Selasa, 06 Maret 2018

Ganjar: Saya Ingin Industri Otomotif di Jateng Kembangkan Teknologi Dengan Energi Ramah Lingkungan

Cagub Ganjar Pranowo menjajal motor listrik buatan PT Triangle
Motorindo sebagai produsen Viar. Foto: ISTIMEWA
Semarang-Jawa Tengah menyimpan industri yang cukup maju, terutama industri otomotif dengan bahan bakar ramah lingkungan. Hal itu dikatakan Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo, ketika mengunjungi pabrik otomotif di kawasan industri BSB Semarang, belum lama ini.

Menurut Ganjar, industri dari Jateng tidak kalah jika dibandingkan negara luar. Bahkan, inovasi yang dikembangkan juga mampu menjawab tantangan dan perputaran zaman. Salah satunya adalah transportasi hemat energi.

Ganjar mengaku kagum dengan industri otomotif di Jateng, yakni PT Triangle Motorindo selaku produsen Viar yang mampu memproduksi sepeda motor listrik. Dengan teknologi yang dipakai itu, motor listrik tersebut memiliki masa pakai selama delapan jam setelah diisi daya listriknya.

Oleh karena itu, dirinya berharap produsen bisa membuat produk sejenis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lainnya. Misalnya sepeda motor roda tiga untuk sektor usaha ataupun moil dengan harga yang terjangkau.

"Kita dukung perusahaan otomotif yang mendukung lingkungan lebih hijau. Mudah-mudahan industri otomotif bisa mengembangkan teknologi lebih besar lagi. Tentu, ini industri yang mesti kita bangun dan kita dukung untuk menjadi industri yang merah putih dari Jawa Tengah," kata Ganjar, kemarin.

Poltikus PDI Perjuangan itu juga berharap kepada pelaku industri lainnya di Jateng untuk bisa menciptakan produk ramah lingkungan atau green energy. Nantinya, pemerintah akan siap memfasilitas kepada pengusaha yang mampu dan mau mendukung terciptanya industri merah putih.

"Tentunya industri yang berpihak kepada kepentingan semuanya dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat Jateng," pungkasnya. (K-08)

Sudirman: Seluruh Potensi Kader Parpol Dikerahkan Untuk Rangkul Akar Rumput di Desa

Cagub Sudirman Said meminta seluruh kader tim pemenangan untuk
bergerak hingga ke tingkat desa meraih simpati warga. 
Semarang-Konsolidasi pemenangan pasangan calon (paslon) Sudirman Said-Ida Fauziyah terus dilakukan di level internal partai politik (parpol) pengusung. Salah satunya, dengan pengukuhan Tim Pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah dari kader masing-masing parpol pengusung di Hotel Grasia, Selasa (6/3).

Konsolidasi dari tim pemenangan Sudirman-Ida itu juga dalam rangka, untuk meningkatkan elektabilitas kedua calon tersebut di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018. Terutama, untuk tingkatan kecamatan hingga desa.

Calon Gubernur (Cagub) Sudirman Said mengatakan memang saat ini, tingkat elektabilitasnya terus naik dan memerkecil jarak dengan petahana. Hal itu tidak lepas, karena adanya peran dan campur tangan dari kader-kader partai pengusung yang terus giat bergerilya hingga ke wilayah perdesaan untuk menyosialisasikan dirinya dan pasangannya.

Oleh karena itu, jelas mantan menteri ESDM tersebut, ke depan langkah nyata yang terus dilakukan adalah merangkul akar rumput di perdesaan. Sebab, masyarakat desa merupakan lapisan kelompok masyarakat yang perlu mendapat edukasi tentang sosok pemimpinnya kelak.

"Ya memang yang berperan ada di akar rumput karena sebagian pemilih ada di desa. Oleh karena itu, bolak balik kita ingin menegaskan bahwa kita memerhatikan desa, pembangunan desa dan pertanian diurus. Dan inikan salah satu cara membuat anggota masyarakat di akar rumput untuk menyakinkan mereka," kata Sudirman.

Lebih lanjut Sudirman menjelaskan, dengan satu tahapan yang sudah dibuat secara terencana dan sistematis, maka perlahan tapi pasti mesin parpol dan tim pemenangan akan semakin solid.

