Selasa, 18 Juni 2019

Gudang Kosmetik Ilegal di Semarang Digerebek BBPOM

Kepala BBPOM di Semarang Safriansyah ketika menunjukkan salah sa
tu produk kosmetik ilegal yang digerebek di sebuah gudang di Kota
Semarang, Selasa (18/6).
Semarang-Sebuah gudang yang ada di Gang Strong Nomor 41, Semarang Tengah, Kota Semarang digerebek petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang, Selasa (18/6). Gudang yang digerebek itu, diduga sebagai tempat penyimpanan kosmetik ilegal senilai Rp1,3 miliar.

Kepala BBPOM di Semarang Safriansyah mengatakan gudang penyimpanan kosmetik ilegal itu milik seseorang berinisial OMG, dan telah lama melakukan penjualan atau distribusi kosmetik ilegal.

Menurutnya, pelaku itu diketahui bukan pemain baru dalam penjualan kosmetik ilegal. Dari hasil penyelidikan dan pengakuan pemilik gudang kosmetik ilegal itu, praktik tersebut sudah dilakukan sejak 2009 lalu.

Safriansyah menjelaskan, pengungkapan atau penggerebekan gudang penyimpanan kosmetik ilegal bukan kali pertama. Sebelumnya juga pernah diungkap jaringan pengedaran kosmetik ilegal di daerah Semarang Timur, tahun kemarin. Selain itu, pihaknya juga belum lama ini mengungkap penjualan kosmetik ilegal di Magelang dengan nilai mencapai Rp1 miliar. 

"Menurut yang bersangkutan, bahwa kegiatan ini sudah dilakukan sejak 2009. Pada saat kita lakukan penindakan, kita temukan ada 24 jenis kosmetik ilegal dan kemungkinan besar mengandung bahan-bahan dilarang. Sesuai dengan beberapa contoh yang kita temukan di lapangan, tempat ini selaku distributor," kata Safriansyah.

Lebih lanjut Safriansyah menjelaskan, dari gudang kosmetik ilegal yang digerebek itu ditemukan 24 jenis dengan total 46.631 bungkus kosmetik ilegal. 

"Dari penjualan kosmetik ilegal itu, pelaku bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Hukuman pidananya antara 10-15 tahun penjara, dan denda Rp1 miliar sampai Rp1,5 miliar," jelasnya.

Pihaknya, jelas Safriansyah, meminta kepada masyarakat bisa lebih hati-hati di dalam memilih produk kosmetik di pasaran. Jangan mudah tergoda dengan iklan menyesatkan, dan harga yang ditawarkan lebih murah.

"Harus cek dan ricek produk yang legal, dengan melihat nomor izin produknya," tandasnya. (K-08)

Butuh Keterlibatan Banyak Pihak Untuk Tanggulangi Peredaran Narkotika di Jateng

Kabid Rehabilitasi BNNP Jateng Teguh Budi Santoso (kanan) ditemani
Kabid P2P Dinkes Jateng Tatik Murhayati saat menjadi narasumber di
sebuah acara di salah satu radio di Kota Semarang, Selasa (18/6).
Semarang-Penyalahgunaan dan juga peredaran narkotika terjadi hampir di semua wilayah di Tanah Air, tidak hanya wilayah perkotaan tapi juga kawasan perdesaan. Tidak heran, jika pemerintah menetapkan narkotika menjadi musuh bersama, dan Indonesia darurat narkotika.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Jateng Tatik Murhayati mengatakan di dalam penanganan narkotika, pihaknya melakukannya dari hilir sampai hulu. Yakni mulai dari tindakan promotif, preventif, kuratif dan juga rehabilitatif.

Menurutnya, dalam penanganan narkoba dan para penggunanya Dinkes Jateng memiliki Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Sampai dengan saat ini, setidaknya ada 25 IPWL di Jateng yang bisa dijadikan rujukan untuk penanganan pengguna narkoba.

Tatik menjelaskan, pihaknya lebih mengedepankan upaya promotif dengan sosialisasi dan penyuluhan tentang bahaya narkoba. Yakni, dengan mengajak keluarga pengguna dan masyarakat sekitar untuk ikut berperan dalam penanganan penyalahgunaan narkotika.

