Kilas9.com

Media merupakan perantara, atau pengantar pesan dalam sebuah proses komunikasi. Media online merupakan hal yang berkaitan dengan komunikasi, terutama pesan yang ingin disampaikan ke pembacanya. Harapannya, kehadiran kilas9.com bisa menambah informasi kepada masyarakat sebagai pembacanya. Salam.

Ganjar: PPKM Mikro Terus Diperketat di Wilayah Kudus

Gubernur Ganjar Pranowo meninjau tempat isolasi yang ada di 
Kudus, Senin (31/5).
    Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya terus berupaya ikut mengendalikan penularan dan peningkatan kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus, agar tidak semakin banyak warga terpapar virus Korona. Pernyataan itu dikatakannya usai melantik pengurus KPID Jateng Periode 2021-2023 di Gradhika Bhakti Praja, Senin (31/5).

    Ganjar menjelaskan, sejumlah tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Jateng sudah disiapkan untuk membantu penanganan peningkatan kasus COVID-19 di Kudus. Termasuk penyiapan peralatan dan bantuan dari pemerintah pusat. 

    Menurutnya, warga di Kudus diminta untuk taat dan tidak membuat kerumunan guna pencegahan penularan COVID-19. Posko PPKM Mikro yang ada di setiap desa/kelurahan di Kudus, harus semakin ketat di dalam menegakkan disiplin terhadap protokol kesehatan.

    "Kita sudah punya namanya PPKM Mikro. Kalau kita sudah bisa bekerja dengan mikro zonasi itu, maka sebenarnya lebih gampang. Tidak perlu diterapkan seluruh teritori pemerintahan, karena COVID-19 ini enggak kenal dengan teritori pemerintahan. Dia mau nular ya nular saja gitu. Enggak perduli itu Kudus, itu Jepara atau Demak enggak perduli. Apa yang mesti kita lakukan? Karena kendali di PPKM mikro, maka deteksi kita bisa melihat yang kejadian itu di mana," kata Ganjar.

    Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, masyarakat harus diingatkan cara berkegiatan sesuai norma baru dan protokol kesehatan. Sebab, dukungan masyarakat terhadap protokol kesehatan cukup penting dalam pengendalian COVID-19.

Daerah Diminta Buka Lagi Ruang Isolasi

    Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo meminta kepada semua kabupaten/kota, agar kembali membuka ruang atau bangsal isolasi bagi pasien terpapar COVID-19 tanpa gejala menyusul terjadinya peningkatan kasus di Kudus. Pada sepekan ke depan, diharapkan semua kabupaten/kota se-Jateng waspada dengan tren peningkatan kasus.

    Yulianto menjelaskan, untuk di RSUD Lukmono Hadi sudah diminta menambah tempat tidur dua kali lipat dari sebelumnya untuk menampung pasien terpapar COVID-19. Namun tidak hanya kudus, tetapi wilayah sekitar dari kabupaten/kota lainnya di Jateng untuk menambah tempat tidur atau ruang isolasi. Termasuk, mengaktifkan kembali tempat-tempat yang sebelumnya digunakan sebagai lokasi isolasi terpusat di masing-masing daerah.

    "Ini masa-masa kritis ya, satu minggu ke depan. Satu minggu ke depan ini kita harus betul-betul waspada dan siap siaga untuk mengantisipasi apabila terjadi lonjakan kasus. Maka kita siap siaga yang pertama tempat isolasi. Baik tempat isolasi mandiri atau terpusat untuk merawat yang OTG itu harus kita siapkan," ujar Yulianto.

    Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, peningkatan kasus COVID-19 tidak hanya terjadi di wilayah Kudus saja tetapi juga di sejumlah daerah. Misalnya Jepara, Sragen, Wonogiri dan Karanganyar. (K-08)
Share on Google Plus

About kilas9.com

0 komentar:

Posting Komentar