Senin, 17 September 2018

Dinkes Jateng Kejar Target BIAS Tahun Ini Tercapai

Seorang siswa sedang mendapat suntik imunisasi di sekolahnya.
Foto: ISTIMEWA 
Semarang-Dinas Kesehatan Jawa Tengah menargetkan, program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun ini bisa tercapai sebesar 98 persen. 

Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Jawa Tengah Subur Hadi Marhaento mengatakan pihaknya optimistis, karena tahun kemarin juga bisa melampaui target yang ditetapkan. 

Menurutnya, program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) terus berjalan, dan diharapkan sesuai target yang telah ditetapkan.

Subur menjelaskan, program BIAS dimulai pada Agustus 2018 dan sampai dengan pekan kedua September ini untuk sasaran kelas satu sekolah dasar (SD) sudah mencapai 92 persen.

Para siswa kelas satu SD yang ada di 35 kabupaten/kota di Jateng akan mendapatkan imunisasi campak. Pelaksanaannya, diserahkan kepada puskesmas di masing-masing daerah untuk mendatangi tiap sekolah.

"Yang kelas satu sudah 92 persen dari 362 ribu siswa. Ini kan model sweeping di minggu kedua September yang kelas satu. Diharapkan bisa selesai, dan nanti lanjut di November untuk kelas duanya. Harapan akhirnya, BIAS bisa tercapai 98 persen," kata Subur belum lama ini.

Subur lebih lanjut menjelaskan, di Jateng ada 23.208 SD sebagai lokasi sasaran imunisasi. 

Nantinya, jika seluruh siswa kelas satu SD sudah mendapatkan imunisasi, maka dilanjutkan siswa kelas dua SD mendapatkan imunisasi difteri.

"Pelaksanaan imunisasi untuk kelas dua tidak jauh berbeda dengan yang kelas satu. Kami sudah sampaikan ke daerah, untuk menyiapkan terkait masalah teknisnya," tandasnya. (K-08) 

Kemendagri Imbau Pemda Tuntaskan Perekaman dan Pencetakan KTP Elektronik Sampai Akhir Tahun Ini

Semarang-Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh sudah meminta kepada seluruh pemerintah daerah, untuk menuntaskan perekaman dan juga pencetakan KTP elektronik. Pihaknya juga memberikan batas waktu hingga 31 Desember 2018, agar semua warga sudah melakukan perekaman dan mendapatkan KTP elektronik.

Menurutnya, Kemendagri menjamin jika ketersediaan blangko KTP elektronik sudah didistribusikan ke seluruh wilayah se-Indonesia selama 2018 untuk menghadapi Pilkada Serentak 2018 dan juga Pemilu 2019.

Zudan menjelaskan, para kepala daerah di masing-masing wilayahnya segera mencetak fisik KTP elektronik dan dilarang mengeluarkan surat keterangan pengganti KTP elektronik (Suket).

"Kepada seluruh pemda, saya minta untuk penuntasan perekaman daan penuntasan percetakan. Jadi, sampai 31 Desember semua harus direkam. Masyarakat yang berusia 17 tahun sampai dengan Desember sudah merekam semua, dan itu akan segera dicetakkn tidak boleh diterbitkan surat keterangan lagi karena blangkonnya tersedia," kata Zudan di Semarang belum lama ini.

Zudan lebih jauh menjelaskan, data terakhir menyebutkan masih ada tujuh juta jiwa yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Sehingga, ia mengimbau masyarakat bisa lebih proaktif untuk datang ke kantor kecamatan atau Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat. 

"Untuk nasional, realisasi perekaman dan pencetakan KTP elektronik sudah mencapai 96,5 persen," tandasnya. (K-08)

Pemprov Siap Bantu KPU Jateng Carikan Tenaga KPPS di Pemilu 2019

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pemprov siap membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengaku kesulitan mencari tenaga untuk badan penyelenggara, atau kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Bantuan yang ditawarkan itu, akan direalisasikan jika KPU menyetujuinya.

Menurut Ganjar, ada banyak potensi kemasyarakatan yang bisa diberdayakan selama tidak melanggar aturan.

Ganjar menjelaskan, apabila bisa menggunakan tenaga aparatur sipil negara (ASN), maka di tiap daerah akan dikerahkan. Namun, bila untuk menjaga netralitas, maka bisa merekrut pelajar atau Pramuka. 

"Nantikan dicarikan, jadi mana yang memenuhi syarat. Dari daerah boleh engga PNS, kalau boleh kita pinjamkan. Kalau perlu mau digerakkan LSM, Pramuka kalau boleh. Kalau penyelenggaranya pelajar malah apik ya, karena mereka tidak terkontaminasi dan tidak punya hak pilih. Jadi, coba kita carikan dan pemda akan membantu, agar secara teknis tidak terganggu," kata Ganjar, Senin (17/9).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, pihaknya sebagai pemerintah daerah tetap membantu KPU, agar pelaksanaan Pemilu 2019 tidak terkendala karena kesulitan mencari tenaga KPPS.