"Sasaran yang paling banyak adalah remaja, meskipun sasaran kita tidak hanya remaja. Sebab, remaja itu kan punya orang tua dan masyarakat serta lingkungan. Sehingga, di samping remaja diintervensi kita juga dekati orang tua dengan penyuluhan," kata Tatik, Selasa (18/6).

Kepala Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi Jateng Teguh Budi Santoso menambahkan, masalah narkotika memang tidak bisa diselesaikan BNN dan kepolisian saja. Komponen masyarakata juga harus dilibatkan, yakni tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah daerah harus ikut terlibat.

Menurutnya, tidak ada wilayah di Indonesia yang bebas dari peredaran narkoba dan pengguna terbanyak adalah kalangan pekerja.

"Jumlah pengguna narkoba di Jawa Tengah itu kurang lebih 495 ribu jiwa, dan tersebar di seluruh Jawa Tengah. Ibaratnya, ada 13 ribu pecandu narkoba di tiap daerah di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kalau berdasarkan ungkap kasusnya, yang tertinggi ada di Solo, Semarang, Purwokerto dan Pekalongan," ucap Teguh.

Oleh karena itu, jelas Teguh, bersama dengan Dinkes Jateng dan stakeholder terkait bertekad untuk menyelamatkan pecandu narkoba agar bisa pulih kembali. (K-08)

Peringati Hari Bhayangkara, Polda Jateng Pecahkan Rekor Operasi Bibir Sumbing Gratis

Polda Jateng menggelar operasi bibir sumbing gratis dalam rangka me
meringati Hari Bhayangkara sekaligus pemecahan rekor, Selasa (18/6).
Semarang-Dalam rangka menyambut peringatan Hari Bhayangkara pada 1 Juli 2019 nanti, Polda Jawa Tengah menggelar sejumlah kegiatan bhakti sosial. Satu di antaranya kegiatan bhakti sosial yaitu operasi bibir sumbing gratis.

Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol Tri Yuwono Putra mengatakan HUT ke-73 Bhayangkara tahun ini, pihaknya menggelar operasi bibir sumbing gratis yang dilakukan di RS Awaluddin Djamin Bhayangkara Semarang, Selasa (18/6). Operasi bibir sumbing gratis yang dilakukan setiap tahun ini, rencananya akan memecahkan rekor sebelumnya.
  
Menurutnya, rekor operasi bibir sumbing gratis pada tahun sebelumnya dipegang Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI) sebanyak 200 anak. Sedangkan tahun ini, Kedokteran Polri akan mencatatkan 500 anak ikut kegiatan operasi bibir sumbing gratis.

Tri Yuwono menjelaskan, kegiatan operasi bibir sumbing gratis itu merupakan kegiatan serentak seluruh polda di Indonesia. Sedangkan pelaksanaan operasi bibir sumbing gratis, dipusatkan di RS Bhayangkara Polda Jambi dan dibuka Kabarharkam Polri Komjen Pol Condro Kirono.

"Operasi bibir sumbing hari ini adalah rangkaian, dalam rangka bhakti sosial memeringati Hari Bhayangkara. Yang sudah daftar dan telah diskrining ada 40 orang, serta dinyatakan lolos ada 36 orang. Sementara, dari Mabes itu kita diberikan kuota 20 orang saja. Jadi, ini sudah melebihi target yang ditetapkan," kata Tri Yuwono.

Lebih lanjut Tri Yuwono menjelaskan, untuk tahap pertama dilakukan operasi bibir sumbing kepada sembilan orang anak dan tahap kedua sebanyak 11 anak serta selanjutnya bergilir hingga mencapai 36 orang anak.

"Pelaksanaan operasi bibir sumbing gratis ini memang dilakukan bertahap, mengingat tenaga kesehatan yang dimiliki terbatas. Target kami, seluruh peserta operasi bibir sumbing gratis ini bisa terlaksana dengan baik," jelasnya.

