Peningkatan Kemampuan Pemasaran Digital Bagi Pelaku UMKM Terus Dilakukan, Termasuk Melibatkan Pihak Swasta

Head of GrabExpres Grab Indonesia Tyas Widyastuti (te-
ngah) berfoto bersama dengab perwakilan Dinkop Kota
Semarang dan Kadin Kota Semarang.
Semarang-Para pelaku UMKM sudah tahu cara berjualan, tetapi belum tahu cara memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan bisnisnya. Sehingga, diperlukan adanya peningkatan literasi pemasaran secara digital bagi para pelaku UMKM.

Head of GrabExpres Grab Indonesia Tyas Widyastuti mengaku senang, bisa memberikan pembekalan kepada para pelaku UMKM tentang bagaimana presentasi produk secara digital. Karena, kemajuan teknologi digital sekarang ini harus diikuti para pelaku UMKM.

Tyas menjelaskan, selama ini para pelaku UMKM memang memiliki keterbatasan dalam memasarkan produknya secara online. Hal itu berkaitan dengan bagaimana menampilkan produknya lewat online, baik di media sosial atau lewat aplikasi online lainnya. 

Menurutnya, di era revolusi industri 4.0 sekarang ini para pelaku UMKM harus bisa menikmati manfaat dari hadirnya ekonomi digital.  

"Kita memberikan pembekalan untuk UMKM yang ada di Semarang, jadi bisa meningkatkan online bisnisnya lebih tinggi lagi. Kita berkomitmen, untuk tahun 2025 menggunakan teknologi dan mengembakan serta meningkatkan kesejahteraan Indonesia," kata Tyas di sela pembekalan pelaku UMKM di Patra Semarang Hotel & Convention, Kamis (28/11).

Sementara itu, salah satu pelaku UMKM yang bergerak di usaha makanan segar, Stanley Wibisono merasa senang dengan adanya pelatihan pemasaran secara digital. Sebab, dirinya harus mampu meyakinkan kepada calon pembeli bahwa produknya selalu segar saat di tangan konsumen.

Oleh karena itu, Stanley berharap pelatihan semacam ini bisa terus dilakukan dan ada evaluasi perbaikannya.

"Ya mulai belajar media sosial, misal Facebook dan Instagram. Sehingga, kalau pakai sewa tempat kan mahal. Jadi, dialihkan dipakai buat iklan. Tapi, karena produk saya adalah barang fresh jadi bagaimana caranya harus cepat sampai ke tangan konsumen. Makanya, pelatihan seperti ini sangat bermanfaat," ujar Stanley.

Selain Stanley, para pelaku UMKM lainnya juga meminta pendampingan dan pelatihan terus berlanjut. Tidak hanya dari pihak swasta, tetapi juga dari pemerintah. (K-08)

Jumat, November 29, 2019 | Posted in , , , | Read More »

PLN Dibantu Prajurit TNI Tanam 10 Ribu Mangrove di Pantai Mangunharjo

Prajurit Kodam IV/Diponegoro serius menanam mangrove di Pantai
Mangunharjo, kemarin.
Semarang-Senior Manager Niaga PLN UID Jateng dan DIY Eko Suharno mengatakan dalam rangka mencegah dan mengurangi dampak abrasi di bibir Pantai Mangunharjo Semarang, PLN bersama prajurit Kodam IV/Diponegoro menanam 10 ribu mangrove, Kamis (28/11).

Kegiatan penanaman 10 ribu mangrove itu, jelas Eko, juga dalam rangka memeringati Hari Menanam Pohon Indonesia yang diperingati setiap tanggal 28 November.

Tdak hanya pegawai PLN dan prajurit TNI saja yang dilibatkan, tetapi juga unsur pemuda dan masyarakat setempat.

Menurutnya, penanaman pohon merupakan salah satu wujud kepedulian PLN terhadap lingkungan.

"Program penanaman 10 ribu pohon ini, salah satu wujud kepedulian PLN terhadap lingkungan. Dengan melakukan penghijauan, kami berharap bisa berpartisipasi dalam mencegah terjadinya banjir dan menjaga kualitas air tanah serta mengurangi efek langsung sinar matahari sebagai pengontrol iklim. Termasuk, mencegah efek rumah kaca dan global warming," kata Eko.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, program penanaman pohon dilakukan secara serentak di seluruh unit induk PLN di seluruh Indonesia. (K-08)

Jumat, November 29, 2019 | Posted in , , , , | Read More »

Pemprov Jateng Siap Gandeng BUMDes Untuk Tingkatkan Pendapatan Pajak Kendaraan

Anggota DPRD Jateng Hendri Wicaksono (kanan) dan Kepala Bap
penda Jateng Tavip Supriyanto saat menjadi narasumber memba-
has pendapatan asli daerah, kemarin.
Semarang-Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Jawa Tengah Tavip Supriyanto mengatakan tunggakan pajak kendaraan bermotor di provinsi ini hingga Oktober 2019 kemarin tercatat sebesar Rp362,28 miliar, sedangkan sejak 2013-2018 totalnya mencapai Rp2,3 triliun. 

Tavip menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan sejumlah upaya persuasif untuk mendorong masyarakat membayar pajak. Bahkan, kemudahan membayar pajak kendaraan juga sudah disebar hingga 212 titik layanan di seluruh provinsi ini.

Oleh karena itu, jelas Tavip, pihaknya mencoba menggandeng BUMDes maupun BPR/BKK untuk membuka kredit talangan pembayaran pajak kendaraan. Sehingga, yang tidak mempunyai uang akan dibantu melalui model dana talangan dan sistemnya mengangsur.

"Upaya-upaya yang kita lakukan sudah jelas. Jadi, kami melakukan sosialisasi melalui medsos dan dengan PKK serta organisasi masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan kepada masyarakat. Upaya-upaya lainnya supaya wajib pajak yang nunggak ini bisa membayar, juga sudah kita lakukan," kata Tavip usai menjadi pembicara dalam diskusi "Menggali dan Meningkatkan PAD" di Hotel Quest, Kamis (28/11). 

Sementara, anggota Komisi C DPRD Jateng Hendri Wicaksono menyatakan para penunggak pajak kendaraan harus dikejar. 

Namun demikian, jelas Hendri, pihaknya memersilakan menggunakan kewenangannya dalam mengatasi persoalan tersebut. Jika kebijakannya adalah pemutihan terhadap kendaraan yang sudah tidak ada di lapangan alias sudah hilang, maka perlu diatur mekanismenya.  

"Ya ini kita diskusikan dulu, tentunya apakah ada pemutihan atau ada pembahasan ulang lebih detil lagi mana yang diputihkan dan yang tidak. Ini tunggu dulu. Tapi intinya, arahnya adalah bagaimana kalau kita punya tunggakan di angka Rp2 triliun lebih yang seolah-olah kita tidak bekerja. Karena, itu adalah tinggalan masa lalu yang harus kita selesaikan," ujar Henri.

