Jumat, 17 Mei 2019

Selama Lebaran, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman dan Lancar

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid saat melakukan
peninjauan di salah satu rest area di jalan tol Trans Jawa, kemarin.
Semarang-Guna memantau kesiapan selama arus mudik balik Lebaran, Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid bersama Komite BPH Migas Saryono dan Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Muhammad Rizwi JH melakukan pantauan ke sejumlah titik layanan BBM di jalur mudik, kemarin. Terutama, di jalan tol yang telah siap. 

Rombongan bergerak menyusuri jalur mudik via tol, dari Jakarta menuju Semarang dan meninjau beberapa titik SPBU. Yakni di Rest Area KM 57, KM 207, KM 252 dan KM 379.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman dari rilis mengatakan pihaknya memastikan, jika pasokan BBM sepanjang jalan tol Trans Jawa dalam kondisi yang cukup untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran. Pertamina menyediakan 112 titik layanan BBM di sepanjang jalan tol, mulai dari Merak hingga Pasuruan. Baik SPBU regular maupun SPBU modular.

Pertamina, jelas Usman, juga menyiagakan 50 unit motorist BBM, yang diterjunkan di sepanjang jalan tol Trans Jawa selama pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Tujuannya, untuk melayani pengguna jalan tol yang kehabisan BBM dan terjebak kemacetan.

"Setidaknya ada 112 titik layanan BBM di sepanjang jalan tol Trans Jawa, yang membentang dari Merak hingga Pasuruan. Titik layanan tersebut terdiri dari 44 SPBU, 25 mobile dipenser atau mobil tangki yang dilengkapi flowmeter dan 43 kios Pertamina Siaga. Untuk jaminan stok BBM di SPBU, kami juga perkuat dengan adanya 19 titik kantong BBM," kata Usman.

Lebih lanjut Usman menjelaskan, pihaknya berusaha maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran. 

Selain kehandalan pasokan BBM, jelas Usman, pihaknya juga menyiapkan sembilan titik Rumah Pertamina Siaga di sepanjang jalan Tol Trans Jawa sebagai tempat istirahat bagi pemudik yang merasa lelah selama perjalanan. Selain itu, di Serambi Pertamax jua akan disediakan layanan pijat, tempat bermain ana, dan lainnya untuk melepas lelah.

"Mengingat keselamatan berkendara adalah yang utama, maka kami menyarankan pemudik untuk beristirahat cukup di sela perjalanan jauhnya. Salah satunya, bisa mampir di Rumah Pertamina Siaga yang tersedia di beberapa titik yang bisa diketahui melalui aplikasi MyPertamina dan WAZE. Layanan ini tersedia mulai H-10 Lebaran," pungkasnya. (K-08)

Bulog Jateng Pastikan Harga Gula Pasir Turun Pekan Depan

Sugit Tedjo Mulyono
Kepala Bulog Divre Jateng
Semarang-Harga gula pasir kristal putih di Kota Semarang, tercatat mengalami kenaikan. Kenaikannya sebesar empat persen, dengan harga jual Rp12.500 per kilogramnya.

Kepala Perum Bulog Divre Jateng Sugit Tedjo Mulyono mengatakan stok gula pasir saat ini, tercatat sebanyak 684,94 ton. Stok gula pasir itu, diketahui masih terus bertambah dengan semakin banyaknya pabrik gula yang melakukan proses penggilingan.

Menurutnya, beberapa pabrik gula di Jateng sampai dengan saat ini melakukan proses penggilingan tebu menjadi gula pasir. Di antaranya di Kudus, Pati dan Blora.

Sugit menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran nanti stok gula pasir dianggap lebih dari cukup. Bahkan, bisa memenuhi kebutuhan hingga 3-4 bulan ke depan.

"Stok di Bulog, kira-ira sampai dengan 3-4 bulan ke depan. Kita mulai giling ini. Jadi, sebenarnya kalau naik itu tidak lebih dari dua persen saja. Kalaupun naik, mungkin minggu depan sudah turun lagi. Karena, kita sudah mulai giling. Stok kita cukuplah, ada di PG, GMM dan di gudang Bulog juga ada. Ini stok secara riil jalan terus," kata Sugit, kemarin.

Lebih lanjut Sugit menjelaskan, pasokan gula pasir akan bertambah seiring mulainya musim giling. 

"Memang, saat bulan puasa ini banyak masyarakat mengolah makanan menggunakan gula pasir. Misalnya mengolah kolak untuk sajian buka, dan itu selalu memasak menggunakan gula pasir setiap hari," jelasnya.

Sementara itu, selain stok beras dan gula pasir yang diakui cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bahan pokok lain juga dianggap masih aman. Minyak goreng misalnya, di gudang Bulog Jateng ada 56.245 liter dan daging kerbau tercatat 6,52 ton. Sedangkan tepung, stok di gudang mencapai 28,38 ton. (K-08)

Lebaran, Perum Bulog Jateng Pastikan Stok Beras Aman Sampai 1,5 Tahun

Petugas gudang Bulog Divre Jateng mengecek kualitas beras.
Semarang-Menjelang hari raya Lebaran nanti, kebutuhan akan beras diprediksi terjadi peningkatan. Karena, aktivitas memasak masyarakat juga terjadi peningkatan.

