Kilas9.com

Media merupakan perantara, atau pengantar pesan dalam sebuah proses komunikasi. Media online merupakan hal yang berkaitan dengan komunikasi, terutama pesan yang ingin disampaikan ke pembacanya. Harapannya, kehadiran kilas9.com bisa menambah informasi kepada masyarakat sebagai pembacanya. Salam.

Pemprov Jateng Targetkan 100 Persen ODF Pada 2021

Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan, pada 2021 mendatang Jawa
Tengah ditargetkan 100 persen ODF.
Semarang-Akibat dari buang air besar sembarangan, akan ada tiga miliar bakteri dan virus yang menyebar. Bahkan, 150 ribu jiwa melayang akibat penyakit yang dikarenakan buang air sembarangan. Sehingga, perilaku buang air besar sembarangan menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan untuk mengubah perilaku tidak buang air besar sembarangan tidak mudah, sebab juga harus mengubah perilaku masyarakatnya. Karena, saat ini masih ada beberapa kabupaten/kota di Jateng belum 100 persen Open Defecation Free (ODF) atau terbebas dari buang air besar sembarangan.

Menurutnya, untuk mencapai 100 persen ODF di Jateng baru bisa terwujud pada 2021 mendatang.

Ganjar menjelaskan, pihaknya berupaya melakukan percepatan untuk mencapai 100 persen ODF. Karena, hal itu juga menjadi salah satu faktor pengurangan angka kemiskinan. Sehingga, pihaknya terus mendorong dengan menggandeng berbagai instansi terkait untuk gotong royong menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Makanya gerakan keroyokan gotong royong ini, sebenarnya bagian dari salah satu kita mengentaskan kemiskinan dari sub-sub sektor yang kecil sekali. Dalam hal ini sanitasi, super subnya adalah jamban. Bahwa dilihat tidak punya jamban, maka penyakit gampang menular. Ada tipus, kolera, disenteri dan sebagainya," kata Ganjar, Senin (4/3).

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, pihaknya juga akan fokus pada pembangunan infrastruktur sanitasi sehat dan sosialisasi kepada warga untuk tidak lagi buang air besar sembarangan. Termasuk, dengan menggandeng PKK dan anggota Pramuka untuk ikut mengedukasi warga.

"Ada lho warga yang sebenarnya dia mampu membuat jamban, tapi lebih senang buang air besar di sungai. Ini kan soal perilaku dan pola pikir saja sebenarnya," jelasnya.

Ketua Yayasan Wahan Bhakti Sejahtera Budi Laksono menambahkan, saat ini persoalan sanitasi masih terabaikan. Tercatat, sebanyak 22 juta lebih masyarakat Indonesia belum memiliki akses sanitasi sehat.

"Sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat, karena penyakit yang diakibatkan perilaku buang air besar sembarangan menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia," ujar Budi.

Oleh karenanya, pihaknya terus mendorong pemerintah untuk memerhatikan persoalan sanitasi sehat kepada masyarakat. Dengan dukungan sumber pendanaan yang mumpuni, maka target yang ditetapkan pemerintah bisa tercapai. (K-08)
Share on Google Plus

About kilas9.com

0 komentar:

Posting Komentar