Hendri berharap, masyarakat bisa sadar dan patuh dalam hal pembayaran pajak kendaraan bermotor sebagai kewajiban yang harus dipenuhi. (K-08)

Jumat, November 29, 2019 | Posted in , , , | Read More »

Buruh Minta Penghitungan Upah Tahun Depan Lebih Relevan

Semarang-Ketua DPW Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Jawa Tengah Nanang Setyono mengatakan besaran kenaikan upah sebesar 8,51 persen, masih menggunakan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) 2014. Sehingga, dasar penghitungan upah dianggap tidak relevan dengan kondisi sekarang.

Nanang menjelaskan, pada tahun depan seharusnya Pemprov Jateng sudah membuat kajian komponen KHL sendiri yang menjadi dasar dalam menetapkan UMK 2021. Sehingga, pemprov bisa memertimbangkan kondisi buruh di Jateng dengan tidak hanya melihat PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan saja.

Menurutnya, berdasarkan kajian dari KSPN menyebutkan jika kenaikan sebesar 8,51 persen tidak relevan dengan kondisi buruh saat ini.

"Hasil kajian kami, bahwa kenaikan 8,51 persen sudah tidak relevan lagi. Karena, berdasarkan hasil survei yang kami lakukan ada beberapa alasan untuk mengatakan 8,51 persen itu tidak relevan digunakan sebagai dasar penetapan UMK. Yaitu, KHL yang dimaksud di dalam PP 78 adalah upah tahun berjalan. Sementara, upah tahun berjalan yang jadi dasar KHL di PP 78 itu adalah hasil survei tahun 2014. Ini tidak relevan," kata Nanang, kemarin.

Lebih lanjut Nanang menjelaskan, kondisi yang paling mendesak untuk dipertimbangkan adalah kebutuhan jaminan sosial. Karena, saat ini yang ditanggung pekerja sebesar empat persen.

Diwartakan, Pemprov Jateng pada 1 November sudah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020, dan Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK) 2020 pada 20 November 2019 kemarin. (K-08)

Jumat, November 29, 2019 | Posted in , , , , | Read More »

Lewat Aplikasi Delivery Service, Masyarakat Bisa Beli BBM dan Elpiji Pertamina Dengan Mudah

GM Pertamina MOR IV, Iin Febrian (kanan) bersama jajaran mencoba
armada Pertamina Delivery Service di SPBU Akpol, Rabu (27/11).
Semarang-Pertamina MOR IV memberikan layanan penuh kepada masyarakat, yang membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di waktu darurat, yakni melalui Pertamina Delivery Service (PDS) selama 24 jam lewat kontak Pertamina 135.

General Manager Pertamina MOR IV, Iin Febrian mengatakan layanan terbaru dari Pertamina itu untuk memudahkan masyarakat mendapatkan produk-produk Pertamina. Terutama produk Pertamina Turbo, Pertamina Dex dan elpiji Bright Gas ukuran 5,5 kilogram. Bahkan, lewat layanan itu masyarakat juga bisa melakukan pembelian pelumas Fastron Eco Green.

Menurutnya, di setiap SPBU itu akan ada empat kurir yang siap siaga melakukan pelayanan antar produk Pertamina kepada pelanggan.

Iin menjelaskan, untuk saat ini uji coba dilakukan di empat SPBU di Kota Semarang dan dua SPBU di Yogyakarta. Yakni di SPBU Jenderal Sudirman, SPBU Pemuda, SPBU Sukun dan SPBU Akpol.

"Tentu kita tawarkan dulu kepada pelanggan, dan kita harapkan ini dapat disambut baik oleh masyarakat. Karena, ini menjawab dari terjadinya perubahan perilaku konsumen yang dulunya konsumen itu datang ke titik layanan. Sama halnya dengan pembelian BBM dan elpiji, biasanya datang ke titik layanan. Ini kita coba ubah secara cukup drastis, kita yang mendatangi konsumen," kata Iin di sela uji coba layanan Pertamina Delivery Service di SPBU Akpol, Rabu (27/11).

Salah satu pengusaha kuliner di Kota Semarang, Naneth Ekopriyono mengaku senang dengan adanya layanan antar produk Pertamina ke pelanggan. Karena, layanan itu akan memberikan kemudahan kepada masyarakat yang tidak mempunyai waktu untuk membeli produk elpiji ke agen atau pangkalan.

Menurutnya, layanan itu akan memberikan nilai plus bagi Pertamina karena mampu merespon kebutuhan pelanggan di era serba digital.

"Saya sebagai pelaku usaha yang memang memang kegiatannya cukup banyak, dengan adanya delivery ini sangat membantu sekali. Berarti, Pertamina sudah customer service. Karena, memang perempuan dengan keterbatasannya harus membagi waktu sebagai pengusaha dan sebagai ibu rumah tangga. Ini akan menjadi solusi, karena ada layanan antar untuk Bright Gas," ujar Naneth. (K-08)

Kamis, November 28, 2019 | Posted in , , , | Read More »

Tiap Tahun Ribuan Penerima Manfaat PKH Naik Kelas Jadi Keluarga Sejahtera

Semarang-Program Keluarga Harapan (PKH) dalam upaya mengentaskan masyarakat miskin menjadi keluarga mampu, setiap tahun bisa dirasakan hasilnya.

Koordinator Wilayah PKH Jawa Tengah Arif Rohman Muis mengatakan sejak 2015 lalu, sudah ada 256.224 penerima PKH yang diwisuda di provinsi ini. Tahun ini, sudah ada 17.060 penerima PKH yang diwisuda dan diharapkan akan terus meningkat di tahun depan.

Menurutnya, para penerima PKH yang sudah diwisuda dan tidak lagi menerima bantuan dari pemerintah itu karena menganggap dirinya telah mampu keuangan keluarganya.

"KPM yang sudah wisuda itu, kebanyakan masih ikut hadir di pertemuan kelompok. Justru mereka itulah, yang memotivasi KPM lainnya untuk segera keluar juga. Karena, KPM yang sukses itu minta bantuan ke KPM yang belum sukses untuk membantu berdagang atau ikut usahanya," kata Arif belum lama ini.

Terpisah, Gubernur Ganjar Pranowo mengaku senang ada banyak penerima manfaat PKH sudah menjadi keluarga sejahtera. Artinya, beban pemerintah dalam pengentasan kemiskinan semakin berkurang.

"Maka, cara bergulir seperti ini akan membikin seluruh bantuan yang diberikan negara menjadi tepat sasaran. Dan kemudian, program pengentasan kemiskinan akan mencapai tujuan. Mereka sudah punya bisnis atau warung kecil-kecilan, jualan sayur dan sebagainya. Ini akan kita kawal. Maka, setelah diampu Dinas Sosial bisa diambil Dinas Koperasi dan UKM dilatih dan dibina serta diberi akses modal," ujar Ganjar.

Ganjar berharap, kesadaran masyarakat yang menerima manfaat PKH itu bisa terus meningkat untuk menyukseskan program pengentasan kemiskinan. (K-08)

Kamis, November 28, 2019 | Posted in , , , | Read More »

Serangan Tawon Endhas, Ganjar: Patroli Sarang Tawon Antisipasi Kejadian Tak Diinginkan

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan untuk mengantisipasi serangan tawon Vespa Affinis atau tawon endhas, meminta pemkab/pemkot berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi persoalan itu. Termasuk, bagaimana mengambil langkah pencegahannya.