Selain menggelar operasi bibir sumbing gratis, lanjut Tri Yuwono, juga digelar pengobatan masal dan donor darah. Sedangkan sebelumnya, juga telah digelar program KB kesehatan dan lomba kebersihan lingkungan satuan kerja. (K-08)

Dinhub Jateng Apresiasi Kebijakan One Way Yang Berdampak Pada Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran

Kepala Dinhub Jateng Satriyo Hidayat memberikan penjelasan tentang
analisa dan evaluasi Lebaran 2019 di Hotel UTC, Selasa (18/6).
Semarang-Sepanjang pelaksanaan arus mudik balik Lebaran 2019 yang masuk atau melintas di Jawa Tengah untuk kendaraan pribadi, tercatat ada 1.104.055 unit. Data yang ada tersebut masih terbilang belum final, karena banyak belum tercatat.

Kepala Dinas Perhubungan Jateng Satriyo Hidayat mengatakan secara umum, pergerakan arus lalu lintas di jalur pantura dan jalur tengah serta selatan ramai lancar. Demikian juga untuk jalur pansela, jalur penghubung utara-selatan dan di ruas jalan tol Trans Jawa yang melintas di wilayah Jateng.

Menurutnya, kelancaran selama pelaksanaan arus mudik balik Lebaran tahun ini tidak lain karena penerapan one way dari Korlantas Polri. Yakni dimulai pada 30 Mei sampai 2 Juni 2019, dari Gerbang Tol Cikarang Utama sampai Gerbang Tol Pejagan, Brebes dan diperpanjang 3-4 Juni sampai dengan Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang.

Satriyo menjelaskan, untuk arus balik yang juga diterapkan sistem one way juga berdampak baik pada pergerakan arus lalu lintas. Sehingga, beberapa ruas jalan tol yang mengalami kepadatan saat arus balik bisa langsung tertangani.

"Secara umum, pelaksanaan posko ketupat Lebaran ini mampu dikendalikan. Jalan pantura ramai pada saat H-4, dan terjadi penumpukan kendaraan. Penghubung utara dan selatan juga cukup lancar, sudah banyak pemudik yang gunakan ruas Pemalang-Belik-Bobotsari-Purbalingga. Penerapan one way juga sangat efektif, sehingga situasi ini yang dilakukan relatif lancar mudik dan baliknya," kata Satriyo dalam diskusi anev Lebaran 2019 di Hotel UTC, Selasa (18/6).

Lebih lanjut Satriyo menjelaskan, pihaknya juga memberi penghargaan kepada jajaran Pertamina MOR IV yang mampu menyediakan pasokan bahan bakar minyak (BBM) lebih dari cukup. Sehingga, tidak ada keluhan dari pemudik yang kehabisan BBM saat melakukan perjalanan arus mudik balik Lebaran tahun ini.

"Teman-teman Pertamina juga menyiapkan BBM motorist, untuk antisipasi pemudik kehabisan BBM di tengah jalan," jelasnya.

Pada masa angkutan Lebaran tahun depan, lanjut Satriyo, diharapkan bisa lebih baik lagi tidak hanya di jalan tol tapi juga ruas jalan nasional. Dukungan semua pihak terkait sangat dibutuhkan, agar pelaksanaan di tahun berikutnya lebih memuaskan. (K-08)

Tampung Lebih Banyak Siswa Berprestasi, Pemprov Jateng Modifikasi Aturan Mendikbud

Gubernur Ganjar Pranowo menerima kunjungan silaturahim para tamu
undangan di acara halal bihalal.
Semarang-Guna menampung lebih banyak siswa berprestasi ke sekolah-sekolah negeri, Pemprov Jawa Tengah memodifikasi aturan dari Kementeri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online untuk jenjang SMA negeri pada tahun ini.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan di dalam memodifikasi aturan itu, pihaknya sudah berkoodinasi dan berkonsultasi dengan Kemendikbud sebelum membuat petunjuk teknis (juknis) tentang PPDB online 2019. Salah satunya, akan disesuaikan dengan kearifan lokal terkait kuota daya tampung siswa berprestasi. 

Menurutnya, para siswa berprestasi layak mendapat kesempatan lebih luas sebagai bentuk penghargaan dan memercepat pemerataan mutu pendidikan.