"Saya minta tim pemenangan terus menggelorakan semangat perubahan ke seluruh penjuru Jateng. Kepunng atapnya, ketuk pintunya dan rebut hati masyarakat Jateng," pungkasnya. (K-08)

BNPB Imbau Pemda Sosialisasi Simulasi Hadapi Gempa Bumi

Semarang-Kepala Pusat Data Informas dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan setiap 26 April diperingati sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, sehingga harus dimanfaatkan para pemerintah daerah untuk mengedukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang kebencanaan.

Menurutnya, pemerintah daerah maupun pengelola dan pemilik bangunan bertingkat harus bisa mengedukasi dan meningkatkan kesadaran akan potensi bencana di setiap daerah. Misalnya mitigasi bencana gempa bumi.

Sutopo menjelaskan, khusus untuk bencana gempa bumi memang tidak bisa diprediksikan kapan terjadi. Namun, jika masyarakat sudah dikelola manajemen bencananya melalui latihan simulasi, diharapkan tidak akan terjadi kepanikan saat bencana.

Dengan terbangunnya kesadaran melalui kesiapsiagaan itu, lanjut Sutopo, maka akan lebih banyak orang yang terselamatkan. Beberapa jenis latihan yang bisa dilakukan adalah uji sirine atau tanda peringatan dini lain, uji tempat evakuasi dan uji lapang evakuasi mandiri.

"Yang tak kalah penting itu masyarakat harus ditingkatkan pengetahuanya, disosialisasi dan dilatih simulasi penanganan bencana gempa. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa, minimal satu kali dalam setahun. Jadi, masyarakat dilatih bagaimana evakuasinya dan mengungsinya ke mana," kata Sutopo, kemarin.

Lebih lanjut Sutopo menjelaskan, hampir seluruh wilayah di Indonesia rawan gempa, hanya Kalimantan relatif aman. Namun, meski wilayah Indonesia rawan terjadi bencana gempa bumi, namun mitigasi gempa masih minim. 

"Jadi, mitigasi dan kesadaran akan evakuasi bencana gempa bumi harus terus disosialisasikan kepada masyarakat," pungkasnya. (K-08)

REI: Tersedia 2.150 Unit Rumah Subsidi di Jateng Yang Belum Akad Kredit

Dua pengunjung melihat brosur di salah satu stan perumahan di Mal
Ciputra, belum lama ini. 
Semarang-Sebanyak 2.150 unit rumah bersubsidi di Jawa Tengah masih tersedia dan belum dilakukan akad kredit, antara perbankan dengan calon konsumen. Melimpahnya stok rumah murah di Jateng itu terjadi, karena persoalan batas akad kredit perbankan yang seharusnya dilakukan maksimal 6 Desember 2017 kemarin.

Anggota DPD Real Estat Indonesia (REI) Jateng Bidang Promosi Humas dan Publikasi Juremi mengatakan melimpahnya stok rumah bersubsidi di provinsi ini, hampir merata tersebar di seluruh wilayah. Namun, yang paling banyak jumlahnya ada di wilayah Solo Raya. Yakni mencapai 1.400 unit rumah murah.

Menurut Juremi yang juga pengembang rumah murah di Kabupaten Pemalang, kondisi terkait dengan sistem registrasi pengembang pada bank penyalur kredit pemilikan rumah (KPR) di tahun kemarin. Sehingga, meski rumah sudah siap diserahkan ke pembeli tetapi belum terjadi akad kredit di bank penyalur. 

"Rumah subsidi di Jateng itu ada 2.150 unit yang belum akad kredit sampai sekarang dari tahun kemarin. Kendalanya, para pengembang di semester dua kemarin karena ada kebijakan jika KPR itu berbatas waktu. Kemarin itu batas waktunya pada 6 Desember 2017," kata Juremi, Selasa (6/3).

Lebih lanjut Juremi menjelaskan, meskipun belum terjadi akad kredit, namun pembeli tetap bisa menebus dengan harga Rp123 juta. Sebab, proses perjanjian pembelian terjadi pada 2017 kemarin.

Dirinya berharap, perbankan penyalur KPR bisa segera melayani akad kredit dengan calon pembeli rumah. Dengan demikian, modal pengembang rumah bisa segera kembali dan pembangunan rumah murahh dilanjutkan kembali.

