Kilas9.com

Media merupakan perantara, atau pengantar pesan dalam sebuah proses komunikasi. Media online merupakan hal yang berkaitan dengan komunikasi, terutama pesan yang ingin disampaikan ke pembacanya. Harapannya, kehadiran kilas9.com bisa menambah informasi kepada masyarakat sebagai pembacanya. Salam.

Pengamat Pendidikan Sebut Tak Mudah Hapus UN

Semarang-Menghapus Ujian Nasional (UN) dalam sistem pendidikan nasional Indonesia, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, UN sudah menjadi acuan mengukur kualitas pendidikan di Tanah Air sejak lama.

Pengamat pendidikan dari Unika Soegijapranata Semarang Tukiman Taruno mengatakan UN merupakan tolok ukur dari kualitas pendidikan, yang diterima siswa selama berada di sekolah. Sehingga, tidak mudah untuk menghapus UN.

Menurutnya, menghapus UN tidak mudah untuk dilakukan karena sudah menjadi sistem sejak puluhan tahun di Indonesia.

Tukiman menjelaskan, setiap jenjang pendidikan perlu dilakukan tes atau ujian untuk mengetahui sejauh mana siswa mengetahui dan memahami materi pendidikan yang diberikan guru di sekolah. Sedangkan penelusuran minat dan bakat, bisa dilakukan sejak awal siswa masuk sekolah dan terus dikembangkan hingga lulus sekolah.

"Pertama tidak semudah itu, karena sudah menjadi sistem sejak puluhan tahun. Ujian Nasional dipakai sebagai ukuran kualitas. Jadi, tidak semudah itu mengubah Ujian Nasional. Kedua, kita harus ingat bahwa yang namanya pendidikan itu selalu mengukur kualitas. Bagaimana kualitas bisa diukur, kalau tidak ada Ujian Nasional. Ketiga, kalau Ujian Nasional akan dihapus harus dipikirkan betul penggantinya apa," kata Tukiman, Selasa (19/3).

Tukiman lebih lanjut menjelaskan, jika UN akan dihapuskan dari sistem pendidikan nasional, maka harus ada penggantinya untuk mengukur kualitas pendidikan yang diterima siswa.

"Kalau mau dihapuskan, juga sudah dipikirkan penggantinya bagaimana. Jadi, tidak gegabah mengubah sistem," ujar Tukiman.

Sebelumnya, Cawapres Sandiaga Salahudin Uno dalam debat yang digelar Minggu (17/3) kemarin akan menghapus UN dan diganti dengan sistem penelusuran minat dan bakat. Sebab, UN sebagai salah satu sumber biaya tertinggi dalam sistem pendidikan nasional.

Menurutnya, fokus pemerintah nanti akan membangun kurikulum yang baik.

"Saya lahir dari dunia pendidikan, ibu saya guru dan paman saya pengamat pendidikan serta kakek saya kepala sekolah. Kami pastikan, guru-guru kesejahteraannya ditingkatkan. Guru honorer terutama, akan kita tingkatkan statusnya. Kita pastikan juga, bahwa sistem pendidikan yang berkualitas serta mencabut Ujian Nasional," ujar Sandiaga.

Sandiaga menjanjikan sistem pendidikan yang tuntas dan berkualitas, sehingga sistem pendidikan akan diarahkan untuk fokus ke akhlakul karimah. (K-08)
Share on Google Plus

About kilas9.com

0 komentar:

Posting Komentar