Sebab, jelas Ganjar, serangan tawon endhas itu sudah memakan korban. Sehingga, upaya sederhana yang bisa dilakukan masyarakat dengan melakukan patroli di wilayah-wilayah yang diduga ada sarang tawon endhas itu. 

Menurutnya, jika pemkab/pemkot tidak mampu mengatasinya bisa meminta bantuan ke pemprov.

"Saya sudah sampaikan kepada bupati, kalau memang ini segera diambil satu tindakan yang sifatnya mendekati darurat segera saja diambil. Jadi, biar dicarikan pakar yang meneliti soal ini. Pada saat saya di Klaten di Rawa Jombor itu ada beberapa pakar dari UGM. Mereka siap menjembatani antara Pemkab klaten dengan dengan ahli-ahli tawon yang ada di UGM, untuk mencari sumber dan cara menyelesaikan itu. Maka, tindakan yang paling gampang sekarang harus ada patroli," kata Ganjar, Rabu (27/11).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, dengan gerak cepat yang dilakukan diharapkan bisa mengatasi serangan tawon endhas. Bahkan, pemkab/pemkot bisa menetapkan sebagai kondisi darurat jika memang tidak mampu mengatasi.

"Kalau memang tidak bisa dan seandainya perlu tindakan darurat, ya segera saja dicarikan pakarnya. Kalau tidak, bagaimana memproteksi diri untuk melindungi dari serangan tawon," jelasnya.

Diketahui, serangan tawon endhas dilaporkan terjadi di Klaten pada 2016 sebanyak 667 kasus dan mengakibatkan 10 orang meninggal dunia. Kemudian di Kabupaten Pemalang, sejak 2018 juga tercatat ada sembilan orang meninggal dunia.

Sementara itu, di Kabupaten Sukoharjo juga memusnahkan 400 sarang dalam setahun ini. Sedangkan di Boyolali, setiap malam ada permintaan pemusnahan sarang tawon endhas yang dilaporkan masyarakat. (K-08)

Rabu, November 27, 2019 | Posted in , , , | Read More »

Pasar Apartemen di Semarang Belum Jadi Tren

Seorang pengunjung di pameran perumahan bertanya tentang produk
apartemen kepada sales properti.
Semarang-Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Tengah Prijanto mengatakan hunian vertikal atau apartemen, masih belum menjadi tren bagi masyarakat Kota Semarang. Meski beberapa pengembang mampu menjual unit, namun penjualannya tidak sebanyak hunian rumah tapak. 

Prijanto menjelaskan, beberapa pengembang apartemen di Kota Semarang yang mampu menjual unit apartemen cukup banyak. Sebut saja apartemen Alton di depan gerbang kampus Undip Tembalang, atau apartemen Cordova yang berada tepat di samping pintu gerbang tol Tembalang.

Namun, jelas Prijanto, banyak juga pengembang apartemen harus gigit jari dan menghentikan proyeknya karena tidak memiliki prospek pasar yang bagus. Padahal, lokasinya juga sama di kawasan Banyumanik di kota atas.

"Nampaknya, untuk apartemen juga terpengaruh secara nasional belum begitu bagus perkembangannya. Sehingga, rekan-rekan yang membangun di kota atas ini ada yang terhambat. Misalnya Paragon dan Abimanyu. Harapan kami, apartemen bisa mulai bangkit lagi dan pemasarannya bagus lagi," kata Prijanto, belum lama ini.

Prijanto lebih lanjut berharap, pada tahun depan pasar hunian vertikal atau apartemen bisa menggeliat. Sehingga, kebutuhan akan hunian vertikal akan menjadi tren pada 2020 mendatang. (K-08)

Rabu, November 27, 2019 | Posted in , , , | Read More »

Dengan Donasi Kuota, XL Bantu Kemenag Wujudkan Program Madrasah 4.0

Head of Sales Semarang XL Axiata Heriantoni (kanan) menyerahkan
secara simbolis donasi kuota untuk madrasah yang diterima Kas Sar-
pras Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jateng, kemarin.
Semarang-Lembaga pendidikan madrasah yang berbasis pendidikan agama Islam, terus berupaya mendorong program pembelajaran berbasis digital. Utamanya, dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan memersiapkan tenaga kerja profesional yang selaras dengan perkembangan teknologi digital.

Kasi Sarpras Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah Ahmad Farid mengatakan sesuai dengan era kemajuan zaman yang serba digital, tentu metode pembelajaran lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama juga harus ikut menyesuaikan. Lembaga pendidikan semacam madrasah, juga harus mampu bersaing dengan sekolah umum yang saat ini mulai mengembangkan pola belajar mengajar dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital.

Farid menjelaskan, dalam bersaing di era revolusi industri 4.0 dan mewujudkan program Madrasah 4.0 juga menjadi tantangan bagi Kemenag. Terutama, di dalam sekolah-sekolah madrasah di bawah naungannya untuk bisa menerapkan kemajuan teknologi digital.

"Madrasah sebenarnya itu sudah melangkah, dan kita mengikuti ritme dari kebutuhan jaringan semacam ini. Jadi, kami punya madrasah sekitar 10 ribu dan itu non-RA. Dan semuanya, sudah 100 persen mengikuti ujian nasional berbasis komputer. Jadi, madrasah pada saat ini sudah mulai menggeliat dan mulai menata diri menyesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan digitalisasi sejak lama," kata Farid usai menerima bantuan donasi kuota data dari XL Axiata di kantornya, Selasa (26/11).

Head of Sales Semarang XL Axiata Heriantoni menjelaskan, kecepatan internet menjadi kebutuhan dasar di setiap lembaga pendidikan di Indonesia. Bahkan, sekolah madrasah di bawah kewenangan Kemenag yang juga menekankan pendidikan berbasis agama Islam.

Menurutnya, lembaga pendidikan madrasah juga sudah waktunya memasuki era digital dan bersaing dengan sekolah lain pada umumnya.

"Tujuan kita adalah dalam rangka mendukung program dari Kementerian Agama, untuk memasuki era serba digital melalui program Madrasah 4.0. Harapan kita, bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung program belajar mengajar di madrasah di Jawa Tengah. Untuk program ini, ada 42 sekolah yang kita distribusikan," ujar Heriantoni.

Heriantoni lebih lanjut menjelaskan, melalui Gerakan Donasi Kuota ini pihaknya mendukung program Madrasah 4.0 dan memudahkan madrasah mendapatkan akses ke layanan data berkecepatan tinggi. (K-08)

Rabu, November 27, 2019 | Posted in , , , | Read More »

Lewat Kongres Perempuan Pertama di Jateng, Menteri PPPA Berharap Kasus Kekerasan dan Diskriminasi Perempuan Bisa Tekan

Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang (baju merah) foto bersama dengan
para pegawai PNM di Semarang, kemarin.
Semarang-Permasalahan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan, tidak hanya menjadi tugas pemerintah tapi juga elemen masyarakat lainnya. Semua elemn harus bahu membahu, menyelesaikan persoalan kekerasan dan diskriminasi terhadap kaum perempuan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan diperlukan adanya penyatuan visi dan misi, dalam mengatasi persoalan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan. Pernyataan itu dikatakannya usai membuka kongres perempuan pertama di Jateng, Senin (25/11).