Kepala Perum Bulog Divre Jateng Sugit Tedjo Mulyono mengatakan sampai dengan saat ini, stok beras yang ada di gudang-gudang miliknya masih cukup banyak. Bahkan, penyerapan dan pengadaan beras masih lancar.

Menurutnya, pengadaan beras dari petani yang ada di Jateng mencapai 37 ribu ton.

Oleh karena itu, jelas Sugit, memasuki masa libur Lebaran nanti pasokan beras di wilayahnya aman dan mencukupi hingga 1,5 tahun ke depan.  

"Kesiapan Bulog untuk menjelang Lebaran, stok kita sangat banyak. Untuk saat ini, stok hampir tidak bergerak dikarenakan di awal Januari 2019 kita sudah tidak ada rastra. Jadi, stok kita hari ini sebanyak 145 ribu ton berada di gudang. Insya Allah kalau disalurkan secara normal seperti hari ini, maka itu bisa sampai 1,5 tahun ke depan. Bulog punya Rumah Pangan Kita di setiap pasar ada, dan terutama pasar di pencatatan inflasi BPS," kata Sugit, kemarin.

Lebih lanjut Sugit menjelaskan, stok beras diakuinya terus melimpah di gudang-gudang milik Bulog Divre Jateng. Hal itu seiring dengan berlangsungnya masa panen di sejumlah daerah di Jateng, dengan luasan yang cukup besar.

"Saya jamin, beras tidak ada kelangkaan atau kenaikan harga di luar kewajaran. Apalagi, kita juga punya Rumah Pangan Kita yang tersebar di sejumlah pasar pencatat inflasi BPS," jelasnya.

Sugit menjelaskan, Bulog Jateng juga bekerja sama dengan pemerintah daerah mengadakan pasar murah. Di antaranya di Kabupaten Pati, Pekalongan, Surakarta dan Semarang.

"Tujuannya, agar bisa meningkatkan daya beli masyarakat selama Ramadan. Sehingga, mereka bisa membeli bahan pokok dengan harga terjangkau dan berkualitas," pungkasnya. (K-08)

Pemprov Jateng Akan Berangkatkan 290 Bus Mudik Gratis Dari TMII Pada 1 Juni

Salah satu lembaga BUMN yang memberikan fasilitas mudik gratis ke
warga Jateng untuk pulang ke kampung halaman.
Semarang-Pendaftaran mudik gratis yang difasilitasi pemprov, Bank Jateng dan 35 kabupaten/kota di provinsi ini sudah ditutup. Warga Jakarta dan sekitarnya yang akan pulang ke kampung halaman di Jateng, akan diangkut dengan 290 armada bus dan tiga rangkaian kereta api serta kapal laut secara gratis.

Kepala Dinas Perhubungan Jateng Satriyo Hidayat mengatakan para pemudik dengan tujuan 35 kabupaten/kota yang ada di provinsi ini untuk armada bus, akan diberangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada 1 Juni 2019. Sedangkan untuk kereta api dan kapal laut, jadwal keberangkatannya akan dilakukan pada 31 Mei 2019.

Menurutnya, untuk kereta api akan diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senin dan per rangkaian keretanya mampu menampung 600 penumpang. Tujuannya ke Kota Surakarta, Kota Semarang dan di wilayah Purwokerto.

Sedangkan untuk kapal laut, jelas Satriyo, mampu mengangkut dua ribu pemudik dan dua ribu sepeda motor. Berangkatnya direncanakan dari Tanjung Priok pada 31 Mei 2019.

"Dari pemprov, kemudian Bank Jateng maupun pemkab/pemkot, itu jumlah bus yang disiapkan 210 armada. Ditambah 50 armada dari Kabupaten Wonogiri, dan 30 armada dari Kabupaten Karanganyar, sehingga totalnya 290 armada bus. Semuanya akan diberangkatkan dari TMII pada tanggal 1 Juni. Rinciannya, 210 armada berangkat pagi dan sisanya berangkat siang dengan tujuan langsung ke Karanganyar dan Wonogiri," kata Satriyo, Jumat (17/5).

Lebih lanjut Satriyo menjelaskan, selain dari Pemprov Jateng, bantuan armada mudik gratis juga difasilitasi Kementerian Perhubungan dengan menyiapkan 800 armada bus. Tujuannya ke Solo, Semarang, Purwokerto dan Wonogiri. Serta, disiapkan pula 75 truk untuk mengangkut sepeda motor milik pemudik.

"Tahun ini, bantuan mudik gratis juga diberikan Pemprov DKI Jakarta dengan menyediakan 210 bus dan 90 truk untuk mengangkut pemudik dan sepeda motor pemudik warga ibukota yang mau pulang kampung ke Jawa Tengah," jelasnya.

