Senin, 23 Juli 2018

Manjakan Pengunjung, Hotel Pessona Semarang Luncurkan Menu Fusion

Menu fusion yang ditawarkan Hotel Pessona Semarang selama bulan
promosi Juli-September 2018. Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Selama Juli hingga September 2018, Hotel Pesonna Semarang meluncurkan paket makanan dan minuman bagi para pengunjung. Yakni Food and Beverage Promo of Three Months, bertemakan Fusion Food Menu.

Dikutip dari rilis yang diterima kilas9.comPublic Relations Pesonna Hotel Semarang Twinika Sativa mengatakan fenomena masakan fusion, memang bukan hal yang baru lagi. Fusion adalah metode penggabungan dua atau lebih cita rasa kuliner yang berbeda.

Menurutnya, menu fusion kali ini menghadirkan menu spaghetti rendang dan waffle crispy. 

Dengan mengkombinasikan unsur dan tradisi kuliner yang berbeda, jelas Inka, bertujuan untuk memanjakan lidah para pencinta kuliner guna menyajikan sensasi rasa yang baru dan menggugah selera serta disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.

"Spaghetti umumnya memiliki cita rasa lembut dan creamy dari mi pasta atau fettucini, yang dipadukan dengan pasta yang manis dan lezat. Kini dipadukan dengan masakan khas Indonesia yaitu rendang. Sehingga, spaghetti rendang lebih menggoda selera dengan cita rasa pedas dan rempahnya yang gurih menggoyang lidah," kata Inka. 

Minuman cokelat inovasi dari Hotel
Pessona Semarang. Foto: ISTIMEWA 
Lebih lanjut Inka menjelaskan, menu spaghetti rendang dibanderol dengan harga Rp45 ribu per porsi. Sedangkan waffle crispy dihargai Rp30 ribu per porsi.

"Dengan hadirnya kedua menu tersebut, maka sajian kuliner fusion khas Hotel Pesonna Semarang tambah," ujarnya. 

Sementara itu, Executive Chef Pesonna Hotel Semarang Arinto Kuswinarto menambahkan, untuk menu minuman disajikan inovasi minuman cokelat dan kopi, chocolate lovers dan hot and chilled flavor latte.

Varian cokelat dan kopi ini sengaja disajikan bagi para penikmat dan pecinta minuman cokelat maupun kopi,karena banyak digemari masyarakat. 

"Chocolate lovers terbuat dari chocolate powder dan vanilla iced cream, yang diblended kemudian diberi topping whipped cream dan oreo biscuit serta disajikan dingin menyegarkan. Sedangkan hot and chilled flavor latte menawarkan minuman kopi jenis latte, dengan layer dominan steamed milk foam yang creamy yang dikombinasikan sirup hazelnut. Flavor latte bisa disajikan panas maupun dingin sesuai selera,"ucap Arinto. 

Untuk menikmati chocolate lovers, jelas Arinto, pengunjung cukup membayarnya dengan harga Rp25 ribu per gelas. (K-08) 

Pemda Harus Serius Memberi Perlindungan Hukum Terhadap Anak

Komisioner KPK2BGA Jateng Edi Hartono (kiri) ketika jadi pembicara
dalam diskusi tentang kekerasan terhadap anak, Senin (23/7).
Semarang-Kekerasan terhadap anak yang didominasi kekerasan seksual, masih menjadi pokok pembahasan dalam setiap peringatan Hari Anak Nasional.

Komisioner Komisi Perlindungan Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (KPK2BGA) Jawa Tengah Edi Hartono mengatakan kekerasan seksual anak menempati peringkat pertama, dalam deretan kasus yang kerap dialami anak setelah kekerasan fisik dan penelantaran. Padahal, Pemprov Jateng sudah menerbitkan Perda Nomor 7 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak.

Namun, jelas Edi, masih banyak pemerintah kabupaten/kota bahkan provinsi belum melihat kasus kekerasan anak sebagai persoalan serius.

Oleh karena itu, lanjut Edi, pemerintah daerah bisa melakukan dengan hal sederhana, misalnya pendampingan dan proses rehabilitsi bagi anak-anak yang menjadi korban.

Menurutnya, sudah saatnya kasus kekerasan terhadap anak menjadi persoalan serius yang harus menjadi perhatian semua pihak.

"Dalam praktiknya di lapangan, memang masih perlu ada pembenahan dan perbaikan pemberian layanan untuk korban kekerasan. Dari segi anggaran memang kabupaten/kota dan provinsi masih sangat minim, karena dianggap bahwa isu perlindungan anak kurang seksi. Tentu, perlu ada komitmen dari kepala daerah mulai gubernur sampai bupati/wali kot dalam menguatkan anggaran layanan perlindungan anak," kata Edi di sela diskusi mengenai "Melindungi dan Mensejahterakan Anak" di Hotel Quest, Senin (23/7).