Ganjar menjelaskan, selama ini mutu pendidikan di satuan pendidikan di Jateng belum sama satu dengan yang lain. Sehingga, dengan memodifikasi aturan dari Kemendikbud itu bisa dipertimbangkan kuota siswa berprestasi sampai 20 persen di zona masing-masing.

"Kita sudah komunikasi dengan kementerian, kita akan membuat petunjuk teknis. Petunjuk teknis kita usulkan dengan kearifan lokal. Kearifan lokal kita gini, banyak anak yang prestasinya bagus tapi dia di beberapa titik itu terbatas aksesnya. Maka, terhadap kondisi yang demikian kita akan melakukan toleransi terhadap besaran persentase di zona itu. Sehingga, dia akan dapat dua zona. Kalau dia keluar daerah, kita gunakan ketentuan permendikbud 10 persen itu. Tapi kalau di dalam zona dan prestasinya banyak serta terbatas ketersediaan sekolah, kita akan pertimbangkan bisa sampai 20 persen," kata Ganjar, Selasa (18/6).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, sampai dengan saat ini beberapa waktu lalu terjadi kekurangan siswa.

"Saat ini kami akan meminta data base, sehingga bisa memotret daerah mana saja yang nanti bisa menyerap siswa," jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri menambahkan, budaya kompetisi yang sehat harus dibangun sejak dini. Sehingga, para siswa termotivasi untuk rajin belajar dan meningkatkan kreativitas dan kapasitasnya.

"Siswa berprestasi bisa diberikan peran sebagai partner, dalam peningkatan pembelajaran di lingkungan sekolah. Untuk itu, pemerintah menjamin pelayanan pendidikan siswa yang berprestasi," ucap Jumeri. (K-08)

Akhirnya, Ada Penerbangan Langsung Dari Semarang ke Jeddah

Ketua DPD Amphuri Jateng-DIY Endro Dwi Cahyono (tengah) menyebut
sudah ada maskapai yang melayani rute Semarang-Jeddah secara lang
sung.
Semarang-Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jawa Tengah-Yogyakarta Endro Dwi Cahyono mengatakan pihaknya bekerja sama dengan maskapai Citilink, menyediakan penerbangan langsung atau direct flight dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menuju ke Jeddah.

Kerja sama dengan maskapai penerbangan itu, jelas Endro, akan mencatatkan sejarah baru bagi penyelenggaraan umrah dan haji. Terutama, bagi calon jamaah umrah dan haji asal Kota Semarang dan sekitarnya.

Menurutnya, selama ini para calon jamaah haji atau umrah jika akan melaksanakan ibadah di Tanah Suci harus transit ke Jakarta dan membutuhkan waktu berjam-jam. Penumpang berangkat pukul 08.00 pagi waktu Indonesia, dan tiba pulul 06.00 sore waktu Jeddah. Selama 40 menit, pesawat akan mengisi bahan bakar di India dan penumpang tidak perlu turun.

Endro menjelaskan, dengan terobosan baru ini akan meningkatkan minta calon jamaah haji atau umrah asal Semarang dan sekitarnya untuk pergi ke Tanah Suci. Untuk bisa menikmati layanan tersebut, para calon jamaah dikenai biaya mulai dari Rp20 juta dan sangat ekonomis serta terjangkau.

"Ini kali pertama Jawa Tengah Insya Allah akan memiliki direct flight umrah dari Semarang ke Jeddah, ini adalah sejarah. Kami bertekad, bagaimana caranya supaya Bandara Internasional Ahmad Yani di Kota Semarang juga punya direct flight untuk melayani umrah dan haji meski belum bisa dengan pesawat wide body," kata Endro, Senin (17/6).

Lebih lanjut Endro menjelaskan, maskapai Citilink akan menggunakan pesawat jenis Airbus Neo320 dan transit di India untuk pengisian bahan bakar. Dalam sepekan, akan ada tiga kali penerbangan dan setiap penerbangan disediakan 170 kursi. (K-08)


Calhaj Asal Jateng Akan Dikumpulkan Dalam Satu Maktab

Gubernur Ganjar Pranowo mengapresiasi fasilitas yang diberikan dari
Kementerian Agama kepada jamaah calon haji asal Jawa Tengah.
Semarang-Pada tahun ini, jamaah calon haji (calhaj) asal Jawa Tengah akan diberangkatkan dalam dua tahap dari Embarkasi Solo. Gelombang pertama akan berangkat pada 7-19 Juli 2019, dan gelombang kedua diberangkatkan pada 20 Juli-5 Agustus 2019. 

