Jumat, 27 Desember 2019

Jateng Surplus Beras 2,3 Juta Ton Tahun Ini

Suryo Banendro
Kepala Distanbun Jateng
Semarang-Produksi beras di Jawa Tengah dalam lima tahun terakhir ini, menunjukkan peningkatan meskipun lahan pertaniannya mengalami penyusutan. 

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng Suryo Banendro mengatakan peningkatan produksi pertanian di provinsi ini, karena adanya modernisasi sistem pertanian. Pada 2014 kemarin, produksi pertanian di Jateng hanya menghasilkan 5,3 ton gabah kering giling per hektare. Saat ini, sudah mampu memproduksi hingga 5,8 ton gabah kering giling per hektare.

Menurutnya, jumlah petani di Jateng saat ini mencapai 2,88 juta jiwa dan mengelola lahan sawah seluas 1.022.570,86 hektare.

Suryo menjelaskan, dengan lahan seluas 1.022.570,86 hektare itu petani bisa memproduksi 9,8 juta ton gabah kering giling atau 6,9 juta ton beras. Capaian itu jauh lebih besar, bila dibandingkan produksi 2014 yang hanya 9,6 juta ton.

"Surplus ini tentu saja harus diketahui, ada waktu panen raya dan tidak panen raya. Sekarang posisinya ini kan tinggal bulan Desember ini, awal musim panennya sekitar awal Oktober sampai nanti panen di Maret. Kita di Jawa Tengah itu setahun, surplusnya sekitar 2,3 juta ton. Karena, konsumsi kita kan sekitar 3,2 juta ton. Konsumsi itu per kapita hanya sekitar 94 kilogram per orang per tahun," kata Suryo, belum lama ini.

Lebih lanjut Suryo menjelaskan, melalui modernisasi pertanian itu bisa meningkatkan produksi dari beras petani Jateng. Mulai dari pemanfaatan bibit unggul, pupuk, penggunaan alat mesin pertanian sampai digitalisasi sistem pertanian.

"Ternyata itu lebih efektif. Selisih panennya sangat banyak. Secara riil, jika kita lihat produksi meningkat karena petani Jateng merespon terhadap modernisasi pertanian," tandasnya. (K-08)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar