Kilas9.com

Media merupakan perantara, atau pengantar pesan dalam sebuah proses komunikasi. Media online merupakan hal yang berkaitan dengan komunikasi, terutama pesan yang ingin disampaikan ke pembacanya. Harapannya, kehadiran kilas9.com bisa menambah informasi kepada masyarakat sebagai pembacanya. Salam.

BEI Semarang Maksimalkan Sekolah Pasar Modal Untuk Gaet Investor Baru

Semarang, Jumlah investor yang ada di Kota Semarang dan sekitarnya pada 2016 kemarin, mencapai 12 ribu orang. Sementara, memasuki tutup tahun ini jumlahnya sudah mencapai 15.850 investor. Peningkatan jumlah investor itu, tidak lepas karena kehadiran sekolah pasar modal yang diselenggarakan Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Semarang.

Kepala Kantor BEI Semarang Fani Rifki El Fuad mengatakan sekolah pasar modal yang diadakannya itu, sangat mendukung penambahan jumlah investor baru di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya.

Sekolah pasar modal yang diadakannya, jelas Fani, setiap periode selalu penuh dengan calon investor baru. Bahkan, untuk menambah perolehan jumlah investor baru, pihaknya juga menggandeng Kantor Regional 3 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng-DIY mengadakan sekolah pasar modal.

Menurutnya, sekolah pasar modal yang diadakan di OJK pada tahun ini, sudah diselenggarakan sebanyak tiga periode. Sehingga, jumlah investor yang ada di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta terus bertambah.

"Strategi yang kita punya untuk meningkatkan jumlah investor baru melalui sekolah pasar modal. Ini sudah menjadi branding kami. Sekolah pasar modal ini bisa diadakan di kantor BEI Semarang atau di tempat lain, misalnya di kampus atau kantor instansi. Pesertanya mulai dari mahasiswa sampai pegawai negeri," kata Fani.

Lebih lanjut Fani menjelaskan, apabila semakin banyak investor baru terbentuk, maka bisa diarahkan ke perusahaan sekuritas atau bekerjasama dengan OJK dalam meningkatkan literasi produk perbankan.

Sementara, meski jumlah investor baru terus bertambah namun tidak diimbangi dengan penambahan emiten baru di Jawa Tengah. Masih banyak perusahaan yang sebenarnya sudah bisa melakukan go public, ternyata belum berani melakukannya.

"Sampai sekarang jumlah emiten di Jateng ada empat. PT. Sritex, Sido Muncul, PT. Dua Putra Utama Makmur Mandiri dan Tower Bersama Globalindo," pungkasnya. (K-08) 
Share on Google Plus

About kilas9.com

0 komentar:

Posting Komentar