi syariah di provinsi ini. Salah satu upayanya, dengan membuka Pusat Informasi, Kajian dan Pengembangan Ekonomi Syariah (PIKES) di Jateng.

Menurutnya, sejauh ini pertumbuhan aset dan pembiayaan syariah di Jateng mulai tumbuh positif. Untuk aset perbankan syariah, tercatat tumbuh sebesar 7,04 persen dan lebih baik aset bank konvensional.

Aset perbankan syariah di Jateng, jelas Ponco, sebesar Rp24,7 triliun atau 4,9 persen dari total aset perbankan syariah nasional.

Namun demikian, perkembangan perbankan syariah di Jateng masih tumbuh melambat bila dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.

"Kalau bicara perbankan syariah di Jawa Tengah saja saya lihat trennya relatif bagus, artinya ada peningkatan bila dibandingkan dengan ekonomi maksimal. Kredit konvensional tahun lalu relatif lebih rendah, kalau syariah tumbuh bagus. Asetnya saja tumbuh tujuh persen. Artinya ada potensi yang harus digali lagi," kata Ponco di sela jumpa media pembukaan Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa 2018, Senin (30/4).

Lebih lanjut Ponco menjelaskan, untuk memajukan dan menumbuhkan perbankan syariah di Jateng, maka komunitas pondok pesantren akan dibidik. Sebab, kelompok pondok pesantren di provinsi ini jumlahnya cukup banyak.

"Ada dua pondok pesantren yang menjadi binaan BI. Yaitu Al Anwar Sarang Rembang dan Roudluotul Muhtadin Jepara," pungkasnya. (K-08)