Gusti Ayu Bintang menjelaskan, hasil kongres perempuan pertama di Jateng bisa menjadi acuan dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia. Karena, dari kongres perempuan juga menjadi langkah serius dalam mengatasi persoalan di setiap daerah tentang kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan.

"Tapi kalau kita melihat perkembangan perempuan, kalau kita mengacu pada indeks pembangunan perempuan dan indeks pemberdayaan perempuan itu sudah mengalami peningkatan. Tapi implementasi di lapangan, salah satu contoh yang dilaksanakan kongres perempuan Jawa Tengah yang pertama ini saya memberi apresiasi sangat tinggi. Mudah-mudahan, rumusan yang dihasilkan dari kongres perempuan pertama ini tidak hanya untuk pemberdayaan perempuan di Jawa Tengah tapi jadi acuan untuk Indonesia," kata Gusti Ayu Bintang.

Gubernur Ganjar Pranowo menambahkan, kongres perempuan juga diharapkan bisa memecahkan persoalan yang terjadi. Terutama, dalam memprediksi persoalan-persoalan perempuan di masa mendatang.

"Maka, kongres perempuan pertama Jawa Tengah ini sengaja kita ciptakan untuk menyelesaikan persoalan itu. Maka, yang kekerasan-kekerasan ini pendekatan apa yang bisa kita pakai. Pendekatan agama? Pendekatan kultural? Pendekatan sosial? Atau barang kali kita juga bisa membuat satu forum bersama, untuk mereka bisa sharing bagaimana kita mencegah," ujar Ganjar.

Jateng, lanjut Ganjar, menjalin kerja sama dengan Polda Jateng dan Kejati Jateng terkait penanganan kekerasan dan diskriminasi perempuan. (K-08)

Rabu, November 27, 2019 | Posted in , , , | Read More »

Ganjar Pranowo Sepakat Dengan Mendikbud Yang Berharap Guru Sekarang Bisa Inovatif dan Kreatif

Gubernur Ganjar Pranowo berdialog dengan Ariyanto, guru honorer di
SLB Surakarta usai di Hari Guru Nasional di SMAN 1 Semarang.
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku sependapat dengan pidato dari Mendikbud Nadiem Makarim, dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional tahun ini.

Ganjar menjelaskan, pidato yang singkat dan langsung itu mengena pada pokok persoalan. Salah satunya, guru zaman sekarang diminta untuk berinovasi dan berkreasi membuat terobosan dan menyiapkan siswanya sebelum terjun di masyarakat.

"Sebenarnya, pidatonya menjadi sesuatu yang luar biasa karena belum banyak dibacakan sudah beredar. Pidatonya singkat, langsung mengena dan ini sebenarnya ciri-ciri kalau kita membaca mas menteri kita mau yang praktis. Ada harapan besar, memberikan ruang dan waktu yang lebih banyak kepada guru-guru untuk berinovasi dan berkreasi. Siswa-siswa ini diharapkan betul-betul punya pengalaman, punya pendidikan dan nantinya turun ke masyarakat menjadi siap," kata Ganjar saat menjadi inspektur upacara Hari Guru Nasional di SMAN 1 Semarang, Senin (25/11).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, sebenarnya dalam dua atau tiga tahun lalu dirinya sudah menyampaikan ide yang hampir sama dengan membebaskan guru di Jateng berkreasi dan berinovasi dalam hal pendidikan. Namun, ide tersebut belum bisa ditangkap dan direalisasikan sehingga belum optimal.

Guru Honorer Minta Diangkat Jadi PNS

Seorang guru honorer di Sekolah Luar Biasa (SLB) Surakarta bernama Ariyanto, mengaku sudah mengabdi sejak 2004 dengan upah Rp250 ribu per bulan. Pada peringatan Hari Guru Nasional, Ariyanto berkeinginan untuk bisa diangkat menjadi PNS.

Ariyanto mengaku sudah berusaha mendaftar dan mengikuti seleksi CPNS, namun tidak pernah tercapai atau gagal. Saat ini, usianya sudah 35 tahun lebih dan impian menjadi PNS tidak bisa diraihnya.

"Dulu saya punya keinginan, untuk melihat anak-anak ini (difabel) merasa terbuka. Saya merasa tergugah juga. Waktu itu, gaji pertama saya Rp250 ribu per bulan sejak 2005. Sekarang gajinya Rp1.900.000 per bulan mengikuti UMR kabupaten/kota. Saya juga ingin diperhatikan, dan menjadi PNS seperti teman-teman yang lain," kata Ariyanto sambil meneteskan air mata.

Abdul Aziz
Anggot DPRD Jateng
Terpisah, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Aziz menjelaskan, sebenarnya pemprov sudah cukup serius di dalam meningkatkan kesejahteraan guru honorer. Pada tahun depan saja, Pemprov Jateng menyiapkan dana sebesar Rp509 miliar, untuk membayar gaji 21 ribu guru honorer berstatus GTT atau PTT.

"Pemprov Jawa Tengah dalam kaitannya dengan perhatian terhadap para guru yang ada di Jawa Tengah, tentu berdasarkan kewenangan yang dimiliki pemerintah provinsi. Terutama, di sekolah-sekolah negeri di pendidikan menengah atas atau SMA/SMK negeri se-Jawa Tengah. Itu dalam bentuk pemberian tunjangan kepada guru-guru GTT/PTT, yang di 2020 itu totalnya ada 21 ribu pegawai," ujar Aziz.

Sementara, lanjut Aziz, terkait dengan pengangkatan guru honorer menjadi PNS adalah kebijakan dari pemerintah pusat. Sedangkan pemerintah provinsi atau kabupaten/kota, hanya mengikuti kebijakan dari pusat. (K-08)

Senin, November 25, 2019 | Posted in , , , | Read More »

Kereta Relasi Bandara Adi Soemarmo dan Balapan Solo Beroperasi Akhir Tahun

Kereta yang akan melayani penumpang pesawat dari Bandara Adi Soe
marmo ke Balapan Solo pada akhir tahun nanti.
Semarang-Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Satriyo Hidayat mengatakan konektivitas transportasi masal terus dikembangkan, dalam upaya memudahkan mobilitas masyarakat. Salah satunya, menghubungkan moda transportasi pesawat terbang di Bandara Internasional Adi Soemarmo dengan transportasi kereta api di Stasiun Balapan Solo.

Pembangunan lintasan kereta api konektivitas Bandara Internasional Adi Soemarmo dengan Stasiun Balapan Solo, jelas Satriyo, saat ini terus dikebut pengerjaannya. Ditargetkan, pada akhir tahun ini bisa segera selesai.

Satriyo menjelaskan, pembangunan fisik lintasan kereta bandara ke stasiun sudah mencapai sekira 94 persen. 