Banyaknya fasilitas angkutan mudik gratis yang disediakan itu, lanjut Satriyo, diharapkan bisa mengurangi pemudik dengan sepeda motor di jalan raya. Selain itu juga, bisa memerlancar arus lalu lintas selama Lebaran. (K-08)

Pemprov Jateng Minta Nelayan Tidak Cari Ikan Tapi Menangkap Ikan

Sejumlah kapal nelayan melakukan bongkar muat ikan di Pelabuhan
Juwana.
Semarang-Nelayan-nelayan yang ada di Jawa Tengah harus bisa menangkap ikan-ikan besar di perairan sekitar, untuk bisa meningkatkan derajat kesejahteraannya. Hal itu dikatakan Gubernur Ganjar Pranowo ketika mengunjungi Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng, kemarin.

Menurutnya, nelayan di Jateng harus bisa naik kelas tidak hanya sekadar mencari ikan tapi menjadi menangkap ikan.

Maksudnya, jelas Ganjar, dengan kemajuan teknologi sekarang ini nelayan tidak perlu susah-susah mencari ikan di laut. Dengan teknologi yang dimiliki, nelayan tinggal mengikuti arahan dari pemerintah untuk menangkap ikan di lautan.

"Nelayan itu tidak cukup mencari ikan saja, konsepnya harus dibalik. Dia harus menangkap ikan. Kalau mencari ikan itu tugas pemerintah, kan ada alat fish finder. Kalau fish finder sudah ditempel digital dan link ke kita, maka akan kita informasikan. Pada saat ikan bergerak ke mana, itu mengikuti cuaca. Maka pada saat itu, nelayan diarahkan ke titik tertentu. Tinggal putar haluan pakai kompas, lalu tebar jaring dan Insya Allah dapat," kata Ganjar.

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, dirinya pernah bertanya kepada Lembang Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terkait teknologi mencari lokasi ikan. Hasilnya, sumber makanan ikan, yaitu planton bisa dideteksi dengan satelit. Lewat informasi dari fish finder itu, lokasi ikan bisa diinformasikan kepada nelayan lewat gawai atau perangkat elektronik yang dimiliki nelayan.

"Dengan peralatan canggih itu, maka nelayan memiliki kepastian saat melaut. Sehingga, mereka bisa menangkap ikan dengan hasil memuaskan," jelasnya.

Diketahui, Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng memiliki 12 unit GPS fish finder dan dibagikan kepada nelayan. Saat ini, total nelayan di Jateng ada 171 ribu dengan 4.952 kapal. (K-08)

Konsumsi Makan Ikan di Jateng Masih Rendah, Pemprov Akan Distribusikan Ikan Murah ke Masyarakat Langsung

Sejumlah santri di pondok pesantren di Semarang sedang mengolah
ikan untuk disantap bersama.
Semarang-Ikan merupakan salah satu makanan yang kaya akan protein, dan dibutuhkan tubuh manusia. Protein di dalam ikan, juga penting untuk mencegah stunting bagi bayi yang masih dalam kandungan.

Namun, untuk di Jawa Tengah tingkat konsumsi makan ikannya masih terbilang rendah. Hanya 29,19 kilogram per kapita per tahunnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng Fendiawan Tiskiantoro mengatakan provinsi ini masih kalah, bila dibandingkan daerah lainnya untuk konsumsi makan ikannya. Jawa Timur saja, tingkat konsumsi makan ikan sudah mencapai 36 kilogram per kapita per tahun. Sedangkan untuk nasional, angkanya sudah mencapai 51,5 kilogram per kapita per tahun.

Menurutnya, Jateng memiliki potensi luas laut sebesar 1,64 juta hektare dengan hasil perikanan nelayan tangkap atau budidaya sebanyak 956 ribu ton ikan per tahunnya.

Fendiawan menjelaskan, untuk meningkatkan konsumsi makan ikan di masyarakat Jateng perlu ada upaya lebih masif lagi. Salah satunya, dengan mendistribusikan ikan-ikan segar dari pantura ke wilayah daerah pedalaman. Yang saat ini sudah berjalan ada di Kabupaten Sukoharjo.  

"Kita mencoba mendistribusikan ikan dari panturan itu hingga ke pedalaman, karena memang kalau di kabupaten pedalaman itu rata-rata konsumsi ikan 22-25 kilogram per kapita per tahun. Masih rendah, dan di level provinsi juga hanya 29 kilogram per kapita per tahun. Selain promosi gemar makan ikan, kita juga coba menyediakan ikan langsung ke masyarakat dengan harga murah dan terjangkau serta berkualitas dan terjamin. Saat ini baru ada di Sukoharjo, dan nanti akan kita replikasi ke daerah lain," kata Fendiawan, Jumat (17/5).


Lebih lanjut Fendiawan menjelaskan, dengan upaya yang dilakukan itu, pihaknya optimistis jika konsumsi makan ikan masyarakat Jateng akan meningkat. Sehingga, pada tahun ini pihaknya menargetkan tingkat konsumsi makan ikan bisa mencapai 30 kilogram per kapita per tahun.

"Kami akan genjot terus gerakan gemar makan ikan, melalui sejumlah upaya dan sosialisasi," pungkasnya. (K-08)