Lebih lanjut Edi menjelaskan, data yang diperoleh dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencanna (DP3AKB) Jateng mencatat, pada 2017 kemarin terjadi kekerasann terhadap anak sebanyak 1.337 kasus. Sedangkan di semester pertama 2018, sudah ada 424 kasus.

Kepala Seksi Perlindungan Anak DP3AKB Siti Ilma Patriyani menambahkan, bila melihat angka kekerasan anak memang sudah kategori darurat. Sehingga, perlu ada upaya pencegahan.

"Kam mencoba menjaring tokoh masyarakat dan tokoh agama, untuk ikut serta menyelesaika masalah kekerasan terhadap anak," ujarnya. (K-08)

Dikunjungi Wali Kota Brisbane, Ganjar Tagih Investasi

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kanan) menerima kun-
jungan Wali Kota Brisbane Graham Quirk di ruang kerjanya,
Senin (23/7). Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Wali Kota Brisbane Graham Quirk mengunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di ruang rapat Gedung A Lantai 2 kantor gubernuran, Senin (23/7). Dalam pertemuan tersebut, kerja sama perdagangan antara Jateng dengan Brisbane sudah terjalin dengan baik.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan Brisbane sebenarnya adalah sister city dengan Kota Semarang, terutama di bidang seni budaya, pendidikan dan bisnis.

Namun, jelas Ganjar, pada pertemuan tersebut dirinya menagih janji dari Pemkot Brisbane yang sebelumnya pernah akan berinvestasi di Jateng. Terutama, investasi di sektor bisnis yang potensial di provinsi ini.

Menurutnya, pemprov sudah menjalin komunikasi intensif dengan konsulat jenderal Australia di Surabaya. Karena, ada beberapa pembicaraan tentang kerja sama investasi tapi belum teralisasi.

"Kita bahas dengan Brisbane tentang bisnis apa yang potensial di Jawa Tengah. Ada sektor penerbangan, konstruksi, migas dan pertambangan. Kita pengen mereka bsa bertemu dengan dinas yang menangani investasi," kata Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, dengan pertemuan yang singkat itu pihaknya dalam tanda petik menagih janji kerja sama bisnis. Namun, ia lupa bentuk kerja sama yang sudah dibicarakan sebelumnya.

"Beberapa kerja sama investasi dengan Australia mau masuk ke Jawa Tengah. Dulu sempat akan ada di sektor pengolahan," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Pemkot Brisbane menyerahkan cinderamata kepada Ganjar Pranowo berupa kerajinan tangan aslu suku Aborigin. Sedangkan Pemprov Jateng memberikan Graham Quirk sebuah replika wayang, teh, kopi dan gula aren bubuk. (K-08)

Pemprov Ajak Semua Pihak Ikut Tata Manajemen Transporasi Lanjutan di Bandara Internasional Ahmad Yani

Sejumlah taksi sedang menunggu calon terminal kedatangan di Bandara
Internasional Ahmad Yani Semarang. 
Semarang-Transportasi yang ada di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang akan ditata, Pemprov Jawa Tengah berupaya memfasilitasi dengan mengajak semua pihak yang berkompeten untuk ikut membenahinya. Sehingga, masyarakat pengguna moda transportasi pesawat usai keluar dari terminal bandara bisa memilih transportasi lanjutan yang disukai.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan memang perlu adanya penataan terhadap transportasi lanjutan bagi penumpang, ketika akan meninggalkan terminal di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Sehingga, kejadian yang dialami beberapa penumpang sebelumnya tentang monopoli transportasi lanjutan tidak terjadi lagi.

Menurutnya, dengan bandara yang sudah bagus juga perlu penataan transportasi lanjutan memadai. Termasuk, keberadaan bus di sekitar bandara. Dirinya mengapresiasi langkah Pemkot Semarang yang sudah menyediakan BRT dengan dilengkapi halte, sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya.

"Kalau bisa kita aturlah sekarang manajemen transportasinya secara bersama-sama, sehingga kalau ada yang harus kerja sama ya dikerjasamakan. Kalau pakai syarat ya syaratnya dipenuhi," kata Ganjar, Senin (23/7).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, pihak TNI yang diwakili Kodam IV/Diponegoro juga sudah menyampaikan pesan mengenai moda transportasi lanjutan di Bandara Internasional Ahmad Yani. Bahkan, TNI juga sudah membuka ruang bagi perusahaan taksi untuk ikut bergabung dengan menjadi anggota Mitra Koperasi S-16 Lanumad Ahmad Yani. 

"Kalau pakai syarat, tentu syaratnya bisa dipenuhi," ujarnya.

Sebelumnya, PT Angkasa Pura I juga sudah membuka ruang bagi perusahaan taksi untuk bergabung dan bisa melakukan layanan penjemputan di terminal Bandara Ahmad Yani Semarang. Yakni, melalui lelang terbuka penyediaan armada taksi di bandara. (K-08)