Menurutnya, dengan jalur lintasan kereta dari bandara ke stasiun itu akan membantu mobilitas masyarakat. Terutama dari stasiun ke bandara, yang saat ini waktu tempuhnya mencapai 40 menit. Dengan menggunakan kereta, maka waktu tempuhnya dipangkas menjadi 15 menit.

"Kereta bandara yang dari Solo Balapan menuju Adi Soemarmo, saat ini fisiknya sudah terbangun 90,7 persen. Mudah-mudahan, akhir tahun ini orang yang turun dari pesawat sudah bisa nyambung kereta api menuju Solo Balapan," kata Satriyo, belum lama ini.

Satriyo lebih lanjut menjelaskan, untuk menghubungkan Bandara Internasional Adi Soemarmo dengan Stasiun Balapan Solo panjang lintasannya mencapai 13,5 kilometer. Jalur kereta api itu akan dibagi menjadi dua segmen, yaitu jalur eksisting 3,5 kilometer dan 10 kilometer jalur baru. (K-08)

Senin, November 25, 2019 | Posted in , , , | Read More »

Ganjar: Masyarakat Sementara Jangan Terlalu Dekat Dengan Merapi Dalam Radius 3 Km

Gubernur Ganjar Pranowo berdialog dengan sejumlah warga di Desa
Sumber, Kecatan Dukun, Kabupaten Magelang soal Gunung Merapi.
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mewanti kepada masyarakat yang permukimannya dekat dengan Gunung Merapi, agar berhati-hati dan menjaga jarak dalam radius tiga kilometer. Hal itu berdasarkan letusan Gunung Merapi pada Minggu 17 November kemarin, dan mengeluarkan abu vulkanik.

Ganjar menjelaskan, meskipun tidak perlu diingatkan warga sudah paham untuk tidak terlalu dekat dengan Gunung Merapi. Terutama untuk masyarakat di Desa Sumber di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Menurutnya, para perangkat desa dan relawan juga telat diminta mengkondisikan warganya untuk selalu siap siaga dengan kondisi Gunung Merapi.

"Masyarakat diminta jangan masuk radius tiga kilometer, harus di luar radius itu. Maka kita minta perangkat, pemerintah dan relawan semuanya untuk bareng-bareng mengedukasi masyarakat. Saya terima kasih, di sini ada sister village. Sehingga, kalau terjadi sesuatu mereka sudah terlatih dengan pengumuman lewat masjid-masjid. Saya kira, itu cara yang paling efektif untuk membuat desa ini tangguh bencana. Insya Allah, semuanya siap," kata Ganjar belum lama ini.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, sebenarnya untuk masyarakat Desa Sumber sudah cukup paham dengan karakter Gunung Merapi. Bahkan, warga juga telah beberapa kali melakukan pelatihan kebencanaan.

"Tadi warga kita tanya, katanya yang letusan kemarin itu cuma kecil. Itu kondisi sosiologis yang membuat kita tenang, karena kita tahu ke mana mereka harus menyelamatkan diri jika terjadi letusan yang besar," pungkasnya. (K-08)

Senin, November 25, 2019 | Posted in , , , , | Read More »

ASN Kerja di Rumah, Ganjar: Asal Sistemnya Sudah Dibuat Tidak Masalah

Gubernur Ganjar Pranowo saat berdialog dengan para eksportir
produk ikan di kantor BKIPM Semarang, Jumat (22/1).
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan rancangan kebijakan Bappenas yang akan membuat skema kerja aparatur sipil negara (ASN) kerja dari mana saja tidak perlu ke kantor, memang patut didukung. Hanya saja, Bappenas perlu membuat sistem kerja dan aplikasi penunjangnya.

Ganjar menjelaskan, ASN bisa kerja dari mana saja asalkan sistem dan perangkat penunjangnya sudah disiapkan. Hal itu akan sepadan dengan kemajuan teknologi informasi sekarang ini, dan menjawab kebutuhan di era milenial.

Menurutnya, hal itu berkaitan dengan efisiensi kerja dari ASN.

Namun, jelas Ganjar, sistem tersebut akan cocok jika diterapkan pada para ASN yang memang bekerja di belakang meja atau back office.    

"Yang mereka memang di back office, saya kira baik. Sudah pada zamannya kok, kalau mereka bisa menggunakan teknologi informasi. Kernya tidak hanya dari rumah, dari manapun dia. Maka, mereka-mereka yang di back office sebenarnya sudah saatnya kita berikan ruang. Maka, inovasi itu akan bisa memberikan efisiensi. Mungkin tidak macet, terus kemudian tidak bikin ribet. Tapi, ya sistemnya disiapkan dulu agar nanti tidak mubazir. Kalau Jateng belum ada, tapi kita lagi coba untuk TI office dulu," kata Ganjar, Jumat (22/11).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, untuk provinsi yang dipimpinnya belum menerapkannya. Hanya saja, yang saat ini sedang diuji adalah e-office. Dengan e-office ini, beberapa pekerjaan bisa dilakukan dari rumah. (K-08)

Jumat, November 22, 2019 | Posted in , , , | Read More »

DLHK Jateng Ancam Cabut Izin Usaha Bagi Industri Yang Cemari Bengawan Solo

Ammy Rita
Plt Kepala DLHK Jateng
Semarang-Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah Ammy Rita mengatakan dari hasil investigasi yang dilakukan menyebutkan, jika pencemaran Sungai Bengawan Solo karena limbah alkohol dan pewarna batik serta limbah peternakan babi. Rekomendasi awal, DLHK Jateng meminta para pengusaha di sekitar Sungai Bengawan Solo untuk memerbaiki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Ammy menjelaskan, pencemaran yang terjadi di Sungai Bengawan Solo karena limbah industri di sekitar aliran sungai terbesar di Jateng itu. Baik itu limbah dari industri skala menengah, maupun industri kecil.

Menurutnya, sebagai langkah awal dari penanganan pencemaran di Sungai Bengawan Solo itu, pihaknya sudah menyurati sejumlah industri untuk memerbaiki IPAL mereka. 

"Tentu saja dengan sumber pencemaran yang sangat besar, perlu dilakukan langkah-langkah bersama. Baik dari pusat maupun provinsi dan kabupaten/kota. Tidak bisa hanya sebagian-sebagian saja. Kami juga mendorong kepada para pengusaha, untuk mau mengolah limbahnya sendiri. Bagi peternakan, kami juga mencoba berkoordinasi dengan Dinas Perternakan. Tujuannya, agar diberikan pembinaan dalam pengolahan limbah ternak ini," kata Ammy, kemarin.

Lebih lanjut Ammy menjelaskan, pihaknya tidak segan memberikan peringatan kepada pengusaha yang masih membandel dan tidak mematuhi rekomendasi dari DLHK Jateng untuk memerbaiki IPAL. Hanya saja, untuk saat ini masih berupa imbauan untuk menata dan mengelola limbah dengan baik.