"Yang pasti, kita tunggu respon KPU terkait tawaran dari pemda jika sulit cari tenaga KPPS," ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, Ketua KPU Jateng Joko Purnomo menyatakan, jika pihaknya memang kesulitan mencari tenaga badan penyelenggara. Alasannya, karena kaum muda di daerah tersebut kebanyakan sekolah atau bekerja di luar daerah.

"Alasan lainnya di aturan menyebutkan, kalau syarat jadi KPPs maksimal dua kali atau dua periode," ujarnya. (K-08)

KPU Jateng Akan Pelihara Data DPT Bersama Forum Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih

Semarang-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah Joko Purnomo mengatakan pihaknya menemukan 34.854 pemilih ganda, yang ada di daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Joko menjelaskan, adanya pemilih ganda karena beberapa hal. Di antaranya banyak pemilih yang meninggal dunia dan kesamaan nama. Sebagian besar data masih berada di daftar pemilih sementara (DPS).

Menurutnya, total nama DPT di Pemilu 2019 yang ada di provinsi ini sebanyak 27.430.269 pemilih. Setelah dilakukan pencermatan dan masukan dari partai politik (parpol) serta elemen masyarakat lainnya menyusut menjadi 27.395.415 pemilih.

Daerah di Jateng yang ditemukan pemilih ganda paling tinggi, lanjut Joko, adalah Kabupaten Banyumas. Namun, masing-masing daerah di 35 kabupaten/kota rerata 500-1.000 pemilih ganda.

Pihaknya, jelas Joko, secara periodik akan melakukan update data hingga menjelang pemungutan suara. Termasuk, memantau perpindahan pemilih ke daerah lain, agar tetap bisa menggunakan hak pilihnya. 

"Setelah kita koreksi secara 10 hari temuan atau masukan, baik dari parpol maupun Bawaslu kita sudah selesaikan. Yang betul-betul ganda sudah kita temukan, totalnya kurang lebih 34.854 jiwa. Dari DPT kemarin sekira 0,13 persen, nah dari situ kemudian kita cermati kembali dalam proses pemeliharaan bersama forum koordinasi pemutakhiran data pemilih," kata Joko, Senin (17/9).

Joko lebih lanjut menjelskan, khusus untuk perpindahan pemilih ke daerah lain dari daerah asal, akan dilayani selambatnya hingga H-30 sebelum hari pemungutan suara.

"Tujuannya adalah, agar distribusi logistk sesuai dengan daftar pemilih yang ada kelak," ujarnya.

Nantinya, jelas Joko, data DPT yang sudah dikoreksi itu juga berfungsi untuk mengoreksi atas sistem data pemilih (Sidalih). Sehingga, Sidalih yang dilihat publik sama dengan hasil koreksi. (K-08)

Pemprov Jateng Janjikan Bonus Yang Sama Bagi Atlet Asian Para Games 2018 Peraih Medali


Gubernur Ganjar Pranowo menyerahkan uang saku kepada perwakilan
pelatih Asian Para Games 2018 asal Jateng, Senin (17/9).
Semarang-Pemprov Jawa Tengah menjanjikan besaran bonus yang sama untuk para atlet difabel, saat berlaga dan meraih medali di ajang Asian Para Games di Jakarta 6-13 Oktober 2018 mendatang. Hal itu disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo, usai menerima delegasi atlet dan pelatih serta pendamping asal Jateng sebelum mengikuti pertandingan Asian Para Games 2018, Senin (17/9).

Menurut Ganjar, atlet difabel asal Jateng yang berangkat berlaga di Asian Para Games 2018 sebanyak 75 orang atau sekira 25 persen dari seluruh total atlet difabel se-Indonesia. Sehingga, Jateng memberikan kontribusi yang cukup besar bagi bangsa.

Oleh karena itu, pemprov juga tidak akan meninggalkan pembinaan serta fasilitas bagi atlet difabel di Jateng.

"Kemarin kita melihat di Solo relatif bagus, ya. Tiga cabor yang kita itu baik bulutangkis, tenis meja dan satu lagi angkat berat. Bahkan, angkat berat bagus fasilitasnya. Maka, kalau kita bisa jadi penyumbang ini, kita dukung dan siapkan," kata Ganjar.

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, para atlet yang berlaga di Asian Para Games 2018, diharapkan bisa membawa nama harum bagi bangsa dan daerahnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jateng Urip Sihabudin menambahkan, berkaitan dengan bonus untuk atlet difabel akan diberlakukan sama dengan atlet Asian Games kemarin.

"Kita mengusulkan sama dengan atlet Asian Games kemarin untuk bonusnya. Emas itu Rp100 juta, perak Rp75 juta dan Rp50 juta peraih perunggu. Ini masih proses di pembahasan, dan mudah-mudahan semua mendukung. Kalau berbicara potensi di Asian Para Games 2018, ada lebih dari tiga cabor. Tapi, kita ditarget bisa menyumbang tiga emas, empat perak dan 10 perunggu," ujarnya.

Urip menjelaskan, sebagai perhatian bagi para atlet difabel yang akan berjuang mengharumkan nama bangsa di Asian Para Games 2018, pemprov memberikan uang saku sebesar Rp2,7 juta kepada atlet, pelatih dan pendamping. Untuk Jateng, berharap bisa menyumbang medali dari cabang olahraga atletik, tenis dan juga angkat berat. (K-08)