Kilas9.com

Media merupakan perantara, atau pengantar pesan dalam sebuah proses komunikasi. Media online merupakan hal yang berkaitan dengan komunikasi, terutama pesan yang ingin disampaikan ke pembacanya. Harapannya, kehadiran kilas9.com bisa menambah informasi kepada masyarakat sebagai pembacanya. Salam.

Lewat Pertanian Amfibi, Pertamina Fuel Terminal Rewulu Bantu Kelompok Tani Dusun Bendo

Kulon Progo-Bantu kesulitan warga di Dusun Bendo di Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta, Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah lewat Fuel Terminal Rewulu menerapkan sistem pertanian amfibi.

Bantuan itu diarahkan bagi Kelompok Tani Ngudi Rahayu, dan layak serta bisa diterapkan di Dusun Bendo.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho mengatakan dengan mengubah pola tanam dari sistem tanam tradisional ke pertanian amfibi, dalam upaya menjaga dan menguatkan ketahanan pangan. Hal itu dikatakan saat ditemui di kantornya, kemarin.

Brasto menjelaskan, saat musim kemarau panjang dan dampak dari kurangnya pasukan air untuk pengairan sawah harus terus dikembangkan dan memberi manfaat kepada kelompok tani Ngudi Rahayu dan masyarakat di Dusun Bendo.

Karena lahan yang kering itu menyebabkan tanaman mengering, dan membutuhkan bantuan dari Pertamina.

Menurut Brasto, bantuan yang diberikan untuk mengembangkan pertanian produktif serta mampu beradaptasi dengan alam dan meningkatkan kesejahteraan.

"Intinya meningkatkan produktivitas. Program bantuan Pertamina mendukung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan lahan pertanian. Dengan sistem amfibi memberi manfaat kepada kelompok tani, karena lahan pertanian dan kontur wilayah yang kekurangan air," kata Brasto.

Sementara Ketua Kelompok Tani Ngudi Rahayu, Ngadirin menambahkan dengan bantuan yang diberikan Pertamina itu menolong petani di saat kekurangan air untuk pengairan sawah.

Berkat adanya bantuan itu, saat ini petani tidak terlalu pusing memikirkan soal pasokan air untuk pengairan.

Menurut Ngadirin, bahkan dengan bantuan sistem pertanian amfibi dan bibit padi tahan di lahan kering produktivitas justru ada peningkatan.

"Dibandingkan yang dulu itu kalau saya bisanya itungan karung ya, kalau detail hitungan kilo nanti enggak bisa. Misalnya seribu meter itu biasanya dapat 12 karung saat panen, dengan ganti bibit ini bisa mendapat 13 karung ada peningkatan," ucap Ngadirin. (K-08)
Share on Google Plus

About kilas9.com

0 komentar:

Posting Komentar