"Kami tentu tidak bisa langsung menutup usaha, tanpa melalui proses. Ada tahapannya, mulai dari peringatan tertulis hingga paksaan pemerintah dan sampai pada pencabutan izin usahanya," tandasnya. (K-08)

Jumat, November 22, 2019 | Posted in , , , , | Read More »

Produksi Garam Rakyat Jateng Tahun Ini Capai 1 Juta Ton Lebih

Fendiawan Tiskiantoro
Kepala DKP Jateng
Semarang-Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah Fendiawan Tiskiantoro mengatakan musim kemarau yang panjang tahun ini, membawa berkah bagi para petani garam. Data menyebutkan, produksi garam rakyat terus meningkat setiap tahunnya.

Pada tahun ini, jelas Fendi, produksi garam petani Jateng mencapai 1,043 juta ton. Jumlah ini meningkat, bila dibanding tahun sebelumnya yang hanya 751.463 ton.

Fendi menjelaskan, meningkatnya jumlah produksi garam rakyat pada tahun ini karena beberapa faktor. Salah satu yang paling utama adalah musim kemarau yang cukup panjang, sehingga membuat produksi garam rakyat melimpah.

"Garam di Jawa Tengah yang diproduksi para petambak, sebenarnya sudah memenuhi kriteria industri. Rata-rata sudah 97 persen. Ada grade 1-3. Kalau grade satu itu, kandungan NaCl-nya 97 persen. Sedangkan grade dua, antara 90-94 persen dan grade tiga itu di bawah 90 persen. Langkah-langkah dari Dinas Kelautan, tentunya kita bicara pada sektor teknis. Kami melakukan bimbingan teknis, kepada para petambak garam. Kami juga menghadirkan teknologi, agar garam yang diproduksi bisa diterima pasar," kata Fendi, kemarin.

Lebih lanjut Fendi menjelaskan, beberapa daerah di Jateng yang menjadi sentra produksi garam rakyat di antaranya adalah Kabupaten Rembang, Brebes, Cilacap, Pati, Jepara dan Purworejo. Jumlah petani garam di Jateng, sebanyak 14.836 petani.

"Petani garam terbanyak ada di Pati, 8.178 petani. Kemudian disusul Rembang, sebanyak 4.009 petani dan juga 1.354 petani garam di Demak," pungkasnya. (K-08)

Jumat, November 22, 2019 | Posted in , , , | Read More »

50 Kontainer Hasil Perikanan Jateng Diekspor Serentak Dengan Daerah Lain

Gubernur Ganjar Pranowo menunjukkan salah satu produk perikanan
asal Jawa Tengah yang akan diekspor ke luar negeri, Jumat (22/11).
Semarang-Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Informasi BKIPM Semarang Ely Musyarofah mengatakan pihaknya bersama Pemprov Jawa Tengah menggelar ekspor raya produk perikanan 2019 serentak bersama provinsi lainnya di seluruh Indonesia, Jumat (22/11). Kegiatan ekspor raya produk perikanan ini, juga dalam rangka Peringatan Hari Ikan Nasional.

Ekspor raya, jelas Ely, merupakan bentuk eksistensi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mendukung percepatan pertumbuhan perekonomian nonmigas. Khusus di wilayah pantura Jateng, mampu menggerakkan roda perekonomian dari wilayah Kabupaten Brebes hingga Kabupaten Rembang.

Ely menjelaskan, ekspor hasil perikanan Jateng terus mengalami peningkatan. Baik secara volume, pendapatan maupun negara tujuan ekspor.

Menurutnya, hingga Oktober 2019 kemarin volume ekspor perikanan Jateng mencapai 41,289 ton dengan nilai Rp2,4 triliun.

"Untuk produk Jawa Tengah yang diekspor pada hari ini sebanyak 50 kontainer, yang dikirim ke-11 negara dan berasal dari 15 unit pengolahan ikan di Jawa Tengah. Total komoditas ekspor perikanan sebanyak 1.032 ton, dengan nilai kurang lebih Rp72,49 miliar," kata Ely.

Ely lebih lanjut menjelaskan, komoditas perikanan dari Jateng yang diekspor adalah daging rajungan, surimi, cumi-cumi, udang vanname, udang windu, daging ikan nila dan teri.

Sementara, Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan jika ekspor produk perikanan yang dilakukan menjelang akhir tahun ini bisa mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan Jateng.

"Saya pengen prospek ini, kemudian kita kembangkan. Karena, sudah ada champion-champion. Yang kecil dan menengah, kita harapkan nanti kita dampingi untuk bisa belajar dari champion-champion ini. Sehingga, secara ekonomi kita bisa mendongkrak ekonomi nasional dengan meningkatkan devisa. Dan kita memberdayakan potensi-potensi yang ada di daerah, sehingga kesejahteraan meningkat," ujar Ganjar. (K-08)

Jumat, November 22, 2019 | Posted in , , , | Read More »

Ganjar: Siswa Korban Aula SMKN 1 Miri Ambruk Jadi Tanggung Jawab Pemerintah

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah
Semarang-Gubernur Jawa Tengah  Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya memastikan, bahwa semua biaya pengobatan terhadap para korban ambruknya aula SMKN 1 Miri di Kabupaten Sragen menjadi tanggung jawab pemerintah. Oleh karena itu, orang tua siswa yang anaknya menjadi korban dari bencana alam itu tidak perlu khawatir.

Ganjar menjelaskan, pemprov akan terus memantau perkembangan dari penanganan kasus ambruknya aula SMKN 1 Miri itu. Termasuk, menanggung biaya pengobatan terhadap 22 siswa yang terluka akibat tertimpa genteng maupun kayu bangunan.

Menurutnya, para siswa yang terluka juga telah mendapat perawatan medis.

"Dengan beberapa pasien dan beberapa rumah sakit. Bahkan, ada rumah sakit yang penuh tidak mendapatkan tempat tadi malam langsung diusahakan. Biar dapat kamar. Beberapa langsung beroperasi, yang lain nunggu hari ini. Kita nanggung biayanya. Tapi ini namanya bencana," kata Ganjar saat di Jakarta, Kamis (21/11).

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, terkait ambruknya aula SMKN 1 Miri Sragen merupakan musibah dari bencana alam. Meskipun bangunan aula itu baru selesai dibangun pada 2015, namun bangunannya kurang bagus. 

"Kita tidak bisa menyalahkan siapapun, ini kan bencana. Kecuali, kalau tidak ada apa-apa dan ambruk. Itu yang perlu dikejar," jelasnya.

Diwartakan, aula SMKN 1 Miri Sragen ambruk saat terjadi hujan deras disertai angin kencang pada Rabu (20/11) siang. Akibatnya, 22 siswa dilarikan ke rumah sakit karena menjadi korban dari kejadian itu. (K-08)

Kamis, November 21, 2019 | Posted in , , , | Read More »

Sinarmas Land Kolaborasi Dengan Investor Asing

Managing Director President Office Sinarmas Land Dhony Rahajoe (dua
dari kiri) menunjukkan prospek pengembangan properti ke manajemen.
Semarang-Managing Director President Office Sinarmas Land Dhony Rahajoe mengatakan pihaknya sebagai salah satu perusahaan properti di dalam negeri, bisa merasakan tentang lesunya pasar properti dalam negeri di tahun ini. Oleh karena itu, pihaknya berupaya untuk tidak ikut larut dan mencoba membuka potensi pasar dengan menjalin kerja sama dengan investor asing.