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pada tahun ini juga, calhaj asal Jateng akan menikmati kenyamanan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Yakni, para calhaj akan dikumpulkan dalam satu maktab atau pemondokan.

Keputusan menjadikan dalam satu maktab itu, jepas Ganjar, berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama untuk membuat zonasi per wilayah. Bahkan, maktabnya juga diundi berdasarkan kelompok terbang (kloter).

Menurutnya, dengan kemudahan dan kenyamanan yang diberikan bagi jamaah calon haji itu asal Jateng juga menentukan kualitas hidup jamaah selama berada di Tanah Suci.

Ganjar menjelaskan, dengan fasilitas yang diberikan itu akan membuat jamaah calon haji khusuk di dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci. Sehingga, memudahkan warga Jateng yang menunaikan ibadah haji. 

"Mungkin akan membikin para jamaah ayem, ya. Ternyata, mereka bisa disatukan dalam satu areal dan bahkan hotelnya bisa dalam kapasitas besar. Itu, Insya Allah Jawa Tengah bisa kumpul jadi satu. Selain itu, makanannya kita sesuaikan dengan taste masyarakat Jawa Tengah. Sehingga, ini akan bikin mereka nyaman di sana," kata Gubernur, Senin (17/6).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, pada tahun ini ada 30 ribuan jamaah calon haji asal Jateng yang akan menunaikan ibadah haji dan ditampung dalam 96 kloter. Sedangkan seluruh Indonesia, tercatat ada 231 ribu kuota jamaah calon haji. (K-08)


PLN Tak Lagi Punya Tunggakan Sambungan Pelanggan Baru

GM PLN UID Jateng-DIY Agung Nugraha (kanan) menyatakan sampai
saat ini sudah tidak ada tunggakan sambungan pelanggan baru.
Semarang-General Manager  PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah-DIY Agung Nugraha mengatakan pada akhir 2019 ini, pihaknya menyatakan seluruh wilayah di dua provinsi itu 100 persen sudah teraliri listrik. Saat ini, rasio elektrivikasi di wilayah Jateng-DIY telah mencapai sekira 98 persen.

Pihaknya, jelas Agung, terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan dan kemudahan kepada masyarakat di dalam mendapatkan listrik. 

Menurutnya, pihaknya juga menjalin koordinasi dan komunikasi dengan sejumlah kepala desa dan camat di dua wilayah terkait dengan jaringan kelistrikan.

Agung menjelaskan, melalui berbagai program dan promosi yang ditawarkan juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan sambungan listrik baru. Sehingga, pihaknya menjamin jika sampai dengan saat ini tidak ada lagi tanggungan atau tunggakan sambungan baru ke pelanggan. 

"Jadi, kami laporkan bahwa saat ini per hari ini kami tidak punya hutang sambungan lagi. Setiap akhir bulan, seluruh pelanggan yang minta sambungan pasti sudah disambung dan terlayani. Jadi, saat ini sudah tidak ada daftar tunggu lagi," kata Agung di sela acara halal bihalal dengan karyawan, mitra kerja dan mantan general manager PLN Jateng-DIY, Senin (17/6).

Agung lebih lanjut menjelaskan, masih ada beberapa program yang terus berjalan dari pemerintah provinsi melalui Dinas ESDM Jateng dan Yogyakarta dengan memberikan penyambungan listrik gratis untuk tujuh ribu pelanggan baru di Jateng dan di Yogyakarta ada tiga ribu pelanggan baru.

Selain itu, lanjut Agung, pihaknya juga mengklaim bahwa sampai dengan saat ini juga nihil tagihan dari pelanggan di wilayah Jateng-DIY.

"Pelanggan PLN juga sudah lunas tagihan listriknya, artinya tidak ada tunggakan sampai saat ini," tandasnya. (K-08)