"Di Jateng tahun ini target pembangunan untuk rumah bersubsidi sebanyak enam ribu unit," pungkasnya. (K-08)

BCA Sebut Nasabahnya Mulai Pakai Kartu Kredit Untuk Bayar Liburannya

Masyarakat pengunjung Mal Paragon bertanya mengenai paket liburan
ke sejumlah stan tour and travel. 
Semarang-Gaya hidup travelling atau berwisata masyarakat zaman sekarang terus berkembang. Jika dulu hanya sebatas di luar kota atau antarpulau, sekarang sudah melintasi antarnegara atau antarbenua.

Bahkan, karena pola gaya hidupnya berubah maka cara pembayarannya pun juga mengikuti zaman. Hal itu diakui Vice President Divisi Pengembangan Solusi Kerja Sama Transaksi Perbankan BCA Cabang Semarang Budi Raharjo, menanggapi mulai beralihnya cara pembayaran dari semula tunai menjadi gesek atau menggunakan kartu kredit.

Menurutnya, fenomena itu sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, namun mulai terasa ada peningkatan di tiga tahun teakhir ini. Bahkan, banyak nasabah di BCA pemegang kartu kredit yang pembayaran transaksi wisatanya dengan cara nontunai.

Namun demikian, jelas Budi, jika dibandingkan transaksi kartu kredit untuk belanja bulanan di supermarket masih lebih besar. Sementara untuk pembayaran tagihan wisata, hanya kurang dari 15 persen.

"Transaksi dengan kartu kredit BCA memang yang paling banyak masih untuk belanja di supermarket, kalau untuk travelling hanya periode-periode tertentu saja. Tapi, setiap tahun memang kami akui selalu ada peningkatan. Misalnya saja kondisi ekonomi gak begitu bagus pun, orang masih tetap travelling," kata Budi, kemarin.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, untuk memberikan kepuasan dan kenyamanan nasabahnya menggunakan kartu kredit saat bertransaksi di agen tour and travel, pihaknya memberikan program cicilan 0 persen selama enam bulan. Sehingga, hal itu akan menambah minat nasabah terus bertransaksi dengan kartu kredit BCA. 

"Bagi yang tidak punya kartu kredit BCA, kami juga beri bonus bagi pemegang kartu debit. Terutama, untuk pembayaran paket umrah," pungkasnya. (K-08)

Bina Marga Jateng Siapkan Rp830 Miliar Untuk Perbaikan Jalan

Hanung Triyono
Plt Kepala Dinas Bina Marga
Semarang-Sejumlah ruas jalan yang ada di Jawa Tengah diketahui mengalami kerusakan, baik rusak karena terendam banjir atau sebab lain. Jumlah titik jalan yang mengalami kerusakan menyebar di seluruh provinsi ini.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga Jateng Hanung Triyono mengatakan dari hasil pemetaan dan laporan dari masyarakat, di ruas-ruas jalan milik provinsi memang terdapat spot-spot kerusakan.

Menurutnya, ada beberapa spot kerusakan jalan yang paling banyak ditemukan di jalan milik provinsi. Yakni di sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Cilacap, di ruas jalan Surakarta-Gemolong dan di jalur Surakarta-Purwodadi serta Kaliori-Patikraja di kabupaten Banyumas.

Namun, jelas Hanung, jumlah spot kerusakan jalan di Jateng sebenarnya tidak terlalu banyak, hanya saja keberadaannya hampir menyebar di ruas jalan milik provinsi. Sebab, dari 2.404,7 kilometer jalan milik provinsi yang terdapat kerusakan jalan kurang dari tiga persen.

Oleh karena itu, lanjut Hanung, pihaknya sudah mengalokasikan dana perbaikan jalan sebesar Rp830 miliar. Upaya penanganan perbaikan jalan rusak akan segera dilakukan pada akhir Maret ini atau di awal April 2018 mendatang.

"Total anggaran kita kurang lebih Rp830 miliar untuk perbaikan jalan di Jawa Tengah. Nanti alokasinya dibagi dua, untuk perbaikan dan peningkatan jalan," kata Hanung, Selasa (6/3).

Lebih lanjut Hanung menjelaskan, upaya perbaikan titik jalan yang rusak ataupun peningkatan jalan milik provinsi ditargetkan selesai pada Mei 2018 mendatang. 

"Pekerjaannya meliputi proyek betonisasi sepanjang 567,6 kilometer, pelapisan dan pelebaran jalan sepanjang 1.001,6 kilometer," ujarnya.

Dirinya berharap, arus mudik dan balik Lebaran bisa berjalan dengan lancar dan pemudik tidak terkendala karena adanya jalan yang rusak. (K-08)