Dhony menjelaskan, kerja sama atau kolaborasi dengan vendor asing di dalam mengembangkan atau menjual produk properti akan sangat membantu dalam mengejar target penjualan sampai dengan air tahun. Karena, pihaknya memiliki segmentasi khusus dalam hal penjualan produk properti.

Selain itu, jelas Dhony, pihaknya juga tidak serta merta membangun atau mengembangkan kawasan di sejumlah kota. Khusus untuk kawasan permukiman, pihaknya juga tidak membuka lebar sayap bisnisnya. Hanya, khusus untuk properti hospitality dan retail menjadi bidikan pasarnya selama ini.

Oleh karena itu, pihaknya menjalin kolaborasi dengan pengembang dari luar negeri di dalam memasarkan produk properti.

"Kita ini memiliki segmen yang khusus, dan kita banyak kerja sama. Dalam rangka pengembangan kawasan itu, kita melakukan kolaborasi dengan beberapa institusi dari luar. Contoh di BSD, kita kerja sama dengan Hongkong Land. Kita juga kolaborasi dengan pengembang, yang mereka mengembangkan di wilayah kita tapi mereka juga yang mencarikan pasarnya. Bahwa dengan kolaborasi itu, kita akan share market," kata Dhony di Semarang.

Lebih lanjut Dhony menjelaskan, beberapa pengembang luar negeri yang saat ini diajak kerja sama adalah Hongkong Land, Tokyu Land dan Country Garden. Melalui kerja sama itu, pihaknya melakukan share market dan mitra.

"Persaingan yang besar, kami fokus pada bagaimana meningkatkan kualitas terlebih dulu. Kalau terlalu banyak, yang dikhawatirkan adalah kualitas tidak bagus dan konsumen akan kecewa," pungkasnya. (K-08)

Kamis, November 21, 2019 | Posted in , , , | Read More »

Tok! UMK 2020 Sudah Ditetapkan

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para pengusaha di provinsi ini, bisa mematuhi besaran Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK) 2020 yang ditetapkan itu, Rabu (20/11) petang. UMK 2020 itu mulai efektif berlaku pada 1 Januari tahun depan.

Ganjar menjelaskan, gubernur menetapkan upah minimum dengan memerhatikan rekomendasi dari dewan pengupahan provinsi dan atau bupati/wali kota. Upah minimum ini dihitung berdasarkan formula Pasal 44 ayat (2) PP Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

Ganjar menyebutkan, UMK 2020 yang ditetapkan itu masing-masing kabupaten/kota mengalami peningkatan rerata sebesar 8,57 persen. Sedangkan kenaikan UMK 2020 tertinggi, terjadi di Kota Tegal sebesar 9,25 persen.

Menurutnya, sesuai dengan surat dari Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-M/308 Tahun 2019 maka dasar penghitungan upah minimum sebesar 8,51 persen.

"Upah minimum ini merupakan upah bulanan terendah, terdiri dari upah tanpa tunjangan atau upah pokok atau upah pokok termasuk tunjangan tetap. Upah minimum hanya berlaku bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Ini yang sering kali menjadi pertanyaan, ini untuk mereka yang masa kerjanya kurang dari setahun. Kalau lebih tidak pakai ini. Pengusaha dilarang membayar upah di bawah UMK," kata Ganjar.

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, untuk UMK 2020 yang tertinggi adalah Kota Semarang sebesar Rp2.715.000 dan terendah adalah Kabupaten Banjarnegara sebesar Rp1.748.000. 

"Bagi perusahaan yang tidak mampu membayar UMK, bisa mengajukan permohonan penangguhan upah minimum kepada gubernur melalui kepala Disnakertrans provinsi sesuai dengan keputusan Menteri Ketenagakerjaan," tandasnya. (K-08)

Kamis, November 21, 2019 | Posted in , , , | Read More »

Ganjar: Mainan Anak Tradisional Harus Terus Dilestarikan

Gubernur Ganjar Pranowo memerhatikan sejumlah anak bermain
teklek di Desa Dolanan Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten.
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan banyak ragam dari permainan tradisional anak-anak, yang di beberapa daerah di provinsi ini masih dimainkan. Satu di antaranya adalah di Desa Dolanan Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. 

Ganjar menyebutkan, di daerah itu masih banyak anak yang memainkan permainan tradisional semacam balap karung, engklek dan tarik tambang. Anak-anak di desa itu sangat antusias, dan berebut aneka dolanan tradisional.

"Ketika kemudian dunia kita didorong, dipaksa dan bahkan diintimidasi dengan mainan-mainan gadget. Ternyata di Sidowayah, Klaten ada permainan yang menarik dan itu di usia kita. Apa itu? Mainan anak-anak. Mereka masih bermain tarik tambang, ada permainan teklek racing dan itu mereka bersentuhan. Jatuh bareng, tertawa bareng dan mereka bersentuhan. Kita berbahagia, karena itu masih ada di tempat kita," kata Ganjar di Solo, kemarin.

Dorong Jateng Jadi Provinsi Ramah Anak

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah
Ganjar Pranowo menyatakan, pemprov bersama dengan kabupaten/kota terus mengoptimalkan ruang-ruang yang lebih banyak pada anak. Karena, anak-anak merupakan kelompok masyarakat yang perlu perhatian lebih khusus dan afirmasi.

Ganjar menjelaskan, memang belum 100 persen maksimal dan optimal setiap kabupaten/kota di provinsi ini menerapkan kebijakan sebagai daerah ramah anak. Namun, sedikit demi sedikit dan melibatkan anak-anak dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) setiap tahunnya akan memberikan warna dalam pengambilan keputusan.

"Kita harapkan ramah anak itu tidak hanya menjadi sekadar aturan, ramah hanya tidak hanya sekadar menjadi jargon. Atau, ramah anak hanya menenuhi target-target saja. Tapi, ramah anak adalah sesuatu yang bisa diberikan dan si anak menikmati betul. Ramah anak adalah tidak ada bullying, maka ramah anak adalah berteman. Yang senior, guru dan orang tua saling menemani untuk memberikan peringatan atau mengajarkan budi pekerti," ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, di dalam setiap gelaran musrenbang yang diadakan selalu kelompok anak-anak pertama menyampaikan masukan terhadap perencanaan pembangunan. Karena, bukan lagi zamannya segala sesuatu tentang anak disuarakan para orang tua. (K-08)

Kamis, November 21, 2019 | Posted in , , , , | Read More »

Jateng Ekspor Komoditas Pertanian Senilai Rp35 Miliar

Mentan Syahrul Yasin Limpo (kiri) mengamati beberapa komoditas per
tanian yang akan diekspor ke luar negeri, Selasa (19/11).
Semarang-Jawa Tengah mengekspor komoditas pertanian ke luar negeri, dan dilepas simbolik Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Selasa (19/11). Komoditas yang diekspor itu sebanyak 283 ton di antaranya adalah Porang, Edamame, sarang walet, kopi, minyak kapok dan biji pinang. Tujuannya ke Belanda, Tiongkok, Jepang dan Amerika Serikat serta Iran. Total ekspor pertanian mencapai Rp35 miliar.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Jateng memiliki potensi pertanian yang cukup bagus, dan sudah dikenal pasar di luar negeri. Sejumlah produk atau komoditas pertanian asal Jateng, banyak diminati pasar dunia.

Syahrul menjelaskan, ekspor komoditas pertanian harus terus digenjot dan diperdagangkan di pasar internasional. Sehingga, pihaknya meminta kepada semua daerah di Indonesia bisa menggalakkan tiga kali ekspor komoditas pertanian ke pasar mancanegara.

"Semua pihak yang terkait dengan upaya-upaya menghadirkan negara yang makin kuat itu, adalah berbicara terhadap ekspor yang mungkin kita lakukan ke semua negara di dunia. Komoditas kita harus menjadi komoditas yang bisa kita perdagangkan secara internasional. Bahwa tujuan ekspor kita hampir ke seluruh dunia bisa dilakukan," kata Syahrul.

Gubernur Ganjar Pranowo menambahkan, memang komoditas pertanian asal Jateng banyak diminati pasar internasional. Pihaknya juga telah memberi fasilitas bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, untuk membantu para eksportir mengirimkan barangnya ke luar negeri.

Ganjar akan menugaskan dinas terkait, untuk membantu petani di Jateng bisa secara berkelanjutan mengekspor komoditas pertanian ke luar negeri.

"Tugas saya adalah menyosialisasikan kepada seluruh kabupaten/kota, bahwa di tempatmu ada potensi yang bagus. Anda tahu, kalau tokek itu bisa diekspor? Anda tahu, kalau ular bisa diekspor? Bunga melati itu ekspornya juga lumayan tinggi. Maka, kita coba dorong ini dan beberapa potensi yang marketnya bagus berapa kapasitas yang kita butuhkan," ujar Ganjar. (K-08)


Selasa, November 19, 2019 | Posted in , , , | Read More »

Lewat Wayang for Student, BCA Kenalkan Wayang ke Dunia Milenial

Seorang mentor mendengarkan cerita di balik tokoh wayang di acara
Wayang for Student 2019 yang diadakan BCA, Selasa (19/11).
Semarang-BCA melalui program Bhakti BCA mengajak sebanyak 100 pelajar dari lima sekolah di Kota Semarang terlibat di pementasan Wayang for Student 2019 dengan tema "Gathutkaca Krida" di Majapahit Convention Center, Selasa (19/11). 

Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati mengatakan pihaknya berupaya untuk melestarikan ragam budaya dan kesenian Tanah Air, dengan mengenalkan kepada para generasi milenial. Untuk di Kota Semarang, pihaknya mengajak siswa-siswi dari 10 sekolah menikmati pagelaran wayang sekaligus mengenal kesenian wayang peninggalan leluhur.

Inge menjelaskan, para siswa yang dilibatkan itu mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga jenjang sekolah menengah atas (SMA). Dengan pengenalan budaya dan kesenian wayang kepada generasi milenial ini, diharapkan muncul dan berkembang ketertarikan untuk melestarikan budaya bangsa.

Menurutnya, dengan pesatnya kemajuan di bidang teknologi digital sekarang ini jangan sampai budaya bangsa sendiri terlupakan. 

"Dukungan dari pemerintah daerah setempat dan juga dari kalangan pendidikan cukup luar biasa. Memang kelihatan, bahwa anak-anak di Semarang sangat kreatif dan inovatif. Karena itulah, kami untuk Wayang For Studen 2019 kembali ke Semarang. Wayang ini kalau Semarang yang kali kelima. Kalau dari BCA sendiri, kami ingin melestarikan budaya ini," kata Inge.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri menambahkan, wayang merupakan salah satu dari delapan elemen budaya yang masuk dalam daftar warisan budaya tak benda dari Unesco pada 2003 lalu.

Oleh karena itu, lanjut Jumeri, melalui kegiatan yang diinisiasi BCA lewat program Bhakti BCA sangat penting dalam membina dan melestarikan kebudayaan leluhur. (K-08)

Selasa, November 19, 2019 | Posted in , , , , | Read More »

BEI Semarang Ajak Masyarakat Kenali Investasi Bodong

Semarang-Kepala BEI Semarang Fani Rifki El Fuad mengatakan banyak tawaran investasi menggiurkan, yang membuat masyarakat mudah terjebak dan menjadi korban investasi bodong. Para pelaku penipuan investasi ilegal ini, banyak memanfaatkan kelengahan dan ketidaktahuan masyarakat. 

Fani menjelaskan, masyarakat seharusnya melakukan pengecekan terhadap tawaran investasi ke pihak berwenang. Yakni ke lembaga pengawas, atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kalau kita ditawari satu investasi, kita harus memastikan apakah pihak yang menawarkan investasi memiliki izin dari ototitas. Otoritas yang kita adalah OJK. OJK itu satu lembaga yang mengawasi banyak sekali lembaga keuangan. Jadi kalau masyarakat ditawari oleh lembaga yang tidak ada lisensinya, itu patut dicurigai. Berikutnya, return atau keuntungan yang ditawarkan apakan rasional. Kita harus pahami hukum high risk high return," kata Fani, Selasa (19/11).

Lebih lanjut Fani menjelaskan, apabila tawaran keuntungan yang diberikan tidak rasional maka patut dipertanyakan. Karena, tidak ada satu produk keuangan atau investasi yang bebas dari risiko.

Polda Jateng Sarankan Korban Investasi Bodong Lapor

Direktur Reskrimsus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Hendra Suhartiyono mengatakan pihaknya belum mendapat laporan, adanya korban dari PT Investasi Kampoeng Kurma di wilayah Jateng. 

Menurutnya, jika ada masyarakat Jateng yang menjadi korban dari investasi bodong bisa melapor ke Direktorat Reskrimsus Polda Jateng.

"Kalau laporan ada, kita tindak lanjuti. Ada satu laporan yang masuk, tapi kita belum bisa mengatakan itu investasi ilegal atau legal. Kita masih koordinasi dengan OJK, dan dengan pihak perbankan untuk memastikan. Karena, belum ada korban yang melapor ke kita. Karena, untuk memastikan itu investasi ilegal atau bukan kita harus tahu bentuk usahanya apa dan caranya bagaimana serta menghimpun dananya bagaimana," kata Hendra, Selasa (19/11).

Hendra lebih lanjut menjelaskan, pihaknya mendorong kepada masyarakat jika merasa menjadi korban dari produk investasi bodong untuk melapor. Sehingga, jajarannya bisa segera menindaklanjuti laporan tersebut.

"Tahun 2018 kemarin, kita ada 1-2 kasus investasi ilegal yang ditangani. Modusnya sama ya, menghimpun dana kepada masyarakat dengan iming-iming keuntungan besar," tandasnya. (K-08)

Selasa, November 19, 2019 | Posted in , , , | Read More »

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added